Campus League 2026 Badminton Regional Bandung Berjalan Seru, Sekjen PBSI Berikan Dukungan untuk Jadi Turnamen Tahunan

Menurut Sekjen PBSI, Ricky Soebagdja, para student-athlete yang tampil di Campus League 2026 Badminton Regional Bandung menunjukkan semangat dan motivasi tinggi sepanjang pertandingan.

Bola.com, Bandung - Rampung sudah Campus League 2026 Badminton Regional Bandung pada Jumat (18/9/2026). Sekjen PP PBSI, Ricky Soebagdja, memberikan apresiasi terhadap perjuangan student-athlete yang bersaing di turnamen itu, dan berharap Campus League bisa digelar setiap tahunnya.

Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta keluar sebagai juara Campus League Badminton Regional Bandung kategori beregu setelah melewati partai final penuh drama kontra Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Bertanding di GOR Bandung, Jumat (18/9/2026), BINUS harus berjuang hingga tiga gim sebelum memastikan gelar juara dengan kemenangan 45-55, 55-44, 55-53.

Sementara itu, Universitas Budi Luhur Jakarta mengamankan posisi ketiga setelah menundukkan Universitas Gunadarma Depok dalam pertandingan yang juga berlangsung tiga gim, 55-44, 46-55, 55-38.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja mengatakan persaingan di final Campus League 2026 Badminton Regional Bandung ini berlangsung sengit.

Menurut Ricky Soebagdja, para student-athlete menunjukkan semangat dan motivasi tinggi sepanjang pertandingan. Ricky juga mengakui para atlet mampu memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.

“Mereka memanfaatkan kesempatan ini. Jatuh bangun di lapangan, semangat, dan motivasi mereka tinggi. Poin 55, kekompakan tim kampus terlihat, ini sangat baik untuk student-athlete menunjukkan skill terbaik mereka,” kata mantan atlet bulutangkis ini.

Ricky mendukung rencana Campus League untuk menjadi turnamen tahunan. Menurutnya, kompetisi itu dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan atlet bulutangkis Indonesia di masa mendatang.

“Dengan adanya Campus League, pertama, turnamen ini akan jadi ajang yang ditunggu-tunggu. Kedua, persiapan para student-athlete ke depan akan makin baik dengan latihan intens. Campus League adalah wadah mereka untuk berkembang,” sebut Ricky.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Konsistensi Bakal Mendatangkan Kepercayaan, Peserta Akan Makin Banyak

Sementara itu, CEO Campus League, Ryan Gozali, juga memastikan Campus League akan diarahkan menjadi kompetisi tahunan dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Setelah penyelenggaraan di Semarang dan Bandung pada tahun pertama, Campus League berencana merangkul lebih banyak perguruan tinggi di berbagai kota di Pulau Jawa.

“Karena ini Campus League tahun pertama, ini fase pembentukan budaya bulutangkis dan kompetisi student-athlete. Saya percaya, jika konsisten menjalankan, kampus-kampus akan lebih aware dan tahun depan lebih banyak peserta,” kata Ryan.

“Kami sudah berjalan di Semarang dan Bandung. Mungkin, tahun depan bisa merangkul Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya,” tambah Ryan.

Ryan juga menyambut positif jalannya Campus League Badminton Regional Bandung. Ryan menilai persaingan pada The Nationals yang akan digelar di venue yang sama pada 21-25 September 2026 mendatang berpotensi berlangsung lebih sengit.

“Persiapan untuk The Nationals sudah matang. Performa para student-athlete di tingkat regional bagus semua. Bandung menarik karena di kategori individu juaranya beragam, tak hanya dari Bandung, sementara kategori beregu justru tidak ada perwakilan Bandung yang menjadi semifinalis,” kata Ryan.

Menurut Ryan, pengalaman bertanding di level regional membuat para pelatih dan student-athlete memiliki gambaran lebih jelas mengenai kekuatan calon lawan yang akan dihadapi pada The Nationals.

“Kita lihat saja keseruan The Nationals seperti apa, saya yakin coach dan student-athlete mulai berstrategi karena sudah melihat lawan-lawan mereka nanti seperti apa,” tuturnya.

Duel Sengit di Final Beregu

Pertarungan BINUS dan UNJ di final kategori beregu berlangsung ketat sejak pertandingan pertama. Drama dimulai dari nomor tunggal putri. Aura Ihza Aulia (BINUS) menghadapi Laili Dwiyanti Nur Rohmah (UNJ).

Rohmah mengawali pertandingan dengan kemenangan 11-4, sekaligus membawa UNJ unggul pada gim pertama dengan skor 55-45.

Memasuki gim kedua, Aulia bangkit. Ia mampu membalikkan keadaan dan menundukkan Rohmah dalam pertandingan ketat 11-10.

Hasil tersebut memantik semangat para pemain BINUS hingga tim Jakarta itu berbalik unggul 55-44.

Ketegangan makin terasa pada gim ketiga. Kedua tim berulang kali saling mengejar angka. Rohmah beberapa kali berhasil menyamakan kedudukan, mulai dari 8-8, 9-9 hingga 10-10.

Namun, Aulia mampu menjaga ketenangan di poin terakhir dan menutup pertandingan 11-10.

Pada nomor tunggal putra, Jovan Sammy Sukardi (BINUS) berhadapan dengan Ray Mutaqqin (UNJ). Duel berlangsung sengit dengan sejumlah skor imbang, di antaranya 12-12, 13-13, 14-14, dan 15-15.

Persaingan berlanjut hingga kedudukan 20-20. Jovan akhirnya berhasil mengamankan kemenangan 22-20 dan memperbesar keunggulan BINUS.

Berikutnya, sektor ganda putra mempertemukan Steven Setiawan/Jonathan Sutanto (BINUS) dengan Demorza Naafi/Ray Mutaqqin (UNJ).

Kedua pasangan kembali terlibat pertarungan ketat. Tiga kali skor berada dalam kedudukan imbang, yakni 24-24, 31-31, dan 32-32. BINUS akhirnya mampu keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 33-32.

Partai keempat yang mempertemukan ganda campuran Jonathan Sutanto/Veren Irvana Daula (BINUS) dengan Demorza Naafi/Citra M. Surono (UNJ) tak kalah sengit.

UNJ tujuh kali mampu menyamakan kedudukan BINUS dari skor 33 hingga 38. Tekanan semakin meningkat menjelang akhir pertandingan ketika kedua tim kembali berada dalam posisi 43-43. BINUS akhirnya mengunci kemenangan tipis 44-43.

Pada partai terakhir, persaingan berlanjut di sektor ganda putri. Feodora Hisanah/Veren Irvana Daula (BINUS) menghadapi Antonia H. Haganingrum/Citra M. Surono (UNJ).

Setelah kedudukan 45-45, kedua pasangan terlibat reli-reli panjang. UNJ sempat terus membayangi BINUS melalui skor 48-48, 49-49, hingga 50-50.

Namun, BINUS perlahan mampu melepaskan diri dari tekanan dan akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 55-53.

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan BINUS menjadi juara Campus League Badminton Regional Bandung kategori beregu.

Kini, BINUS dan tiga tim lainnya dari Regional Bandung akan bersiap menghadapi The Nationals bersama empat semifinalis dari Regional Semarang.

Campus League Badminton The Nationals akan berlangsung di GOR Bandung, Jawa Barat, pada 21-25 September 2026.

Untuk kategori individu, delapan pemain, pasangan, atau triple terbaik dari masing-masing regional berhak melaju ke The Nationals.

Sementara untuk kategori beregu, empat tim semifinalis dari masing-masing regional akan bersaing memperebutkan gelar juara nasional.

Dari Regional Bandung, empat tim yang lolos adalah Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Gunadarma.

Sementara itu, Regional Semarang diwakili Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai juara, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Video Populer

Foto Populer