Serius Kejar Pep Guardiola, Maldini Terbang ke Barcelona, Paparkan Proyek Timnas Italia Selama 3 Hari

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dikabarkan telah mengadakan pembicaraan dengan Pep Guardiola agar sang pelatih bersedia jadi allenatore anyar Gli Azzurri.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Juli 2026, 21:45 WIB
Pep Guardiola resmi berpisah dengan Manchester City setelah sepuluh tahun di Etihad Stadium. (AP Photo/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dikabarkan mulai bergerak mencari pelatih baru untuk Timnas Italia dengan menjadikan Pep Guardiola sebagai target utama.

Menurut laporan Sky Italia, FIGC telah menggelar pertemuan dengan Guardiola untuk membujuk mantan pelatih Manchester City itu agar bersedia menangani Gli Azzurri.

Advertisement

Direktur teknik baru FIGC, Paolo Maldini, bersama penasihatnya, Leonardo, bahkan terbang ke Barcelona untuk bertemu langsung dengan Guardiola.

Keduanya disebut menghabiskan waktu selama tiga hari guna memaparkan proyek yang sedang disiapkan bagi Timnas Italia.

Hingga kini belum diketahui apakah Guardiola berminat menerima tawaran tersebut. Namun, FIGC disebut melakukan upaya konkret demi merekrutnya sebagai pelatih timnas.

Selain Guardiola, dua nama lain yang masuk bursa calon pelatih Italia adalah Roberto Mancini dan Andrea Pirlo.


Perombakan Besar

Guardiola memainkan laga terakhirnya dengan The Cityzens dengan menjamu Aston Villa di Liga Inggris 2025/2026 pada Minggu (25/05/2026) waktu setempat. (AP Photo/Alastair Grant)

Perombakan besar dilakukan FIGC dengan menunjuk Maldini dan Leonardo setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Satu di antara tugas utama keduanya adalah mencari pengganti Gennaro Gattuso, yang meninggalkan jabatannya setelah Italia gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia musim panas ini di Amerika Utara.

Guardiola kini berstatus tanpa klub untuk pertama kalinya dalam satu dekade setelah mengakhiri kebersamaannya selama 10 tahun bersama Manchester City. Selama menangani The Citizens, ia mempersembahkan 20 trofi dengan persentase kemenangan mencapai 70,8 persen.

Italia juga tercatat gagal lolos ke tiga turnamen besar terakhir sejak menjuarai Piala Eropa 2021 di bawah arahan Roberto Mancini.


Belum Berencana Kembali Melatih

Manajer Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Setahun sebelum mengakhiri masa baktinya di Man City, Guardiola pernah mengungkapkan kepada Sky Sports, ia berencana beristirahat dari dunia kepelatihan setelah meninggalkan Stadion Etihad.

Setelah kepergiannya diumumkan secara resmi, pelatih asal Spanyol itu kembali menegaskan keinginannya tersebut. Ia menyebut ingin memiliki lebih banyak waktu bersama keluarganya sebagai alasan utama mengambil keputusan itu.

"Untuk sementara tidak ada rencana melatih. Kalau tidak, saya pasti masih di sini. Saya perlu mengambil jeda. Saya tidak akan melatih untuk sementara waktu," ujar Guardiola dalam konferensi pers terakhirnya sebagai manajer Man City.

Ia juga mengakui tidak lagi merasa memiliki energi untuk menghadapi tuntutan harian sebagai pelatih yang dituntut terus bersaing memperebutkan gelar.

Dalam wawancara eksklusif dengan Sky Sports, Guardiola menambahkan masih banyak hal yang ingin ia lakukan di luar sepak bola, termasuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama ayah dan anak-anaknya.

"Masih ada banyak hal yang belum saya lakukan. Ayah saya masih hidup dan saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Begitu juga dengan anak-anak saya. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan sebagai manusia. Saya beruntung bisa menentukan pilihan sendiri, itulah alasan saya mengambil keputusan ini," ungkapnya ketika itu.

Bagaimana dengan Timnas Inggris?

Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (AFP/Darren Staples)

Pada 2024, Guardiola sempat ramai diberitakan telah mencapai kesepakatan lisan dengan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk menggantikan Gareth Southgate sebagai pelatih Timnas Inggris.

Namun, ia kemudian berubah pikiran dan memilih bertahan di Man City. Posisi pelatih Inggris akhirnya diisi Thomas Tuchel, yang membawa The Three Lions meraih pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia yang digelar di luar Inggris.

Tuchel masih terikat kontrak hingga berakhirnya Euro 2028 dan telah menyatakan komitmennya untuk menuntaskan masa baktinya setelah kontraknya diperpanjang pada Februari lalu.

Meski begitu, Guardiola pernah mengisyaratkan ketertarikannya menangani timnas. Dalam wawancara dengan chef Dani Garcia pada 2024, ia mengatakan tidak ingin meninggalkan Man City hanya untuk melatih klub lain di negara berbeda.

"Saya tidak akan meninggalkan Manchester City lalu pergi ke negara lain untuk melakukan pekerjaan yang sama seperti sekarang."

Guardiola menambahkan bahwa ia tidak memiliki energi untuk memulai lagi seluruh proses melatih klub dari awal. Namun, menurutnya, melatih timnas merupakan tantangan yang berbeda.

"Mungkin tim nasional, itu berbeda," kata Guardiola.

 

Sumber: Sky Sports

Berita Terkait