Kritik yang Membayangi Rafael Leao di Milan Kini Muncul Lagi di Galatasaray

Rafael Leao terima kritik di Galatasaray seperti saat dirinya di AC Milan.

Bola.com, Jakarta - Rafael Leao mulai menghadapi kritik serupa dengan yang pernah diterimanya ketika masih berseragam Milan.

Mantan pemain Milan, Filippo Galli, bahkan menilai ada kemungkinan talenta Leao memang hanya sebatas itu.

Leao bergabung dengan Milan dari LOSC Lille pada 2019 sebagai pemain muda yang memiliki prospek besar.

Namun, setelah tujuh tahun, ia meninggalkan klub tanpa benar-benar memenuhi ekspektasi yang sempat mengiringi kedatangannya.

Pemain asal Portugal itu memang beberapa kali memperlihatkan kemampuan istimewa.

Akan tetapi, penampilannya yang tidak konsisten, ditambah sikap yang kerap dinilai kurang baik, membuat momen-momen positif tersebut tidak cukup menutupi kekurangannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Waktu di Milan Berakhir

Menurut Galli, waktu Leao bersama Milan memang sudah berakhir secara alami.

"Rafael Leao sudah memiliki waktunya di Milan dan semuanya berakhir secara alami," ujar Galli kepada Radio anch'io sport dilansir Football Italia.

"Dia pemain berbakat, tetapi dia cukup puas hanya dengan menjadi pemain berbakat dan tidak pernah menjadi pemimpin seperti yang sebenarnya bisa dia lakukan. Mungkin memang talenta yang dimilikinya tidak lebih dari level tersebut. Jadi, memang sudah tepat jika perjalanan Leao dan Milan berpisah," lanjutnya.

"Yang paling penting adalah tim. Pada titik tertentu, Anda harus mempertimbangkan ketika seorang pemain tidak lagi sesuai kebutuhan tim atau apa yang diminta pelatih," imbuh Galli.

Kritik Berlanjut

Galatasaray kemudian mendapatkan Leao dengan biaya transfer 38 juta euro ditambah sejumlah bonus. Kesepakatan tersebut juga mencakup klausul bagi hasil 20 persen dari penjualan berikutnya.

Namun, kepindahan ke Turki belum membuat kritik terhadap Leao berhenti. Ia justru sudah menghadapi sorotan yang serupa dengan ketika masih bermain di Italia.

Leao baru tampil empat kali dalam pertandingan kompetitif bersama Galatasaray dan belum menyumbangkan gol maupun assist.

Satu di antara penampilan yang mendapat sorotan terjadi ketika Galatasaray kalah 0-4 dari Trabzonspor. Dalam laga tersebut, Leao tercatat kehilangan penguasaan bola sebanyak 21 kali.

Minim Gairah

Sejumlah suporter dan pengamat menilai ia tidak menunjukkan intensitas serta agresivitas yang cukup dalam permainannya.

"Rafael Leao menjadi gambaran dari minimnya gairah," ujar Mike Lahoud dalam CBS Sports Golazo.

Ia juga menyoroti gaji Leao yang mencapai 288 ribu euro per pekan dan menilai performa seperti itu tidak pantas untuk pemain di klub sebesar Galatasaray.

Lahoud menilai Leao seharusnya memanfaatkan kesempatan di Turki untuk kembali menemukan kecintaannya terhadap sepak bola. Namun, ia justru kalah bersaing dengan Noah Saviolo, pemain Portugal U-21 berusia 22 tahun.

"Dia harus sedikit terbangun karena sepak bola bisa sangat kejam," kata Lahoud, seraya menilai kesempatan Leao untuk menghidupkan kembali kariernya tidak akan datang tanpa batas.

 

Sumber: Football Italia

Video Populer

Foto Populer