Penasihat Gianni Infantino Tinggalkan FIFA, Tolak Rencana Investasi Swasta di Piala Dunia

Penasihat senior Presiden FIFA, Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, memutuskan mundur.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 31 Juli 2026, 21:45 WIB
Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Polemik rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan bisnis Piala Dunia kepada investor swasta terus bergulir.

Kali ini, penasihat senior Presiden FIFA, Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, memutuskan mundur dari jabatannya di tengah gelombang penolakan terhadap proposal kontroversial tersebut.

Advertisement

Cordeiro, yang juga mantan Presiden Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer), menegaskan dirinya tidak terlibat dalam penyusunan proposal tersebut. Bahkan, ia secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap rencana FIFA yang ingin melepas 20 persen saham bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

"Saya ingin menegaskan, saya sama sekali tidak terlibat dalam proposal ini dan saya menolaknya tanpa syarat," kata Cordeiro dalam pernyataan resminya, Jumat (31/7/2026).

"Ini adalah kesepakatan yang buruk bagi asosiasi anggota FIFA, buruk bagi sepak bola, dan buruk bagi masa depan olahraga ini dalam jangka panjang," lanjutnya.


FIFA dalam Tekanan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Pengunduran diri Cordeiro terjadi di tengah tekanan besar terhadap FIFA.

Sebelumnya, UEFA lebih dulu menyatakan siap memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila rencana tersebut tetap dijalankan. Sikap serupa kemudian diikuti Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan CONCACAF yang menyatakan solidaritas terhadap penolakan tersebut.

Meski mendapat penolakan dari berbagai konfederasi, FIFA tetap bergeming. Dalam pernyataan resminya pada Jumat (31/7/2026), badan sepak bola dunia itu menegaskan tidak ada pihak yang menjual sepak bola.

FIFA juga memastikan proses pembahasan investasi swasta akan tetap dilanjutkan. Berdasarkan berbagai laporan, FIFA berencana menjual 20 persen kepemilikan bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta dengan valuasi yang disebut mencapai sekitar 20 miliar dolar AS.


Syarat Disahkan

Ilustrasi trofi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Sementara itu, Gianni Infantino sebelumnya menjelaskan proposal tersebut hanya dapat disahkan apabila memperoleh dukungan mayoritas sederhana dalam Kongres FIFA. Artinya, sedikitnya 106 dari total 211 asosiasi anggota FIFA harus memberikan suara setuju agar rencana tersebut bisa direalisasikan.

Di tengah kontroversi yang terus berkembang, posisi Infantino sebagai Presiden FIFA belum tergoyahkan.

Gianni telah memimpin FIFA selama lebih dari satu dekade dan saat ini menjadi kandidat terkuat untuk kembali terpilih dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret tahun depan karena belum memiliki penantang.

Sumber: ESPN

Berita Terkait