FIFA Dituding Hina Lionel Messi, Bola Emas Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Media Argentina murka usai final Piala Dunia 2026, FIFA dianggap menghina bintang sepak bola mereka, Lionel Messi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Juli 2026, 06:30 WIB
Lionel Messi dari Timnas Argentina berjalan melintasi lapangan sebelum pertandingan sepak bola final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Senin (20-7-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ashley Landis)

Bola.com, Jakarta - Lionel Messi gagal menutup Piala Dunia 2026 dengan gelar juara setelah Argentina takluk 0-1 dari Spanyol pada partai final. Di balik kekalahan itu, muncul kontroversi terkait penghargaan individu yang diberikan FIFA.

Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol setelah Ferran Torres mencetak gol penentu pada babak tambahan waktu. Sebelumnya, Enzo Fernandez menerima kartu merah pada masa injury time babak kedua.

Advertisement

Seusai pertandingan, kericuhan terjadi hingga Leandro Paredes juga diusir wasit karena memukul Gavi.

Messi datang ke final dengan peluang meraih gelar juara dunia kedua secara beruntun setelah membawa Argentina menjadi kampiun di Qatar pada musim dingin 2022. Sepanjang turnamen kali ini, pemain berusia 39 tahun itu kembali tampil impresif.

Namun, Argentina akhirnya harus menyerah dari Spanyol di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin dini hari WIB kemarin.

Messi juga dinilai gagal memberikan pengaruh besar dalam laga tersebut, yang disebut berimbas pada kegagalannya meraih penghargaan Bola Emas.


Kritik Media Argentina

Pemain Argentina Lionel Messi bereaksi diakhir pertandingan final Piala Dunia sepak bola antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Matt Slocum)

Messi mengawali final sebagai favorit penerima penghargaan Pemain Terbaik Piala Dunia setelah mencatatkan delapan gol dan empat assist. Ia juga bersaing dengan Kylian Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas.

Mbappe kemudian mengakhiri turnamen sebagai top scorer dengan koleksi 10 gol setelah mencetak dua gol saat Prancis kalah 4-6 dari Inggris pada laga perebutan tempat ketiga, Minggu (19-7-2026) dini hari WIB.

Pemberian Sepatu Emas kepada Mbappe sempat memunculkan perdebatan karena dua gol tersebut dicetak pada pertandingan perebutan posisi ketiga.

Namun, media Argentina lebih menyoroti kegagalan Messi meraih Bola Emas yang akhirnya diberikan kepada kapten Spanyol, Rodri.

Jurnalis TyC Sports, Antonio Serpa, menilai keputusan FIFA tersebut sebagai bentuk kurangnya kepekaan.


Kurang Peka

Lionel Messi #10 dari Timnas Argentina setelah kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Andrew Harnik/Getty Images via AFP)

Menurut Serpa, meski Rodri merupakan pemain berkualitas, Messi adalah sosok yang menjadi jantung permainan Argentina sekaligus Piala Dunia edisi kali ini.

"Memberikan penghargaan itu kepada Rodri hampir seperti sebuah penghinaan. Ini menunjukkan kurangnya kepekaan, bukan karena pemain Spanyol itu buruk, tetapi karena Lionel Messi adalah jantung dan jiwa Argentina sekaligus Piala Dunia," kata Serpa, dikutip Give Me Sport.

Serpa juga menilai Messi telah menghiasi Piala Dunia 2026 dengan performanya, mencetak gol, serta menarik perhatian suporter dari berbagai negara yang datang untuk menyaksikannya secara langsung.

Ia menambahkan, jika penghargaan diberikan semata-mata kepada pemain dari tim juara, FIFA perlu diingatkan bahwa sepak bola dimenangkan lewat gol, bukan umpan.

Serpa juga menyoroti fakta bahwa Rodri tidak mencetak gol maupun assist sepanjang turnamen. Sebagai perbandingan, Messi pernah meraih Bola Emas saat membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022.


Media Inggris Ikut Soroti Penghargaan Individu

Pemain Argentina Lionel Messi meninggalkan lapangan seusai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Stephanie Scarbrough)

Tak hanya media Argentina, sejumlah pihak di Inggris juga mempertanyakan pemberian Sepatu Emas kepada Mbappe.

Mereka menilai dua gol yang dicetak penyerang Prancis itu lahir pada pertandingan perebutan tempat ketiga, ketika Prancis sudah tidak lagi berpeluang menjadi juara.

Alan Shearer termasuk yang menyampaikan pandangan tersebut.

Dalam tayangan BBC, legenda Newcastle United itu menyebut Messi menghadapi tantangan yang jauh lebih berat karena harus tampil di final melawan Spanyol, tim yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

Wayne Rooney juga menyampaikan pendapat serupa. Menurutnya, aturan tersebut memang berlaku, tetapi ia merasa hal itu tidak adil bagi Messi.

Dua gol Mbappe ke gawang Inggris juga membuatnya melampaui Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Mbappe kini mengoleksi 22 gol, sedangkan Messi mengemas 21 gol.

Kekalahan dari Spanyol juga memunculkan kemungkinan bahwa laga final tersebut menjadi penampilan terakhir Messi di Piala Dunia.

Seusai pertandingan, ia terlihat menangis dan disebut berpeluang mengakhiri kariernya di level internasional.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait