Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Luciano Leandro: Semangat Saja Tidak Cukup

Timnas Indonesia sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Ragnar Oratmangoen di menit ke-47 sebelum Singapura menyamakan kedudukan pada babak kedua via Ilhan Fandi.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 08 Agustus 2026, 11:45 WIB
Ekspresi para pemain Timnas Indonesia setelah laga kontra Vietnam pada lanjutan Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan imbang 1-1 Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026) malam WIB.

Timnas Indonesia sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Ragnar Oratmangoen di menit ke-47 sebelum Singapura menyamakan kedudukan pada babak kedua via Ilhan Fandi.

Advertisement

Hasil tersebut membuat Singapura memastikan tiket ke semifinal. Sementara itu, Timnas Indonesia harus puas finis di posisi ketiga Grup A dengan koleksi tujuh poin.

Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai hasil tersebut mengecewakan. Tim Garuda tidak menunjukkan kreativitas yang cukup ketika membutuhkan kemenangan pada laga krusial seperti ini.

"Pertandingan ini cukup mengecewakan untuk Indonesia, terutama karena ini adalah laga penentuan. Timnas Indonesia wajib menang untuk lolos, tetapi kita tidak melihat permainan yang cukup kreatif untuk menghadapi situasi seperti ini," ujar Luciano kepada Bola.com.

"Saya melihat semangat dan perjuangan pemain sangat tinggi. Mereka berusaha, berlari, melakukan duel, tetapi sepak bola tidak hanya membutuhkan semangat dan fisik. Kita juga butuh kualitas teknik, kreativitas, improvisasi dan kemampuan mengambil keputusan," lanjutnya.

 
 

Soroti Lini Tengah

Pengamat sepak bola sekaligus legenda PSM Makassar, Luciano Leandro. (dok. Pribadi)

Legenda PSM Makassar itu menyebut lini tengah jadi salah satu problem terbesar Timnas Indonesia dalam laga kontra Singapura. Banyak duel terjadi, tetapi minim pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui kreativitas.

"Masalah terbesar Indonesia menurut saya ada di lini tengah. Banyak duel, tetapi terlalu sedikit pemain yang mampu menciptakan peluang, memberikan umpan yang membongkar pertahanan, atau mengubah tempo permainan," tutur Luciano.

Padahal, Timnas Indonesia sempat mendapatkan momentum selepas Ragnar Oratmangoen mencetak gol pada awal babak kedua. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga laga berakhir.

"Setelah Indonesia unggul, sebenarnya momentum ada di tangan Indonesia. Namun, Singapura mampu kembali mencetak gol dan setelah itu Indonesia semakin kesulitan menemukan solusi," sambungnya.


Jadi Evaluasi untuk Timnas Indonesia

Timnas Indonesia melawan Kamboja pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27-7-2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Kegagalan melaju ke semifinal Piala AFF 2026 menjadi pekerjaan rumah bagi Timnas Indonesia. Luciano tidak ingin hasil tersebut dijadikan alasan untuk menyalahkan para pemain yang telah berjuang di lapangan.

"Hasil 1-1 ini membuat Indonesia gagal lolos ke semifinal, dan tentu menjadi evaluasi penting. Saya tidak ingin menyalahkan pemain. Mereka sudah memberikan usaha maksimal," kata Luciano.

Namun, pelatih asal Brasil itu mengatakan skuad Garuda perlu meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan jika ingin bersaing lebih jauh di level Asia.

"Tetapi kalau Indonesia ingin berbicara lebih jauh di level Asia dan bermimpi kembali ke Piala Dunia, kita harus meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan," pungkasnya.

Berita Terkait