Konflik dengan KTM dan Cedera Bikin Maverick Vinales Cepat Dilupakan

Bos VR46, Pablo Nieto, menyoroti nasib Maverick Vinales di tengah konflik dengan KTM.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 Juli 2026, 19:30 WIB
Pembalap Red Bull KTM Tech3 Maverick Vinales. (JOSE JORDAN / AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Maverick Vinales di MotoGP Makin tidak menentu di tengah memburuknya hubungannya dengan KTM dan Tech3.

Bos tim VR46, Pablo Nieto, menilai cedera yang dialami pembalap asal Spanyol itu membuat namanya cepat terlupakan di tengah persaingan memperebutkan kursi MotoGP musim 2027.

Advertisement

Vinales semula diproyeksikan naik ke tim pabrikan KTM pada 2027. Namun, cedera bahu yang dialaminya sejak Juli tahun lalu menghambat awal musim 2026 sehingga peluang tersebut akhirnya sirna.

Pembalap berusia 31 tahun itu kemudian masih menjadi opsi bagi Tech3. Namun, Vinales mengklaim telah menandatangani kontrak yang menurutnya buruk bagi rasa percaya dirinya, sebelum akhirnya dibatalkan oleh KTM.

Dalam beberapa pekan terakhir, ia juga beberapa kali melontarkan kritik kepada KTM dan Tech3 melalui media.


Cedera Datang di Waktu yang Salah

Balapan yang digelar di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada Sabtu 21 Maret 2026 waktu setempat atau Minggu (22/3/2026) dini hari WIB juga diwarnai beberapa kecelakaan. Tampak dalam foto, pembalap Red Bull KTM Tech3 asal Spanyol, Maverick Vinales terjatuh saat Sprint Race MotoGP Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Sabtu 21 Maret 2026 waktu setempat atau Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. (EVARISTO SA/AFP)

Pablo Nieto, yang pernah bekerja sama dengan Vinales saat meraih gelar juara dunia Moto3 pada 2013, menilai mantan anak didiknya itu masih merupakan satu di antara pembalap paling bertalenta yang pernah ia lihat.

Meski begitu, Nieto menilai Vinales tidak beruntung karena cedera datang pada saat bursa pembalap MotoGP 2027 bergerak sangat cepat.

Menurut Nieto, dunia balap hanya mengingat hasil terbaru. Karena itu, pembalap yang harus absen akibat cedera bisa dengan cepat kehilangan perhatian dan tidak lagi menjadi bahan pembicaraan.

"Sayangnya, jika Anda mengalami cedera yang membuat Anda harus absen dalam beberapa balapan, orang-orang di sini akan melupakan Anda hanya dalam sehari," kata Nieto kepada Mundo Deportivo, dikutip Crash.

Nieto juga menduga situasi Vinales makin sulit karena rider asal Spanyol itu tidak mampu meraih hasil yang diinginkan dan tidak merasa nyaman bersama tim maupun motornya.

Menurutnya, kondisi itu membuat Vinales mulai merasa jenuh, seperti yang juga pernah diungkapkan sang pembalap.


Pilihan Makin Terbatas

Maverick Vinales, pembalap KTM Tech 3 di MotoGP 2026. (Jose Jordan / AFP)

Peluang Vinales untuk tetap membalap di MotoGP musim 2027 kini mengecil. KTM telah memilih Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio sebagai pembalap tim pabrikan musim depan.

Di sisi lain, hampir seluruh kursi tim pabrikan sudah terisi. Hanya satu kursi di tim pabrikan Honda yang belum memiliki pemilik, sementara Gresini telah memastikan susunan pembalapnya dan sebagian besar tim satelit juga dikabarkan telah menentukan pilihan.

Cedera yang memaksanya menjalani operasi setelah mundur dari Grand Prix Amerika Serikat pada Maret lalu juga membuat Vinales tertinggal dalam bursa pembalap yang bergerak sangat cepat.

Hingga kini, Vinales belum mengungkapkan opsi karier di luar MotoGP. Saat Grand Prix Jerman lalu, ia mengaku mulai merasa burnt out atau kelelahan secara mental.

 

Sumber: Crash

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait