Bos F1 Pastikan Musim 2026 Tak Akan Berakhir di Las Vegas

Keputusan F1 GP Qatar dan Abu Dhabi 2026 baru akan diambil pada pertengahan September mendatang.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Juli 2026, 20:30 WIB
Lintasan lurus panjang mendominasi sirkuit Las Vegas diprediksi akan sedikit menyulitkan pembalap untuk mempertahankan suhu ban. Tampak dalam foto, Charles Leclerc dari Monako mengemudikan Ferrari SF-24 di lintasan saat latihan menjelang Grand Prix F1 Las Vegas di Sirkuit Las Vegas Strip pada 21 November 2024 di Las Vegas, Nevada. (Chris Graythen/Getty Images North America/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - CEO Formula 1, Stefano Domenicali, memastikan musim Formula 1 2026 tidak akan ditutup dengan balapan tambahan di Las Vegas maupun seri lain di Amerika Serikat apabila Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi akhirnya batal digelar.

Keputusan mengenai dua balapan tersebut baru akan diambil pada pertengahan September setelah F1 memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.

Advertisement

Hingga saat ini, GP Qatar dan GP Abu Dhabi masih tetap sesuai jadwal sebagai dua seri penutup musim setelah GP Las Vegas.

Namun, konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut membuat Formula 1 menyiapkan sejumlah skenario, termasuk kemungkinan memindahkan balapan penutup musim ke Eropa jika seri di Timur Tengah tidak dapat dilaksanakan.


Keputusan Tunggu September

Stefano Domenicali, CEO Formula 1, bereaksi dalam resepsi perayaan 75 tahun Formula 1 di 10 Downing Street, London pusat, pada 2 Juli 2025. (Jaimi Joy/POOL/AFP)

Domenicali menjelaskan pihaknya sengaja menunggu hingga pertengahan September agar memiliki waktu lebih banyak untuk melihat perkembangan situasi.

Menurutnya, hingga kini tidak ada perubahan pada kalender karena GP Qatar dan GP Abu Dhabi masih berstatus dikonfirmasi.

Ia juga mengungkapkan tingginya antusiasme penggemar, yang terlihat dari tiket kedua balapan tersebut telah habis terjual.

Domenicali menegaskan Formula 1 belum akan terburu-buru mengambil keputusan terkait dua seri penutup musim. Menurutnya, F1 masih akan memantau perkembangan situasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Kami akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk melihat bagaimana situasi berkembang. Kami akan mengambil keputusan pada waktu yang tepat, tidak sebelum pertengahan September," kata Domenicali kepada sejumlah media, termasuk Motorsport.com.


Eropa Jadi Opsi Penutup Musim

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen melintasi garis finis dalam ajang balap Formula 1 GP Qatar 2025 di Sirkuit Lusail, Lusail, Qatar, Minggu (30/11/2025) waktu setempat. (AFP/Andrej Isakovic)

Hingga saat ini, GP Qatar dan GP Abu Dhabi tetap masuk kalender sesuai rencana. Menurut Domenicali, antusiasme terhadap kedua balapan juga sangat tinggi, tecermin dari tiket yang telah habis terjual.

"Kedua balapan itu sudah sold out. Itu merupakan tanda luar biasa bahwa olahraga ini lebih besar daripada persoalan yang sedang dihadapi dunia," tambahnya.

Formula 1 juga telah menyiapkan skenario apabila kondisi keamanan di Timur Tengah tidak kunjung membaik. Menurut Domenicali, jika GP Qatar dan GP Abu Dhabi tidak dapat digelar, penutup musim akan dipindahkan ke Eropa.

"Jika kami tidak bisa berlomba di Timur Tengah, kami akan mengakhiri musim di Eropa karena kami tidak bisa pergi ke tempat lain," ujar Domenicali.

Ia mengungkapkan sudah ada beberapa opsi yang dipertimbangkan, tetapi belum ingin mengumumkannya kepada publik.


Bantahan Domenicali

Usai balapan di Circuit of The Americas (COTA) berakhir, total ada empat pembalap yang mendapat jatah pemeriksaan random oleh FIA. (AP Photo/Eric Gay)

Dari sejumlah alternatif yang tersedia, Imola menjadi sirkuit yang paling berpeluang menjadi tuan rumah pengganti.

Sementara itu, sirkuit di Turki dan Portugal masih menjalani peningkatan fasilitas agar memenuhi standar Formula 1 untuk kembali masuk kalender.

Domenicali juga membantah rumor yang menyebut Formula 1 akan menggelar balapan tambahan di Circuit of The Americas maupun dua seri berturut-turut di Las Vegas.

Menurutnya, langkah tersebut berpotensi mengurangi nilai GP Las Vegas yang masih berkembang sekaligus berbenturan dengan jadwal NFL pada masa libur Thanksgiving di Amerika Serikat.

"Saya bisa menjamin bahwa kami tidak akan menggelar balapan lain di Amerika Serikat. Memang sempat ada kemungkinan mengadakan dua balapan di Las Vegas, tetapi kami tidak ingin merusak sesuatu yang sedang berkembang dengan menurunkan nilainya," ujar Domenicalli.

 

Sumber: Motorsport

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait