Legenda MU Roy Keane Akui Kalah Hebat dari 3 Gelandang Inggris

Roy Keane dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Manchester United (MU) dan Premier League.

Bola.com, Jakarta - Roy Keane dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Manchester United (MU) dan Premier League. Namun, legenda asal Irlandia itu pernah membuat pengakuan menarik, menurutnya ada tiga gelandang Inggris yang jauh lebih hebat daripada dirinya.

Keane dikenal sebagai sosok dengan karakter keras, jiwa kepemimpinan kuat, serta kemampuan komplet di lini tengah. Ia juga menjadi salah satu pemain penting MU saat meraih treble bersejarah pada 1998/1999.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi ketika MU menghadapi Juventus pada leg kedua semifinal Liga Champions 1998/1999. Keane tampil luar biasa dan menjadi motor permainan Setan Merah dalam kemenangan 3-2 di Turin.

Dengan ban kapten melingkar di lengannya, Keane dikenal selalu bermain penuh determinasi. Ia tidak segan berduel dengan pemain lawan, termasuk para gelandang tangguh seperti legenda Arsenal, Patrick Vieira.

Namun, di balik karakter kerasnya, Keane ternyata cukup rendah hati ketika berbicara mengenai kualitasnya sendiri.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tidak Ragu Akui Keunggulan Pemain Lain

Dalam sebuah wawancara pada 2020, Keane ditanya mengenai perbandingan dirinya dengan tiga gelandang Inggris yang menjadi rivalnya di era tersebut.

Ketiga nama yang dimaksud adalah Paul Scholes, Steven Gerrard, dan Frank Lampard.

Menariknya, Keane tidak ragu mengakui keunggulan ketiganya.

"Ketika Anda membandingkan saya dengan pemain-pemain seperti Scholes, Gerrard, dan Lampard, mereka jauh lebih baik daripada saya," ujar Keane seperti dikutip Manchester Evening News, Sabtu (19/9/2026). 

Keane tentu sangat memahami kualitas Scholes. Keduanya merupakan bagian dari generasi emas Setan Merah yang meraih treble pada 1999. Scholes bahkan kemudian menjadi salah satu gelandang paling sukses dalam sejarah Premier League dengan koleksi 11 gelar liga bersama MU.

Sementara itu, Gerrard dan Lampard mulai memasuki masa keemasan ketika Keane meninggalkan Old Trafford pada 2005.

Gerrard menjadi ikon Liverpool dan mengantarkan The Reds meraih trofi Liga Champions 2005. Adapun Lampard menjelma menjadi salah satu gelandang tersubur dalam sejarah Premier League bersama Chelsea.

Lampard tercatat mencetak 177 gol dalam 609 penampilan di Premier League. Ia juga memenangkan tiga gelar liga dan Liga Champions 2012.

 

Gerrard Punya Pandangan Berlawanan

Keane kemudian menjelaskan bahwa pengakuannya bukan berarti ia merasa tidak memiliki pengaruh besar di tim yang dibelanya.

"Saya tidak mengatakan mereka memiliki pengaruh yang sama di tim mereka seperti saya. Saya juga tidak bisa bersaing dengan orang-orang itu, tetapi ya, mereka lebih baik daripada saya," katanya.

Keane bahkan menambahkan candaan mengenai masa mudanya. "Saya punya beberapa pemain di Rockmount yang lebih baik daripada saya. Saya tidak memiliki ilusi tentang itu," ujarnya.

Pernyataan tersebut cukup menarik mengingat Keane dikenal sebagai salah satu gelandang paling berpengaruh di generasinya.

Menariknya, Steven Gerrard justru memiliki pandangan yang berlawanan dengan Keane.

Mantan kapten Liverpool itu pernah menyebut Keane sebagai gelandang nomor satu dalam sejarah Premier League.

"Roy Keane nomor satu. Sisanya berbeda-beda. Frank adalah gelandang pencetak gol terbaik, Scholes adalah pesepak bola terbaik, Patrick Vieira adalah lawan yang paling sulit. Saya senang bermain melawan mereka semua," kata Gerrard.

Sumber: Manchester Evening News

 

Video Populer

Foto Populer