Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akhirnya menemukan ujian yang sesungguhnya di Piala AFF 2026. Tim besutan John Herdman itu dipermalukan 0-3 oleh Vietnam di matchday ketiga Grup A di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Padahal, tim merah putih turun dengan komposisi terbaik di ajang ini.
Mitchel Bakker, Tom Haye, Rizky Ridho dan lainnya turun sejak menit awal. Tapi, justru mereka sepertinya lengah. Vietnam sudah mencetak dua gol ketika laga baru berjalan 14 menit, yakni lewat Nguyen van Vi dan Nguyen Hai Long. Sedangkan gol ketiga Vietnam lahir lewat Nguyen Xuan Son pada menit 69.
Ini jadi pukulan telak bagi Indonesia. Thom Haye dkk. digadang jadi kandidat kuat juara. Namun, kenyataannya justru dihancurkan Vietnam didepan publik sendiri. Mantan pemain Timnas Indonesia era 90-an, I Made Pasek Wijaya ikut menyayangkan kekalahan ini.
“Tentu ikut sedih melihat kekalahan ini. Sepertinya, ada kelengahan. Atau kaget karena Vietnam main dengan fighting spirit tinggi,” kata pria yang kini jadi pelatih Bali United U-20 ini.
Tapi, dia melihat jika masih ada waktu untuk bangkit bagi Timnas Indonesia. Yakni saat melawan Singapura di partai terakhir Grup A. Jika meraih kemenangan, tiket ke semifinal ada dalam genggaman. “Masih ada waktu untuk memperbaiki performa tim. Jadi, ini bukan akhir. Kami yakin tim ini masih bisa berbicara banyak di Piala AFF,” harapnya.
Timnas Indonesia seperti terkejut dengan permainan Vietnam. Maklum, sebelumnya Indonesia menghadapi dua lawan ringan, yakni Kamboja dan Timor Leste. Sehingga pemain Indonesia tak terlalu banyak menerima tekanan. Berbeda dengan Vietnam yang bermain militan dengan pressing ketat, sehingga Mitchel Bakker yang sudah mencetak 4 gol dalam dua laga sebelumnya dibuat tak berkutik.
Berikut rapor Timnas Indonesia saat ditekuk Vietnam.
Belakang
Kiper
Nadeo Argawinata: 5
Tiga gol bersarang ke gawangnya. Nadeo selalu dibuat salah langkah dengan finishing touch pemain Vietnam yang mencatatkan namanya di papan skor.
Belakang
Rizky Ridho: 6
Bisa dibilang laga ini jadi mimpi buruk bagi Ridho. Gol pertama Vietnam berasal dari kesalahannya. Karena kontrol bola yang dilakukan Ridho tak sempurna sehingga diserobot lawan. Area kanan pertahanan juga seringkali diterobos pemain Vietnam.
Jordi Amat: 6,5
Permainannya tak terlalu buruk. Dia jadi pemain paling banyak melakukan intersep. Yakni 6 kali. Meskipun beberapa kali dia harus kewalahan menutup kecepatan serangan Vietnam.
Shayne Pattynama: 6
Bek asal Persija Jakarta ini sudah berjuang keras. Cukup sering dia mengamankan bola liar yang bergulir di area pertahanan Indonesia. Tapi, Shayne juga tak sanggup mematikan gerakan penyerang lawan. Seperti yang terlihat di gol terakhir Vietnam.
Tengah
Eliano Reijnders: 6,5
Dua kali dia tercatat memberikan key pass ke lini depan. Sayang, tak ada yang bisa menuntaskannya menjadi gol. Tapi di sisi lain, sektor kanan jadi posisi yang cukup sering dijadikan celah bagi serangan Vietnam.
Tom Haye: 6,5
Sang profesor kesulitan mengatur irama permainan di laga ini. Karena pemain Vietnam selalu menutup ruang umpannya. Tom juga dapat kawalan ketat. Di awal laga, dia dibuat tersungkur karena pinggangnya dihantam lutut lawan.
Marc Klok: 6
Kontribusinya tak terlalu terlihat. Dia kesulitan memutus serangan lawan dari lini tengah.
Ivar Jenner: 6,5
Penyeimbang lini tengah ini tak bisa berbuat banyak. Ivar kalah agresif dengan pemain tengah lawan. Tapi, dia punya 71 umpan sukses di laga ini. Hanya saja, tidak banyak umpan yang membahayakan pertahanan lawan.
Dony Tri Pamungkas: 6,5
Bisa dibilang dia jadi pemain yang paling sibuk di babak pertama. Dony aktif membantu pertahanan. Namun juga tetap aktif membantu serangan dengan akselerasinya di sektor kiri. Hanya saja dia kehabisan tenaga di pertengahan babak kedua.
Depan
Mitchell Baker: 6,5
Memiliki beberapa peluang di laga ini. Namun, tidak ada yang bisa dituntaskan menjadi gol. Mitchell kehilangan ketenangan didepan gawang karena selalu dapat gangguan ketika melakukan finishing.
Ragnar Oratmangoen: 6
Ruang geraknya dikunci pemain belakang Vietnam, sehingga dia sulit berkolaborasi dengan tandemnya, Mitchel Baker di lini depan. Padahal Ragnar biasanya sangat mudah membongkar pertahanan lawan dengan kecepatannya.
Pengganti
Beckham Putra: 6
Dia diharapkan bisa mengubah situasi di babak kedua. Namun, tidak banyak perubahan yang diberikannya. Permainan Indonesia masih bisa dibaca pertahanan Vietnam.
Tim Geypens: 6
Karena Indonesia kesulitan menembus pertahanan Vietnam, Gyepens dimasukkan untuk lebih banyak mengirimkan umpan crossing dari sisi kiri. Dia punya kelebihan tersebut. Tapi, Geypens juga tidak punya banyak momen saat membantu serangan di laga ini.
Jens Raven: 6
Dengan posturnya yang jangkung, Indonesia berharap lebih banyak mengancam gawang Vietnam dengan bola atas. Tapi, Jens juga tak punya banyak peluang di laga ini.
Rizky Eka Pratama: 6,5
Pemain pengganti yang sempat memberi harapan untuk Indonesia. Ketika masuk, Rizky berani melakukan akselerasi dan melakukan finishing ke gawang Vietnam. Sayang, aksi-aksinya masih tidak membuat Indonesia pecah telur.
Rayhan Hannan: 5,5
Jadi pemain paling akhir yang dimasukkan. Di menit 90 dia baru turun menggantikan Ivar Jenner, sehingga Rayhan tak punya waktu untuk berkontribusi.