5 Rekrutan Terbaik Arsenal dari Real Madrid, Vinicius Junior Next?

Ketertarikan Arsenal terhadap Vinicius Junior belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 04 Agustus 2026, 07:30 WIB
Martin Odegaard (kiri) berduel dengan Casemiro saat Arsenal menjamu Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium, Minggu (26/1/2026) malam WIB. (Mike Egerton/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Ketertarikan Arsenal terhadap Vinicius Junior belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Jika winger asal Brasil itu benar-benar bergabung, ia akan menjadi satu di antara rekrutan terbesar dalam sejarah klub.

Arsenal memang tidak memiliki riwayat panjang dalam merekrut pemain langsung dari Real Madrid. Hanya ada sedikit rekam jejak perpindahan pemain dari Madrid ke London Utara tersebut. 

Advertisement

Meski begitu, setiap transfer menghadirkan hasil yang berbeda-beda, mulai dari yang kurang memuaskan hingga menjadi sosok penting bagi The Gunners. 

Berikut peringkat lima pemain yang pernah direkrut Arsenal langsung dari Real Madrid.

 


5. Davor Suker

Striker Davor Suker kala membela Arsenal. (AFP/Adrian Dennis)

Secara kualitas sebagai pemain, Davor Suker sebenarnya layak berada beberapa tingkat lebih tinggi dalam daftar ini. Namun, penilaian tersebut didasarkan pada kiprahnya bersama Arsenal.

Di Highbury ia tidak mampu menunjukkan performa seperti saat meraih berbagai trofi bersama Real Madrid maupun ketika tampil gemilang di Piala Dunia 1998.

Arsenal mengeluarkan dana 3,5 juta poundsterling untuk mendatangkannya pada 1999. Nilai tersebut memang bukan transfer yang sangat besar, tetapi juga tidak bisa dibilang kecil pada masa itu.

Suker bukanlah kegagalan total karena mampu mencetak delapan gol dari 22 penampilan di Premier League. Namun, ia juga tidak bisa disebut sebagai rekrutan yang benar-benar sukses.

Suker gagal menggantikan peran Nicolas Anelka yang hengkang ke Real Madrid pada musim panas tersebut. Beruntung bagi Arsenal, Thierry Henry yang datang sehari kemudian mampu mengisi kekosongan itu.

 


4. Dani Ceballos (Pinjaman)

Dani Ceballos (Arsenal) - Pemain 24 tahun ini terpaksa dipinjamkan Real Madrid karena ketatnya persaingan di lini tengah yang diisi nama beken seperti Casemiro, Toni Kross dan Luka Modric. Kini Ceballos memperkuat Arsenal sejak musim 2019 hingga saat ini. (AFP/Pool/Catherine Ivill)

Dani Ceballos disebut sebagai gambaran awal era kepelatihan Mikel Arteta di Arsenal. Ia tampil cukup baik dan menunjukkan potensi, tetapi pada akhirnya dinilai belum cukup bagus untuk menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang klub.

Ceballos memiliki karakter khas gelandang Spanyol dengan kemampuan teknik yang baik dan mampu menjaga aliran permainan. Namun, ia dinilai tidak memiliki kualitas yang mampu membuat penggemar terpukau seperti Santi Cazorla, Thiago Alcantara, David Silva, atau Juan Mata.

Meski begitu, Ceballos tetap layak mendapat apresiasi atas penampilannya ketika Arsenal mengalahkan Chelsea pada final Piala FA 2020. Namun, fakta bahwa dua periode peminjamannya tidak pernah berubah menjadi transfer permanen sudah cukup menggambarkan perjalanannya.

Setelah kembali ke Real Madrid, ia juga menghabiskan lima musim sebagai pemain pelapis yang tidak terlalu menonjol.

 


3. Julio Baptista (Pinjaman)

Julio Baptista merupakan pemain Real Madrid yang dipinjamkan ke Arsenal pada tahun 2006. Sayang, penampilan Baptista tak mampu memikat Arsene Wenger untuk dipermanenkan di Arsenal, sehingga dirinya harus dikembalikan ke Real Madrid pada musim berikutnya. (Foto: AFP/John D Mchugh)

Julio Baptista, yang dijuluki "La Bestia", dikenal sebagai pemain yang sulit diprediksi. Dalam satu momen ia bisa tampil seperti pemain kelas dunia, tetapi pada momen berikutnya justru terlihat kesulitan melakukan hal-hal sederhana.

Penempatannya di atas dua mantan juara Liga Champions mungkin terasa mengejutkan. Namun, dalam sepak bola, momen dan kenangan juga memiliki nilai tersendiri. Baptista meninggalkan kesan yang sulit dilupakan selama berseragam Arsenal.

Salah satu alasan utamanya adalah keberhasilannya mencetak empat gol ke gawang Liverpool di Anfield, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Suker maupun Ceballos. Selain itu, statusnya sebagai pemain pinjaman membuat Arsenal tidak mengambil risiko besar apabila transfer tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

 


2. Mesut Ozil

1. Mesut Ozil (Arsenal) - Pemain asal Jerman ini belum tampil pada laga kompetitif Arsenal di musim ini. Sejak Maret 2020, Ozil sudah tidak pernah terlihat di lapangan dan tidak masuk dalam daftar skuad Arsenal untuk Liga Ingrris dan Liga Europa pada musim ini. (AFP/Ian Kington/IKIMAGES)

Mesut Ozil menjadi pemain yang membuat pendukung Arsenal bermimpi sekaligus memunculkan banyak perdebatan. Pada awal kedatangannya dari Real Madrid, ia dianggap sebagai rekrutan yang mampu mengubah kualitas tim.

Antusiasme terhadap transfernya menjadi satu di antara yang terbesar pada era Stadion Emirates. Ozil kemudian membalas kepercayaan tersebut melalui banyak assist, berbagai momen brilian, serta membantu Arsenal meraih dua gelar Piala FA ketika klub sedang kesulitan meraih trofi lainnya.

Hubungannya dengan Mikel Arteta akhirnya memburuk seiring perubahan gaya permainan yang mulai meninggalkan peran klasik nomor 10. Namun, pada masa terbaiknya, Ozil tetap menjadi satu di antara pemain paling menghibur di Premier League.

 


1. Martin Odegaard

Bek Paris Saint-Germain asal Ekuador, Willian Pacho (#51), mengoper bola di depan gelandang Arsenal FC asal Norwegia, Martin Odegaard (#8), dalam pertandingan final Liga Champions antara PSG dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. (Foto: NICOLAS TUCAT / AFP.)

Martin Odegaard menempati posisi pertama dalam daftar ini.

Kapten tim asal Norwegia tersebut berhasil membawa Arsenal meraih gelar Liga Inggris pertama mereka dalam 22 tahun.

Pencapaian tersebut dinilai sudah cukup menjadi alasan mengapa Odegaard layak disebut sebagai rekrutan terbaik Arsenal dari Real Madrid.

Sumber: PlanetFootball

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait