Erick Thohir Tegaskan Dukungan PSSI untuk Khiev Sameth Pimpin AFF 2026-2031

PSSI resmi mendukung Khiev Sameth melanjutkan kepemimpinan AFF 2026–2031. Erick Thohir menyoroti stabilitas, transformasi PSSI, dan agenda FIFA di kawasan.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 04 Agustus 2026, 14:54 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) Khiev Sameth. (Istimewa)

Bola.com, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menyatakan dukungan penuh kepada Khiev Sameth untuk melanjutkan masa jabatan sebagai Presiden AFF pada periode 2026–2031.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan langsung dukungan ini, menggarisbawahi rangkaian pencapaian dan transformasi positif yang ditunjukkan AFF di bawah kepemimpinan Sameth.

Advertisement

Erick menegaskan kesinambungan kepemimpinan di AFF krusial, seiring momentum kebangkitan sepak bola Asia Tenggara di panggung global.


Mandat PSSI untuk Kelanjutan Kepemimpinan AFF

Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) Khiev Sameth. (Istimewa)

PSSI menilai keberlanjutan arah kebijakan di tingkat regional perlu dijaga agar penguatan kompetisi dan kolaborasi antarasosiasi tetap konsisten. Dukungan kepada Khiev Sameth menjadi bagian dari upaya memastikan fondasi tersebut tak terputus pada periode berikutnya.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Khiev Sameth, AFF terus menjadi kekuatan yang menyatukan sepak bola Asia Tenggara. AFF berkomitmen besar dalam memperkuat kolaborasi antar asosiasi anggota serta meningkatkan kualitas kompetisi di kawasan kita," ujar Erick Thohir pada keterangannya.

Menurut Erick, AFF yang solid akan mempercepat pengembangan sepak bola di kawasan, selaras dengan target peningkatan kualitas turnamen dan organisasi.

"Kami di PSSI berdiri di belakang Gen. Khiev Sameth. Bersama-sama, kita akan membawa sepak bola Asia Tenggara terbang lebih tinggi," tutup Erick Thohir.


Kepercayaan AFF kepada PSSI dan Agenda Tuan Rumah

Kepercayaan AFF terhadap PSSI turut menjadi basis dukungan ini. Transformasi yang digulirkan PSSI mendapat pengakuan melalui penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah berbagai turnamen AFF dalam tiga tahun terakhir.

Erick merinci daftar ajang regional yang digelar di Indonesia, sebagai bukti penguatan peran PSSI di tingkat kawasan.

"AFF sudah percaya dengan transformasi yang dilakukan PSSI. Kepercayaan ini terbukti nyata dari event-event AFF yang dilaksanakan di Indonesia, seperti ASEAN U-23 Championship 2025, ASEAN U-19 Boys' Championship 2024 dan 2026, ASEAN U-17 Boys' Championship 2024 dan 2026, ASEAN U-19 Women's Championship 2025, serta ASEAN U-16 Girls' Championship 2025," tambah Erick Thohir.

Rangkaian penunjukan tersebut menegaskan kapasitas penyelenggaraan Indonesia serta kemitraan yang erat antara PSSI dan AFF.


Agenda FIFA di Kawasan dan Kebutuhan Stabilitas

Lebih lanjut, Erick menyoroti pentingnya stabilitas kepemimpinan untuk menyambut agenda besar sepak bola dunia yang semakin sering hadir di Asia Tenggara.

"Keberlanjutan kepemimpinan sangat penting karena Asia Tenggara sedang membangun kompetisi level dunia. FIFA telah mempercayakan sejumlah agenda mereka di Asia Tenggara, seperti FIFA World Cup U-17 2023 dan FIFA Series 2026 di Indonesia, FIFA Women's World Cup 2023 di Australia, FIFA Women's Futsal World Cup 2025 di Filipina, dan yang paling membanggakan, Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen perdana FIFA ASEAN Cup 2026," tegas Erick.

PSSI menegaskan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan AFF dan seluruh asosiasi anggota dalam membangun ekosistem yang profesional, kompetitif, dan berkelas dunia.


Profil Khiev Sameth dan Masa Jabatan di AFF

Khiev Sameth merupakan pemimpin militer dari Kamboja yang memimpin Federasi Sepak Bola ASEAN sejak 2019. Ia memegang peran sentral dalam mengorkestrasi berbagai inisiatif penguatan sepak bola kawasan.

Pada November 2022, Sameth terpilih kembali tanpa pesaing untuk periode kedua yang berakhir pada 2026. Perjalanan kepemimpinannya mencerminkan konsistensi arah dan program AFF.

Dengan visi yang dinilai visioner dan inklusif untuk pengembangan sepak bola Asia Tenggara, ia berpeluang besar memperpanjang masa jabatannya. Dukungan PSSI menjadi langkah strategis untuk memastikan kesinambungan visi bersama tersebut.

Melalui dukungan ini, PSSI menempatkan sinergi regional sebagai prioritas, selaras dengan target penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas kompetisi di Asia Tenggara.

Berita Terkait