Emiliano Martinez Kritik Taktik Argentina di Final Piala Dunia 2026: Pengecut Bermain Mundur

Argentina, yang sepanjang turnamen dikenal tampil agresif dan penuh determinasi, justru tampil jauh di bawah performa terbaiknya di laga puncak.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 21 Juli 2026, 22:15 WIB
Kiper Timnas Argentina, Emiliano Martinez, menghentikan tembakan ke gawang oleh Lamine Yamal (19) dari Spanyol sementara Nicolas Tagliafico (3) dan Cristian Romero (13) menyaksikan selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Senin (20-7-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Yuki Iwamura)

Bola.com, Jakarta - Kiper Timnas Argentina, Emiliano Martinez, dikabarkan meluapkan kekecewaannya terhadap cara bermain rekan-rekannya saat kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026.

Argentina, yang sepanjang turnamen dikenal tampil agresif dan penuh determinasi, justru tampil jauh di bawah performa terbaiknya di laga puncak.

Advertisement

Tim asuhan Lionel Scaloni kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya menyerah 0-1 lewat gol Spanyol di babak perpanjangan waktu.

Dominasi La Furia Roja sebenarnya sudah terlihat sejak babak pertama. Timnas Argentina bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Unai Simon selama 45 menit pertama.

 
 

Martinez Desak Rekan Setim Bermain Lebih Berani

Kiper Argentina, Emiliano Martinez saat laga FIFA Matchday melawan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (19/06/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Dalam cuplikan pidato di ruang ganti saat turun minum, Emiliano Martinez berusaha membangkitkan semangat timnya. Kiper Aston Villa itu meminta Argentina berhenti bermain terlalu hati-hati dan lebih berani menyerang.

"Main dengan hati berarti bergerak maju, bukan mundur. Maju, maju, maju. Pengecut bermain ke belakang, mari kita bergerak ke depan," ujar Martinez kepada rekan-rekannya.

Ia juga meminta tim membangun serangan dari lini belakang dan sesegera mungkin mengalirkan bola kepada kapten Lionel Messi agar Argentina kembali memainkan sepak bola yang menjadi ciri khas mereka.

Sayangnya, pesan Martinez tidak mampu mengubah jalannya pertandingan. Setelah turun minum, Argentina tetap kesulitan menciptakan peluang berarti dan membuat Unai Simon nyaris tidak mendapat ancaman sepanjang laga.


Messi Ikut Memompa Mental Tim

Lionel Messi dari Timnas Argentina berjalan melintasi lapangan sebelum pertandingan sepak bola final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Senin (20-7-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ashley Landis)

Selain Martinez, Lionel Messi juga berusaha membakar semangat para pemain di ruang ganti. Kapten Argentina itu meminta seluruh anggota tim menunjukkan karakter yang selama ini membawa mereka melaju hingga partai final.

"Ayo, tunjukkan karakter. Kita selalu punya itu. Mari bermain seperti biasanya, mari memainkan sepak bola kita," kata Messi.

Namun, motivasi dari dua pemain senior tersebut tidak membuahkan hasil. Spanyol tetap mengendalikan permainan hingga akhirnya mencetak gol kemenangan di babak tambahan waktu dan memastikan gelar juara dunia.


Kekalahan Diwarnai Kontroversi Usai Laga

Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Yuki Iwamura)

Kekalahan Argentina tidak hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga memunculkan kontroversi setelah pertandingan berakhir.

Leandro Paredes dan asisten pelatih Roberto Ayala dilaporkan terlibat insiden dengan pemain Spanyol. Selain itu, skuad Argentina juga menjadi sorotan karena membelakangi para pemain Spanyol saat prosesi pengangkatan trofi juara.

Meski demikian, belum terlihat adanya penyesalan dari kubu Argentina. Paredes justru mengunggah pesan di media sosial yang menegaskan kebanggaannya terhadap perjuangan tim.

Dalam unggahannya, gelandang tersebut mengaku sedih karena gagal mempersembahkan kebahagiaan bagi rakyat Argentina.

Namun, ia menegaskan seluruh pemain telah memberikan segalanya demi negara dan menyebut dirinya bangga menjadi bagian dari skuad yang ia sebut sebagai tim nasional Argentina terbaik dalam sejarah.

Sumber: Metro

Berita Terkait