Pernyataan Emosional Andrea Pirlo Setelah Kans Latih Timnas Italia Memudar, Singgung soal Jadi Duta Situs Judi

Andrea Pirlo akhirnya angkat bicara setelah diterpa kontroversi yang membuat peluangnya menjadi pelatih Timnas Italia menipis.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 27 Juli 2026, 12:15 WIB
Andrea Pirlo merupakan mantan pemain sepak bola yang legendaris di liga Italia. Ia ditunjuk untuk menjadi pelatih kepala klub Juventus menggantikan Maurizio Sarri pada tahun 2020. Sayangnya karir kepelatihannya belum secemerlang kala seperti menjadi pemain bola. (Foto: AFP/Miguel Medina)

Bola.com, Jakarta - Andrea Pirlo akhirnya angkat bicara setelah diterpa kontroversi yang membuat peluangnya menjadi pelatih Timnas Italia menipis. Legenda Gli Azzurri itu menegaskan tidak pernah memiliki kepentingan politik terkait kerja samanya dengan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet.

Pirlo sebelumnya menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Luciano Spalletti setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola dikabarkan menolak tawaran melatih Timnas Italia.

Advertisement

Namun, peluang mantan gelandang AC Milan dan Juventus itu mendadak meredup setelah terungkap bahwa dirinya merupakan duta merek global Fonbet. Kontroversi semakin membesar karena Pirlo menghadiri sebuah acara perusahaan tersebut di Moskow pada Mei 2026, sementara promosi perjudian dilarang di Italia.

Melalui akun Instagram pribadinya, juara Piala Dunia 2006 itu menyampaikan pernyataan panjang untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang.

Pirlo mengaku sedih melihat polemik yang berkembang hanya karena namanya dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Italia.

"Dalam beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan yang berkembang mengenai nama saya dan kemungkinan menjadi pelatih Timnas Italia," tulis Pirlo, seperti dikutip Football Italia, Senin (27/7/2026). 

"Sebagai bentuk penghormatan kepada institusi, Federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih tetap diam hingga saat ini. Namun, saya merasa perlu menjelaskan beberapa hal."

 


Kerja Sama Profesional

Ilustrasi Andrea Pirlo. (Bola.com/AI)

Pirlo menegaskan sepanjang kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih, ia selalu bekerja dengan mematuhi hukum di setiap negara tempatnya berkarier serta menghormati setiap kontrak yang telah ditandatangani.

Menurutnya, kerja sama dengan Fonbet murni bersifat profesional dan dilakukan ketika ia bekerja di Uni Emirat Arab.

"Kerja sama profesional yang kini menjadi bahan kontroversi merupakan bagian dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan sepenuhnya bersifat komersial serta olahraga," tulis Pirlo di akun Instagram miliknya. 

"Memberikan makna politik terhadap kerja sama tersebut berarti menisbatkan pandangan yang tidak pernah saya ungkapkan dan tidak pernah saya miliki," tegas Pirlo.

 


Berterima Kasih kepada Maldini dan Leonardo

Untuk sementara pekerjaaan Maldini akan dipegang oleh Kepala Pemandu Bakat Geoffrey Moncada dan CEO Giorgio Furlani. (AFP/Isabella Bonotto)

Dalam pernyataannya, Pirlo juga menyampaikan apresiasi kepada Paolo Maldini dan Leonardo yang disebut telah memberikan kepercayaan kepadanya di tengah proses pencarian pelatih baru Timnas Italia.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Paolo Maldini dan Leonardo atas rasa hormat dan kepercayaan yang mereka tunjukkan kepada saya."

"Saya mengenal kompetensi, keseriusan, dan kecintaan mereka terhadap sepak bola Italia."

 

 


Sesalkan Munculnya Perdebatan

Andrea Pirlo memulai kariernya sebagai pelatih pada musim lalu untuk menukangi mantan klubnya, Juventus. Prestasi Juve sebenarnya tak terlalu buruk, namun karena gagal meraih gelar Serie A, Pemain legendaris Juventus tersebut dipecat. (AFP/Alberto Lingria)

Pirlo juga menyayangkan keputusan yang seharusnya murni berkaitan dengan olahraga justru berubah menjadi perdebatan publik yang menurutnya memunculkan berbagai asumsi keliru.

"Saya menyesalkan keputusan yang seharusnya hanya berkaitan dengan sepak bola justru terseret menjadi perdebatan publik yang mengaitkan saya dengan makna dan niat yang bukan milik saya."

"Cinta saya kepada Italia tidak bergantung pada sebuah pekerjaan. Itu adalah bagian dari sejarah, identitas, dan akan selalu menjadi bagian dari diri saya," tutup Pirlo.

Meski tidak secara resmi menyatakan mundur dari bursa calon pelatih Timnas Italia, pernyataan tersebut dinilai semakin memperkecil peluang Pirlo untuk menduduki jabatan tersebut.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini diyakini harus mempertimbangkan kandidat lain. Di sisi lain, muncul spekulasi bahwa direktur teknik FIGC, Paolo Maldini, dapat memilih mundur apabila gagal mewujudkan sosok pelatih yang menjadi pilihannya.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait