Marcus Rashford Bisa Menangi Ballon d'Or Bersama MU, Ini Syaratnya

Eks MU yakin Marcus Rashford masih punya kans memenangi Ballon d'Or.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Agustus 2026, 09:30 WIB
Penyerang Aston Villa, Marcus Rashford, merayakan golnya ke Brighton dalam lanjutan Premier League di Stadion Falmer, Kamis dini hari WIB (3-4-2025). (Bola.com/X @AVFCOfficlal)

Bola.com, Jakarta - Marcus Rashford dinilai masih memiliki peluang bersaing memperebutkan Ballon d'Or jika mampu menghidupkan kembali kariernya di Manchester United hingga mencapai level dunia.

Pandangan itu disampaikan eks pemain MU, Lee Sharpe, kepada Sports Mole.

Advertisement

Masa depan Rashford sempat menjadi tanda tanya setelah masa peminjamannya di Barcelona berakhir. Klub asal Katalonia tersebut memutuskan tidak mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai 26 juta paun pada akhir musim.

Selama membela Barcelona, penyerang berusia 28 tahun itu mencatatkan 14 gol dan 14 assist serta ikut membantu tim menjuarai La Liga. Namun, Barcelona memilih mendatangkan Anthony Gordon dan Karim Adeyemi sehingga Rashford harus kembali ke Old Trafford.

Hingga kini Rashford belum tampil pada agenda pramusim MU karena masih menjalani tugas bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Meski begitu, muncul keyakinan bahwa winger tersebut akan mendapat kesempatan membuktikan diri di bawah arahan Michael Carrick, setelah sempat dianggap bakal meninggalkan klub secara permanen pada 2024.


Komitmen Penuh

Penyerang Barcelona asal Inggris #14, Marcus Rashford, berebut bola dengan bek Levante asal Jerman #22, Jeremy Toljan, dalam pertandingan Liga Spanyol antara Levante UD dan FC Barcelona di Stadion Ciutat de Valencia di Valencia, Minggu (24-8-2025) dini hari WIB. (Jose JORDAN/AFP)

Sharpe menilai MU mengambil keputusan tepat apabila mempertahankan Rashford asalkan sang pemain masih memiliki komitmen penuh kepada klub.

"Ini keputusan yang cerdas jika Marcus Rashford memang ingin bermain. Dia pemain yang luar biasa dengan bakat yang juga luar biasa. Saya rasa dia akan menjadi tambahan yang sangat bagus untuk skuad Michael Carrick jika hati dan pikirannya masih bersama Manchester United," ujar Sharpe.

Namun, Sharpe menegaskan Setan Merah tidak membutuhkan Rashford yang tampil tanpa motivasi atau menunjukkan sikap tidak sepenuh hati seperti sebelum hijrah ke Barcelona.

Menurutnya, apabila Rashford benar-benar siap menghadapi tantangan, ia bisa menjadi aset penting, baik sebagai starter maupun pemain pengganti pada menit-menit akhir pertandingan.


Tergantung Mental dan Sikap

Penyerang Inggris #11, Marcus Rashford, merayakan setelah mencetak gol pada pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia di Stadion Dallas di Arlington pada 18 Juni 2026. (Aric Becker/AFP)

Sharpe juga meyakini kualitas Rashford tidak perlu diragukan. Dengan kecepatan, gaya bermain yang agresif, dan kemampuan menyerang lawan, ia menilai Rashford memiliki potensi menjadi pemain kelas dunia.

Meski begitu, semuanya bergantung pada kondisi mental dan sikap sang pemain.

Ia bahkan menilai posisi sayap kiri MU bisa menjadi milik Rashford apabila mentalitas dan etos kerjanya sesuai harapan.

Eks sayap kiri MU periode 1988-1996 itu percaya konsistensi performa dapat membuka peluang bagi Rashford untuk bersaing memperebutkan Ballon d'Or maupun penghargaan individu lainnya.

Meski demikian, Rashford belum pernah sekalipun masuk daftar 30 besar nominasi Ballon d'Or. Penampilan terbaiknya dinilai terjadi pada musim 2022/2023 ketika mencetak 30 gol di semua kompetisi bersama tim asuhan Erik ten Hag.


Kontribusi Ofensif

Marcus Rashford dari Barcelona beraksi dalam pertandingan sepak bola La Liga Spanyol antara Real Sociedad dan Barcelona di San Sebastian, Spanyol, Minggu, 18 Januari 2026. (AP Photo/Miguel Oses)

Untuk benar-benar masuk persaingan Ballon d'Or, Rashford dinilai harus menghasilkan kontribusi ofensif yang jauh lebih besar.

Pemain yang pernah dipinjamkan ke Aston Villa itu juga harus mampu menyamai produktivitas pemain seperti Kylian Mbappe dan Harry Kane, sekaligus melihat MU bersaing hingga level tertinggi di Premier League atau Liga Champions.

Dalam sejarah Ballon d'Or memang pernah muncul pemenang yang dianggap mengejutkan, seperti Michael Owen dan Pavel Nedved.

Akan tetapo, menurut penilaian Sharpe, jika Rashford berhasil meraih penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu, kejutan tersebut akan sebanding dengan kisah Leicester City saat menjuarai Premier League musim 2015/2016.

 

Sumber: Sports Mole

Berita Terkait