Digantung KTM, Maverick Vinales Terancam Kehilangan Kursi MotoGP 2027

Maverick Vinales menuding KTM meninggalkannya dalam ketidakpastian.

Bola.com, Jakarta - Masa depan Maverick Vinales di MotoGP masih belum jelas. Pembalap senior asal Spanyol itu mengaku berada dalam situasi yang membingungkan karena hingga kini belum mendapatkan kepastian dari KTM terkait kelanjutan kariernya setelah musim 2026.

Persoalan hubungan antara KTM dan para pembalapnya memang bukan hal baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, Johann Zarco, Raul Fernandez, dan Remy Gardner sama-sama mengalami proses perpisahan yang tidak mudah dengan pabrikan asal Austria tersebut setelah melalui negosiasi panjang untuk mendapatkan jalan keluar dari kontrak mereka.

Kini, Vinales menghadapi situasi serupa.

Setelah meninggalkan tim pabrikan Aprilia dan bergabung dengan tim satelit Tech3 KTM pada musim 2025, pembalap asal Girona itu masih terikat klausul kontrak yang melarangnya menandatangani kesepakatan dengan tim lain hingga akhir bulan ini.

Sebelum tenggat tersebut berakhir, KTM harus menentukan sikap. Pabrikan itu dapat mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak yang membuat Vinales bertahan satu musim lagi di Tech3, atau justru melepasnya sepenuhnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kecewa KTM

Jika opsi kedua yang dipilih, Vinales berisiko kehilangan tempat di grid MotoGP 2027. Pasalnya, bursa pembalap bergerak cepat dan sebagian besar kursi yang tersedia sudah terisi.

Saat berbicara di Brno, tempat ia masih berjuang memulihkan cedera bahu yang dideritanya sejak kecelakaan pada Grand Prix Jerman musim panas tahun lalu, Vinales tidak menyembunyikan kekecewaannya ketika ditanya mengenai ketidakjelasan tersebut.

"Saya selalu menunjukkan loyalitas kepada KTM," kata Vinales.

"Saat musim dingin, saya diberi tahu bahwa saya akan berada di tim pabrikan. Kemudian saya ditempatkan di Tech3. Sekarang saya bahkan tidak tahu posisi saya sebenarnya."

"Saya sebenarnya bisa saja menandatangani kontrak dengan tim lain, meskipun ada pembatasan dalam kontrak saya, tetapi saya tidak melakukannya," ucapnya.

Tunggu Keputusan KTM

Vinales memahami sepenuhnya bahwa masa depannya kini berada di tangan KTM dan pemilik mayoritasnya, konglomerasi India Bajaj.

"Saya sebenarnya bisa menyelesaikan masa depan saya saat musim dingin, bukan sekarang," ujarnya.

"Tim meminta hasil ketika saya sedang cedera. Mungkin saat ini saya belum bisa tampil pada level terbaik, tetapi dalam dua bulan saya akan mampu melakukannya."

Musim 2026 menjadi musim ke-12 Vinales di kelas utama MotoGP. Sepanjang kariernya di kategori premier, ia sudah membela empat pabrikan berbeda dan berhasil meraih kemenangan bersama tiga di antaranya, yakni Suzuki, Yamaha, dan Aprilia.

KTM menjadi satu-satunya pabrikan yang belum memberinya kemenangan. Namun, peluang untuk mengubah catatan tersebut semakin sulit diwujudkan di tengah ketidakpastian yang sedang dihadapinya.

"Saya memiliki kontrak yang mengharuskan saya menunggu sampai tanggal tertentu. Saya tidak melanggar kesepakatan apa pun," ujar Vinales.

"Saya hanya bisa menunggu karena memang tidak ada pilihan lain."

Mengetahui Keputusan KTM dari Media

Masalah lain yang membuat Vinales kesal adalah keputusan KTM terkait tes pascabalapan di Brno pada Senin mendatang.

Tes tersebut akan menjadi kesempatan pertama bagi para pembalap untuk menjajal prototipe MotoGP 2027 yang menggunakan mesin baru berkapasitas 850 cc serta ban Pirelli.

Namun, KTM memilih Pedro Acosta untuk mengikuti tes tersebut. Padahal, Acosta dipastikan akan bergabung dengan Ducati pada musim 2027.

Yang paling mengganggu Vinales bukan keputusan itu sendiri, melainkan cara ia mengetahuinya.

"Saya mengetahui bahwa saya tidak akan mengikuti tes itu dari media," kata Vinales.

"Bukan dari tim," lanjutnya.

Di tengah ketidakjelasan yang masih menyelimuti masa depannya, Vinales menegaskan satu hal: ia masih ingin bertahan di MotoGP.

"Saya tidak melihat diri saya berada di World Superbike," tegasnya.

"Dalam dunia balap motor, MotoGP adalah tempat di mana saya ingin mewujudkan semua tujuan saya. Jika saya meninggalkan ajang ini, maka sudah waktunya menikmati hidup," tutur rider berusia 31 tahun itu.

 

Sumber: Motorsport

Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer