Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan Minta Maaf atas Dugaan Sediakan Hiburan Dewasa untuk Wasit Asing

Dugaan sediakan hiburan dewasa untuk wasit asing terungkap, KFA minta maaf.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Agustus 2026, 18:30 WIB
Gedung Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) terlihat setelah penggerebekan oleh polisi di Seoul pada 6 Agustus 2026. Polisi menggerebek kantor Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan tersebut pada 6 Agustus sebagai bagian dari penyelidikan terkait penunjukan pelatih yang memimpin tim selama kiprah mengecewakan mereka di Piala Dunia 2026. (GREG BAKER/AFP)

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menyampaikan permintaan maaf setelah muncul dugaan organisasi tersebut menyediakan hiburan seksual bagi wasit asing sebelum dan sesudah pertandingan internasional yang berlangsung di Korea Selatan pada periode 2011 hingga 2012.

Permintaan maaf tersebut disampaikan pada Sabtu hari ini, menyusul kembali mencuatnya laporan mengenai dugaan tersebut.

Advertisement

Berdasarkan audit pemerintah pada 2016, KFA disebut menggunakan kartu kredit perusahaan untuk membayar layanan hiburan seksual bagi wasit yang berkunjung ke Korea Selatan.

Pembayaran tersebut disebut dilakukan di tempat pijat dan sejumlah tempat hiburan dewasa lainnya di Seoul serta beberapa kota yang menjadi lokasi pertandingan internasional. Transaksi itu berlangsung antara Maret 2011 hingga Maret 2012.


Pernyataan KFA

Gedung Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) terlihat setelah penggerebekan oleh polisi di Seoul pada 6 Agustus 2026. Polisi menggerebek kantor Asosiasi sepak bola Korea Selatan tersebut pada 6 Agustus sebagai bagian dari penyelidikan terkait penunjukan pelatih yang memimpin tim selama kiprah mengecewakan mereka di Piala Dunia 2026. (GREG BAKER/AFP)

Dalam pernyataan resminya, KFA mengaku menyesal atas berbagai persoalan dan kontroversi yang melibatkan federasi sejak Piala Dunia 2026.

"Kami sangat menyesal atas kekecewaan dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh berbagai persoalan dan kontroversi yang melibatkan federasi sejak Piala Dunia 2026," tulis KFA.

KFA juga meminta maaf atas sejumlah persoalan yang mencuat, dari sidang parlemen hingga penggerebekan polisi terhadap kantor mereka.

KFA turut menyinggung laporan media mengenai kejadian lebih dari satu dekade lalu, yang bahkan tidak diketahui oleh sejumlah orang di internal asosias, dan baru terkuak belakangan.

"Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus karena telah menimbulkan kekhawatiran terkait berbagai persoalan, mulai dari sidang parlemen dan penggerebekan polisi yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga laporan media mengenai kejadian lebih dari satu dekade lalu yang bahkan tidak diketahui oleh anggota federasi," lanjut pernyataan tersebut.


Janjikan Reformasi Menyeluruh

Seorang pria memegang spanduk bertuliskan "Hong Myung-bo! Ludahkan uangnya dan keluar! Bubarkan KFA" sambil menunggu kedatangan pelatih kepala Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah timnya tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026, di Bandara Internasional Seoul-Incheon, Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda setelah pengunduran diri pelatih. Pelatih Korea Selatan mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut. (JADE GAO/AFP)

Yonhap menulis, KFA berjanji melakukan reformasi besar-besaran di dalam organisasi. KFA menyatakan akan memperkuat transparansi dan memulihkan integritas demi memenuhi harapan masyarakat.

Permintaan maaf itu disampaikan di tengah sejumlah persoalan yang sedang dihadapi KFA.

Pada akhir bulan lalu, digelar sidang parlemen untuk meminta keterangan dari Chung Mong-gyu yang telah mengundurkan diri sebagai presiden KFA serta Hong Myung-bo yang mundur sebagai pelatih Timnas Korea Selatan setelah Ksatria Taegeuk tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026.

Tidak hanya itu, polisi juga menggerebek kantor KFA pada pekan ini. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam proses penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih Timnas Korea Selatan pada 2024.

 

Sumber: Yonhap

Berita Terkait