Bola.com, Jakarta - Kegagalan Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 menjadi titik awal perubahan besar. Setelah tersingkir secara mengejutkan di babak 16 besar oleh Norwegia, pelatih Carlo Ancelotti memastikan Selecao akan memasuki era baru dengan mengandalkan lebih banyak pemain muda menuju Piala Dunia 2030.
Meski hasil di Piala Dunia jauh dari harapan, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Ancelotti untuk melanjutkan proyek jangka panjang bersama tim nasional.
Pelatih asal Italia itu pun menegaskan bahwa regenerasi skuad akan segera dimulai.
"Kami akan mulai membangun tim baru dengan melihat para pemain muda, tetapi tanpa menutup kemungkinan mempertahankan beberapa pemain yang tampil di Piala Dunia dan masih memiliki banyak hal untuk diberikan kepada tim nasional," ujar Ancelotti dalam pernyataan resmi CBF, seperti dilansir World Soccer Talk, Kamis (30/7/2026).
Perombakan skuad tersebut diperkirakan akan mengakhiri perjalanan beberapa pemain senior bersama Timnas Brasil. Setelah Neymar mengonfirmasi pensiun dari tim nasional, sejumlah nama berpengalaman lainnya juga diprediksi mengikuti jejak sang megabintang.
Beberapa Veteran Masih Dipertahankan
Di lini depan, Ancelotti diyakini akan mulai memberikan peran lebih besar kepada Endrick dan Rayan sebagai wajah baru serangan Brasil. Keduanya diproyeksikan menjadi tandem Vinicius Junior dalam proyek jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.
Sementara itu, Ederson diperkirakan akan mendapat tanggung jawab lebih besar di lini tengah, terutama jika Casemiro benar-benar meninggalkan proyek timnas setelah dikabarkan melanjutkan karier bersama Inter Miami.
Perubahan terbesar juga berpotensi terjadi di sektor bek sayap. Brasil disebut mulai melirik talenta-talenta muda dari kompetisi domestik mengingat Danilo dan Douglas Santos sudah memasuki fase akhir karier mereka.
Meski melakukan regenerasi, Ancelotti tetap berencana mempertahankan sejumlah pemain senior yang masih tampil konsisten di level tertinggi.
Marquinhos, Alisson Becker, dan Raphinha diperkirakan tetap menjadi bagian penting dari skuad Brasil karena masih bermain di klub-klub elite Eropa dan dinilai mampu memberikan kontribusi besar, terutama menjelang Copa America 2028.
Namun, peluang mereka tampil di Piala Dunia 2030 tetap bergantung pada kondisi fisik dan performa masing-masing dalam beberapa tahun ke depan.
Lini Depan Jadi PR Terbesar Ancelotti
Sejak mengambil alih kursi pelatih Brasil, Ancelotti dinilai berhasil memperbaiki organisasi permainan tim. Pertahanan dan lini tengah Selecao tampil jauh lebih solid sehingga Brasil kembali menjadi salah satu tim yang sulit ditembus lawan di kawasan CONMEBOL.
Namun, satu persoalan besar masih menghantui, yakni tumpulnya lini serang. Karena itu, Ancelotti kini fokus mencari sosok penyerang yang mampu menjadi mesin gol baru Brasil.
Nama Endrick disebut sebagai calon ujung tombak utama Brasil menuju Piala Dunia 2030. Meski hingga kini masih berjuang mendapatkan tempat utama di Real Madrid, striker muda tersebut diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi andalan baru Selecao.
Apabila mampu berkembang secara konsisten, Endrick diperkirakan menjadi pilihan utama di lini depan berkat kemampuan mencetak gol dan kontribusinya dalam permainan kolektif.
Cunha Masih Jadi Andalan
Untuk saat ini, Matheus Cunha masih menjadi opsi favorit Ancelotti di lini serang. Penyerang tersebut merupakan pilihan utama sang pelatih sepanjang Piala Dunia 2026.
Meski demikian, Cunha dinilai bukan tipikal striker yang sangat produktif dalam urusan mencetak gol. Ia justru lebih efektif ketika berperan sebagai penyerang kedua atau gelandang serang.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Igor Thiago untuk kembali bersaing.
Setelah tampil di bawah ekspektasi, penyerang itu diperkirakan akan mendapat kesempatan membuktikan diri melalui laga-laga uji coba. Jika mampu mengulangi performa impresifnya di Premier League, bukan tidak mungkin Igor Thiago merebut posisi starter di era baru Timnas Brasil di bawah Carlo Ancelotti.
Sumber: World Soccer Talk
Penulis: Arif Anggara Putra