Joleon Lescott Desak Tuchel Turunkan Tim Terbaik Inggris Lawan Prancis di Piala Dunia 2026

Lescott meminta Tuchel tak merotasi Inggris saat melawan Prancis di perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, menyebut laga ini penting menuju Euro 2028.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 18 Juli 2026, 09:39 WIB
Kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 John Stones, bek Inggris #06, Marc Guehi, gelandang Inggris #04, Declan Rice, bek Inggris #03, Luke Shaw, gelandang Inggris #11, Phil Foden, gelandang Inggris #26, Kobbie Mainoo, penyerang Inggris #07, Bukayo Saka, gelandang Inggris #10, Jude Bellingham, dan bek Inggris #02, Kyle Walker, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Mantan bek Timnas Inggris, Joleon Lescott, meminta Thomas Tuchel tidak menjadikan duel perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 kontra Prancis sebagai formalitas. Ia menilai Inggris perlu tampil dengan kekuatan penuh di laga ini.

Tersiar kabar Inggris akan melakukan rotasi dan memberi menit bermain kepada pemain yang selama ini minim kesempatan. Menurut Lescott, justru momen seperti ini harus dimanfaatkan untuk menyiapkan tim menghadapi turnamen besar berikutnya.

Advertisement

Laga melawan Prancis menjadi pertandingan terakhir Inggris di Piala Dunia 2026. Lescott, dalam keterangannya kepada Metro, menegaskan pentingnya mengoptimalkan kesempatan tersebut.


Seruan Lescott untuk Skuad Terbaik Inggris

Gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham. (Bola.com/Justin Setterfield / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP).

Lescott menilai rencana rotasi tidak sejalan dengan kebutuhan Inggris untuk menjaga standar performa pada level tertinggi. Ia meminta Tuchel menurunkan komposisi terbaik demi menjaga intensitas kompetitif tim.

Ia juga menekankan bahwa keputusan teknis harus tetap berlandaskan alasan yang jelas, bukan sekadar memenuhi menit bermain individu. "Saya rasa Tuchel tidak akan melihat pertandingan ini dan berpikir, 'Mari kita hanya memberikan menit bermain kepada pemain tertentu tanpa alasan yang jelas.'"

Menurut Lescott, menghadapi Prancis pada partai perebutan posisi ketiga adalah kesempatan nyata untuk mengukur kesiapan tim di bawah tekanan. Ia menilai kualitas lawan menuntut Inggris tampil dengan standar tertinggi sejak awal pertandingan.


Uji Coba Menuju Euro 2028 Melawan Prancis

Penyerang Timnas Inggris bernomor punggung 09, Harry Kane, bereaksi atas kekalahan timnya di akhir pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Lescott menyebut pertemuan dengan Prancis dapat menjadi pengalaman berharga karena lawan yang sama berpotensi dihadapi Inggris pada Euro 2028. Ia melihat pertandingan ini relevan sebagai tolok ukur menghadapi skenario ujian tingkat tinggi.

"Tuchel harus melihat pertandingan ini seolah-olah ini adalah final Euro dua tahun lagi melawan Prancis," ujar Lescott kepada Metro.

Ia menilai momen ini ideal untuk menguji respons taktik dan mental menghadapi lawan berkualitas. "Jadi, bagaimana kami mempersiapkan diri untuk pertandingan seperti itu? Bisa saja tim dan pemain yang sama akan tampil."

Menurutnya, memperlakukan laga ini sebagai simulasi turnamen besar akan membantu Tuchel memetakan kebutuhan tim, termasuk komposisi inti dan solusi saat menghadapi situasi sulit melawan lawan dengan kualitas tinggi.


Motivasi Pemain dan Tantangan Emosional

Para pemain Timnas Inggris berkumpul usai pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Inggris dan Kongo di Atlanta, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Colin Hubbard)

Lescott percaya siapa pun yang dipilih tetap akan memiliki motivasi penuh untuk menang. "Para pemain pasti ingin menang. Saya tidak peduli siapa yang dipilih. Mereka semua akan ingin menang dan hal yang sama berlaku untuk Prancis."

Di sisi lain, ia mengingatkan tantangan emosional setelah kegagalan mencapai final. "Untuk sisi emosional, Anda tidak bisa mempersiapkan diri untuk hal seperti ini. Ini bukan sesuatu yang ingin Anda persiapkan dan memang tidak bisa. Anda baru bisa menghadapinya ketika hal itu benar-benar terjadi, terutama ketika hasilnya negatif."

Lescott menilai kedua tim menghadapi konteks psikologis yang mirip jelang laga ini. "Satu-satunya hal positif adalah Prancis berada dalam situasi yang sama. Mereka juga memiliki persepsi negatif terhadap performa mereka setelah disingkirkan Spanyol," pungkas Lescott.

Dengan latar tersebut, Lescott menilai penampilan solid dan keputusan berlandaskan kebutuhan tim adalah kunci Inggris menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan.

Sumber: Metro

Berita Terkait