Piala AFF 2026: Peluang ke Semifinal Masih Terbuka, Timnas Indonesia Diminta Perbaiki Transisi Bertahan dan Organisasi Permainan

Kekalahan memalukan yang dialami Timnas Indonesia saat menjamu Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 menuai sorotan.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 04 Agustus 2026, 12:00 WIB
Para pemain Timnas Indonesia bersama pelatih John Herdman dan staf pelatih menghampiri suporter usai laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) malam WIB. (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Bola.com, Bogor - Kekalahan memalukan yang dialami Timnas Indonesia saat menjamu Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 menuai sorotan. Satu di antaranya datang dari pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro.

Bermain di Stadion Pakansari, Senin (3/8/2026) malam WIB, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam 0-3. Tiga gol tim tamu dicetak Nguyen Van Vi (6'), Nguyen Hai Long (15'), dan Nguyen Xuan Son (71').

Advertisement

Luciano Leandro menilai Timnas Indonesia sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Tetapi, dominasi penguasaan bola tidak diimbangi efektivitas di depan gawang lawan.

Berdasarkan statistik Lapangbola, Tim Merah-Putih mencatatkan 61 persen penguasaan bola, sedangkan Vietnam hanya 39 persen. Meski begitu, Vietnam tampil lebih klinis dalam memanfaatkan kesempatan.

"Menghadapi tim sekuat Vietnam, setiap peluang harus dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, hal itu tidak terlihat pada pertandingan kali ini," ujar Luciano kepada Bola.com.


Belajar dari Kekalahan

Pertandingan Timnas Indonesia kontra Vietnam pada lanjutan Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Dari segi peluang, Timnas Indonesia melepaskan total sembilan percobaan. Tiga tembakan skuad Garuda mengarah ke sasaran, sedangkan Vietnam melakukan 10 shots dengan enam yang on target.

Menurut Luciano, kekalahan ini harus dijadikan bahan evaluasi bagi elemen tim. Masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki jika Timnas Indonesia ingin melangkah lebih jauh di Piala AFF 2026.

"Sepak bola selalu memberikan kesempatan untuk belajar. Kekalahan seperti ini harus menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk memperbaiki transisi bertahan, meningkatkan organisasi permainan dan mencari solusi agar lini depan lebih tajam," katanya.

"Tim yang ingin menjadi juara bukanlah tim yang tidak pernah kalah, tetapi tim yang mampu belajar dan bangkit setelah kekalahan. Saya percaya Indonesia memiliki potensi untuk berkembang jika mampu mengambil pelajaran dari pertandingan ini," ucap Luciano.


Wajib Menang di Markas Singapura

Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker menunjukkan ekspresi kecewa usai gagal mencetak gol ke gawang Vietnam pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 0-3 dalam pertandingan tersebut. (KLY/Budy Santoso)

Keok dari Vietnam mencoreng tren positif Timnas Indonesia di fase grup Piala AFF 2026. Sebelumnya, skuad Garuda sukses menekuk Kamboja 5-1 dan melibas Timor Leste tiga gol tanpa balas.

Hasil minor ini membuat Timnas Indonesia harus turun ke peringkat ketiga Grup A dengan nilai enam. Adapun Vietnam melesat ke puncak dengan tujuh poin, sama seperti Singapura, namun unggul selisih gol.

Tim Garuda masih memiliki peluang untuk lolos ke semifinal Piala AFF 2026. Syaratnya, Timnas Indonesia wajib menang saat menghadapi Singapura pada pertandingan terakhir Grup A.

Timnas Indonesia akan menantang tuan rumah Singapura di Jalan Besar Stadium, Singapura, Jumat (7/8/2026) pukul 20.00 WIB. Tiga poin menjadi target utama demi menjaga asa melaju ke babak empat besar.

Berita Terkait