Cristian Romero Dicap Satu di Antara Kapten Terburuk dalam Sejarah Premier League

Cristian Romero dinilai sebagai satu di antara kapten terburuk yang pernah ada di Premier League.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Agustus 2026, 10:30 WIB
Bek Tottenham Hotspur asal Argentina bernomor punggung 17, Cristian Romero, melambaikan tangan kepada para penggemar saat meninggalkan lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Tottenham Hotspur di Turf Moor, Burnley, Inggris barat laut pada 24 Januari 2026. Pertandingan berakhir 2-2. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Cristian Romero mendapat kritik tajam terkait perannya sebagai kapten Tottenham Hotspur menjelang kepindahannya.

Mantan penyerang Liverpool, Dean Saunders, bahkan menyebut bek asal Argentina itu sebagai satu di antara kapten terburuk dalam sejarah Premier League. Penilaian serupa juga disampaikan eks striker Aston Villa, Gabby Agbonlahor.

Advertisement

Romero menjalani musim pertamanya sebagai kapten Tottenham pada musim lalu. Namun, Spurs kembali mengakhiri kompetisi di posisi ke-17 Premier League untuk musim kedua secara beruntun.

Sepanjang musim tersebut, bek berusia 28 tahun itu tampil dalam 23 pertandingan dan menerima dua kartu merah.

Ia juga menjadi sorotan pada penghujung musim setelah terbang ke Argentina ketika Tottenham masih harus menjalani laga terakhir yang wajib dimenangi untuk menghindari degradasi.


Penilaian Keras

Pemain Argentina Cristian Romero mencetak gol pertama timnya mereka selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Argentina dan Mesir di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026. (AP Photo/Mike Stewart)

Pada musim panas ini, Romero kembali menjadi perhatian setelah terlibat dalam kontroversi di Piala Dunia 2026 yang membuat Timnas Argentina mendapat banyak kritik.

Rangkaian peristiwa itu membuat Saunders melontarkan penilaian keras terhadap Romero.

"Romero adalah satu di antara kapten terburuk dalam sejarah Premier League," kata Saunders kepada talkSPORT Breakfast.

Ia juga menyoroti performa Tottenham selama Romero menjadi kapten.

"Tottenham finis di posisi ke-17 selama dua musim berturut-turut. Dia kaptennya, jadi tentu tidak bisa dibilang menjalankan perannya dengan baik," imbuhnya.

Saunders mengkritik perilaku Romero di lapangan. Menurutnya, berk berusia 28 tahun itu merupakan pemain yang rentan mendapat kartu merah dan menyebut sikap Romero setelah peluit akhir laga Piala Dunia 2026 menggambarkan karakternya.


Sosok Kapten

Cristian Romero pada pertandingan Tottenham kontra MU di final Liga Europa 2024/2025. (CESAR MANSO / AFP)

Agbonlahor mengaku sependapat dengan penilaian Saunders. Menurut mantan penyerang Timnas Inggris itu, seorang kapten harus menjadi sosok yang dapat diandalkan dan mampu memberi contoh, baik saat pertandingan maupun latihan.

"Kapten adalah sebuah kehormatan. Seorang kapten harus menetapkan standar bagi rekan-rekannya. Romero bukan tipe kapten yang Anda inginkan. Saat tim kesulitan, Anda tidak akan melihatnya mengangkat semangat tim. Dia justru bisa saja mendapat kartu merah," ujar Agbonlahor dalam program Drive.

Ia menilai Romero merupakan pemain yang berisiko bagi tim. Meski mengakui kualitas Romero bersama Timnas Argentina, Agbonlahor menilai bek tersebut seolah merasa dirinya berada di atas Tottenham.

Agbonlahor turut menyinggung keputusan Romero yang sempat bertahan di Argentina menjelang laga terakhir musim lalu. Menurutnya, Romero kemungkinan kembali ke Tottenham karena didorong agennya.


Temperamen Romero

Bek Tottenham Hotspur asal Argentina bernomor punggung 17, Cristian Romero, menghibur kiper Tottenham Hotspur asal Republik Ceko bernomor punggung 31, Antonin Kinsky, setelah ia diganti selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 11 Maret 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Selain itu, Agbonlahor mengkritik temperamen Romero. Ia menyebut Romero memiliki masalah dalam mengendalikan emosi dan menilai sejumlah tekel maupun kartu merah yang diterimanya sepanjang karier sangat mengkhawatirkan.

Ia menegaskan, di Premier League setiap pemain harus bisa dipercaya agar tidak melakukan pelanggaran yang berujung kartu merah yang tidak perlu.

Agbonlahor kemudian membandingkan catatan disiplin Romero bersama klub dan timnas. Menurutnya, Romero telah mengoleksi enam kartu merah bersama Tottenham, sedangkan dari 40 penampilan untuk Argentina belum pernah sekalipun menerima kartu merah.

"Dia mampu melakukan tekel dengan baik ketika memang menginginkannya. Bersama Argentina dia punya 40 caps tanpa kartu merah, tetapi bersama Spurs sudah enam kali mendapat kartu merah. Itu sudah menjelaskan semuanya," ucap Agbonlahor, dikutip dari Talksport.


Segera Tinggalkan Tottenham

Tottenham sebenarnya unggul lebih dahulu lewat gol Cristian Romero di menit ke-11. (AP Photo/Kin Cheung)

Sementara itu, masa depan Romero disebut makin dekat dengan pintu keluar Tottenham setelah lima musim membela klub London Utara tersebut.

Menurut Talksport, Romero telah mencapai kesepakatan pribadi dengan Atletico Madrid. Sebelumnya, ia juga sempat berdiskusi dengan Inter Milan dan dikaitkan dengan Arsenal.

Agbonlahor menilai Atletico merupakan klub yang cocok bagi Romero karena gaya bermain agresif yang identik dengan tim asuhan Diego Simeone.

"Kalau ada tim yang cocok untuk Romero, itu adalah Atletico Madrid. Kalau saya boleh bertaruh siapa pemain yang paling banyak mendapat kartu merah, saya akan memilih dia," lanjut legenda Aston Villa tersebut.

Berita Terkait