Marc Marquez Bingung Ban Belakang Ducati Drop Parah di Sprint MotoGP Inggris

Ban belakang Ducati drop parah, Marc Marquez bingung di Sprint MotoGP Inggris.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Agustus 2026, 07:45 WIB
Pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengikuti sesi Latihan Bebas 2 MotoGP pada hari kedua akhir pekan Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, tanggal 8 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez mengaku tidak menemukan penjelasan atas penurunan performa ban belakang yang sangat drastis saat menjalani Sprint MotoGP Inggris di Silverstone, Sabtu kemarin. Pembalap Ducati Lenovo Team itu akhirnya harus finis di posisi kesembilan.

Marquez sebenarnya mengawali balapan dengan baik. Ia langsung bergerak maju dan berhasil menyalip Marco Bezzecchi untuk merebut posisi keempat pada akhir lap pertama.

Advertisement

Namun, situasinya berubah pada lap kelima. Bezzecchi kembali melewati Marquez di Maggots dan Becketts, sementara pembalap Aprilia tersebut juga mendapat tekanan dari Alex Marquez.

Setelah itu, catatan waktu Marquez mulai berada di kisaran 2 menit per lap. Sementara itu, para pembalap di barisan depan masih mampu melaju di kisaran 1 menit 58 detik.

Posisi Marquez pun terus merosot. Alex Marquez, Pedro Acosta, dan Franco Morbidelli secara berurutan berhasil melewatinya.

Marquez akhirnya hanya mampu mempertahankan posisi kesembilan. Ia sempat mendapat tekanan dari pembalap Honda, Diogo Moreira, tetapi berhasil bertahan setelah mendapatkan momentum saat keluar dari tikungan terakhir.

Hasil tersebut membuat Marquez hanya mengamankan satu poin dalam Sprint yang podium akhirnya dikuasai tiga pembalap Aprilia.


Ban Drop Secepat Itu

Pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez (tengah), bersiap mengikuti Sprint Race MotoGP pada hari kedua akhir pekan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, 8 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Marquez sebenarnya sudah memperkirakan akan mengalami keausan ban sepanjang Sprint. Namun, ia terkejut karena penurunan performa ban belakang yang dialaminya jauh lebih parah dibandingkan sejumlah rival.

"Saya kecewa karena kami merasakan sesuatu yang baru dalam Sprint. Saat latihan, kami tidak pernah mengalami penurunan seperti itu pada ban belakang," ujar Marquez.

Menurutnya, sejumlah pembalap memang mengalami masalah pada ban. Namun, kondisi yang dialaminya lebih berat karena muncul sangat cepat.

"Saya bukan satu-satunya yang mengalami keausan ban, banyak pembalap mengalaminya. Namun, saya yang paling parah karena masalahnya muncul sangat awal. Bahkan satu lap sebelumnya saya sudah mulai merasakan penurunan yang sangat besar. Setelah itu saya hanya berusaha bertahan dan menyelesaikan balapan," ungkapnya.


Ambil Risiko Besar

Marquez mengaku berada dalam situasi sulit ketika masih menempati posisi keenam atau ketujuh. Ia harus mengambil risiko besar untuk mempertahankan posisinya.

"Ketika berada di posisi keenam atau ketujuh, saya sangat kesulitan dan sangat berisiko mengalami kecelakaan. Selisih poin antara finis keenam dan tidak mendapat poin hanya tiga atau empat angka," tuturnya.

Itulah mengapa, Marquez memilih menyelesaikan Sprint dan berharap menemukan solusi untuk balapan utama.

"Saya hanya menyelesaikan balapan dan melihat apa yang terjadi. Semoga saya bisa memperbaikinya dan mengelola ban belakang dengan lebih baik. Semoga tim juga menemukan solusi untuk membantu mengatasi masalah ban belakang," ujarnya.


Bukan Sekadar Keausan Ban

Marquez kemudian menjelaskan bahwa masalah yang dialaminya bukan sekadar degradasi ban, melainkan graining.

Kondisi tersebut terjadi ketika permukaan karet ban terkoyak, tetapi kemudian menempel kembali sehingga menciptakan permukaan ban yang tidak rata

"Ini bukan karena suhunya jauh lebih dingin. Masalahnya bukan degradasi ban, melainkan graining. Ketika mengalami graining, karet tidak bekerja pada temperatur yang tepat," jelas Marquez.

Ia berharap tim Ducati bisa menemukan solusi sebelum balapan utama. Namun, Marquez juga menyadari masalah tersebut sulit dipastikan sejak sesi latihan.

"Semoga besok kami bisa menemukan solusi. Namun, keraguannya tetap ada, meskipun kami memulai balapan dengan solusi tertentu karena saat latihan dan pemanasan, masalah ini tidak akan terasa," katanya, Sabtu kemarin.


Pilihan Kompon

Michelin membawa ban belakang soft dan medium dengan spesifikasi asimetris untuk MotoGP Inggris. Seluruh pembalap terdepan memilih ban soft pada Sprint.

Marquez menilai pilihan kompon yang dibawa Michelin sebenarnya sudah tepat. Menurutnya, temperatur ban dan kontak antara ban dengan aspal berada dalam rentang yang sesuai.

"Kompon yang dibawa Michelin ke sini adalah kompon yang tepat. Bukan berarti mereka membawa kompon yang salah. Jika melihat temperatur ban dan kontak ban dengan aspal, semuanya berada dalam rentang yang tepat. Jadi, bagian itulah yang perlu kami pahami," ujar Marquez.

Hasil Sprint tersebut membuat Marquez turun ke posisi keempat klasemen sementara MotoGP. Ia kini tertinggal 29 poin dari Jorge Martin yang berada di puncak klasemen.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait