Bola.com, Jakarta - AC Milan menutup laga pramusim di Jakarta dengan kekalahan 0-3 dari Chelsea di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu. Seusai pertandingan, pelatih Ruben Amorim menekankan bahwa Rossoneri sedang menjalani perubahan besar dalam cara bermain.
Amorim menyebut duel kontra Chelsea menjadi bagian penting dari proses menuju musim 2026/2027. Ia menilai timnya masih butuh waktu untuk menyatu dengan filosofi baru yang hendak diterapkan.
Meski skor berpihak kepada The Blues, pelatih asal Portugal itu melihat banyak bahan evaluasi untuk mempercepat adaptasi AC Milan. Fokusnya tidak hanya pada hasil, tetapi pada pembentukan identitas permainan yang ingin dibangun.
Transformasi Gaya Main AC Milan
Ruben Amorim menegaskan proyek besar tengah berlangsung di Milanello. Ia menyampaikan bahwa skuat sedang diarahkan menuju model permainan yang berbeda dari sebelumnya dan membutuhkan fase adaptasi.
"Kami sedang mengubah total cara kami bermain, jadi kami akan siap," ujar Amorim dalam konferensi pers seusai pertandingan. Komentar tersebut menjadi pengantar jelas bahwa pramusim kali ini dipakai sebagai laboratorium taktik.
Menurutnya, uji tanding melawan lawan kuat seperti Chelsea memberi cerminan awal tentang seberapa jauh penerapan pola baru berjalan. Amorim memandang hasil di Jakarta sebagai potret fase, bukan akhir dari proses.
Pertahanan dan Bola Mati Jadi Prioritas
Sektor yang paling disorot Amorim adalah pertahanan, khususnya saat menghadapi situasi bola mati. Ia menilai detail seperti penempatan posisi, reaksi kedua, dan disiplin marking harus naik level sebelum kompetisi resmi dimulai.
"Kami tidak boleh kembali memberikan lawan kesempatan mencetak gol melalui situasi seperti itu," tegasnya. Amorim menekankan kebiasaan buruk di set pieces tidak boleh terbawa ke musim baru.
Selain merapikan lini belakang, ia meminta AC Milan tampil lebih dominan dalam penguasaan bola agar alur pertandingan bisa dikendalikan. Dengan kontrol permainan yang lebih baik, risiko terserang dari situasi transisi dan bola mati diharapkan berkurang.
Dua Pekan Latihan, Evaluasi Usai Kalah 0-3 dari Chelsea
Amorim menjelaskan timnya sudah bekerja keras selama kurang lebih dua pekan terakhir dalam rangkaian tur pramusim. Laga di SUGBK menjadi tolak ukur untuk melihat respons pemain terhadap beban latihan dan implementasi rencana permainan.
Ia menegaskan kekalahan dari Chelsea akan dipakai sebagai bahan evaluasi menyeluruh. "Kami harus mengambil sisi baik dan buruk dari pertandingan ini dan melakukan evaluasi secara menyeluruh," ujarnya.
Menurut Amorim, proses analisis tidak berhenti pada kesalahan yang muncul. Aspek positif seperti fase build-up tertentu atau pressing yang berjalan sesuai rencana juga akan dipertahankan dan dipertajam.
Kontrol Permainan dan Target Serie A 2026/2027
Target jangka pendek Amorim adalah membuat AC Milan lebih sering mengendalikan tempo pertandingan. Ia ingin Rossoneri mampu memegang bola dengan efektif tanpa kehilangan ketajaman saat masuk ke sepertiga akhir.
"Kami akan menuju ke sana, tetapi itu membutuhkan waktu," kata Amorim. Ia meminta kesabaran karena perubahan struktur dan prinsip bermain membutuhkan repetisi serta konsistensi.
Kekalahan dari Chelsea tidak menggoyahkan keyakinannya terhadap kesiapan tim. Amorim memastikan AC Milan terus mengerjakan detail—mulai dari pertahanan, efektivitas bola mati, hingga penguasaan bola—agar siap menghadapi pertandingan pertama Serie A musim 2026/2027.