Paul Scholes Curiga Thomas Tuchel Sengaja Ingin Dipecat dari Timnas Inggris

Benarkah Thomas Tuchel sengaja ingin dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Inggris?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Juli 2026, 21:45 WIB
Thomas Tuchel, manajer Inggris, bereaksi selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada 16 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Justin Setterfield/Getty Images melalui AFP)

Bola.com, Jakarta - Mantan gelandang Timnas Inggris dan Manchester United, Paul Scholes, melontarkan kritik tajam kepada Thomas Tuchel setelah kegagalan The Three Lions melaju ke final Piala Dunia usai disingkirkan Argentina di semifinal.

Menurut Scholes, komentar Tuchel setelah pertandingan justru memperburuk situasi.

Advertisement

Pelatih asal Jerman itu sebelumnya mendapat sorotan karena taktiknya pada babak kedua dianggap menjadi satu di antara penyebab tersingkirnya Inggris.

Usai laga, Tuchel juga menyatakan dirinya tidak pernah meminta para pemain bertahan terlalu dalam seperti yang banyak diyakini. Ia turut menyinggung DNA sepak bola Inggris.

Kendati mampu membawa Inggris mencatatkan pencapaian terbaik di Piala Dunia sejak 1966, Scholes mempertanyakan apakah Tuchel merupakan sosok yang tepat untuk memimpin tim menuju Euro 2028.


Melanggar Prinsip

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada Jude Bellingham (#10) saat jeda minum (hydration break) dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Rabu (1/6/2026). (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Kontrak Tuchel bersama Timnas Inggris masih berlaku hingga setelah Euro 2028. Pelatih berusia 52 tahun itu juga telah menyatakan ingin menuntaskan masa baktinya. Namun, Scholes meragukan keinginan tersebut.

"Saya pikir komentarnya setelah pertandingan justru lebih buruk daripada penampilannya. Dia mengatakan itu bukan DNA sepak bola Inggris. Sekarang Anda sudah menjadi bagian dari DNA itu, Thomas," kata Scholes dalam podcast "The Good, The Bad and The Football" dikutip Express.

Scholes kemudian menilai Tuchel telah melanggar prinsip yang selama ini dipegang para pelatih Timnas Inggris.

"Dia menyerang dan terlalu banyak menyalahkan pemain. Manajer kami tidak akan pernah melakukan itu," ucap legenda Manchester United itu.

Menurut Scholes, para pelatih Timnas Inggris biasanya menyampaikan kritik kepada pemain secara tertutup, bukan di hadapan publik.

"Dia akan menyalahkan kami di balik pintu tertutup saat latihan atau rapat, tetapi tidak pernah di depan umum. Saya rasa Thomas Tuchel memang punya sejarah seperti ini di klub-klub yang pernah ditanganinya. Dia menyalahkan pemain dan berselisih dengan direktur olahraga."


Senjaga Ingin Dipecat?

Pelatih Timnas Inggris asal Jerman, Thomas Tuchel, berbicara dengan penyerangnya #20, Noni Madueke, saat istirahat hidrasi selama pertandingan perempat final turnamen Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris di Stadion Miami di Miami Gardens pada 12 Juli 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Scholes bahkan mempertanyakan apakah cara bicara Tuchel belakangan ini menunjukkan keinginannya untuk meninggalkan jabatan sebagai pelatih Inggris.

"Anda jadi bertanya-tanya, 'apakah saya ingin dipecat?' Dari apa yang dia katakan, seolah-olah memang ingin meninggalkan jabatan ini karena akan sulit baginya untuk menarik kembali ucapannya," tuding Scholes.

Ia juga menyinggung riwayat Tuchel yang dinilai kerap berselisih dengan sejumlah pihak di klub-klub yang pernah ditanganinya.

"Saya baru menyadarinya kemarin ketika mendengar orang membicarakannya, seberapa sering dia berselisih dengan orang-orang di klub-klub yang pernah dia tangani. Lihat saja, dia tidak bertahan lama di PSG, Borussia Dortmund, maupun Bayern Munchen. Dia berselisih dengan banyak orang dan mungkin sedang mencari jalan keluar," ungkapnya.


Perlu Diarahkan

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada Nico O'Reilly (kiri) dan Dan Burn sebelum keduanya masuk sebagai pemain pengganti pada laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Atlanta Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Sementara itu, mantan pemain Timnas Inggris lainnya, Nicky Butt, turut menyoroti cara Tuchel menyampaikan pernyataan kepada publik.

Menurut Butt, Tuchel memang dikenal sebagai pelatih yang blak-blakan, tetapi ia mempertanyakan peran tim hubungan masyarakat FA Inggris dalam memberi arahan kepada sang pelatih mengenai pernyataan yang sebaiknya disampaikan kepada media apabila ingin tetap melatih Inggris.

Scholes menilai Tuchel tidak terlalu memedulikan hal tersebut.

"Saya rasa dia tidak peduli. Dia sudah menangani klub-klub besar, jadi itu bukan masalah baginya," kata Scholes.

Butt kemudian menegaskan bahwa Tuchel tetap perlu diarahkan apabila ingin bertahan sebagai pelatih Timnas Inggris.

Selain itu, Butt mengkritik keputusan Tuchel dalam menentukan susunan pemain saat Inggris menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia.

"Kalau melihat skuadnya, dia justru memasukkan pemain bertahan. Padahal, pilihan pemain menyerangnya juga tidak banyak."

Butt menilai Marcus Rashford dan Ollie Watkins seharusnya dimainkan. Ia juga menyebut Cole Palmer dan Phil Foden kemungkinan bertanya-tanya mengapa mereka tidak ikut berusaha membantu Inggris mengejar gelar juara dunia.

 

Sumber: Express