6 Pemain Top yang Mangkir dari Pramusim demi Pindah Klub, Ada Luka Modric dan Neymar

Berikut enam pemain top yang mangkir dan kegiatan pramusim demi memaksakan transfer, ada Luka Modric dan Neymar.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Agustus 2026, 07:00 WIB
Ekspresi gelandang AC Milan, Luka Modric, saat laga melawan Cagliari, di Stadion San Siro, Milan, pada 24 Mei 2026. (AFP/Piero Cruciatti)

Bola.com, Jakarta - Masa pramusim menjadi periode penting bagi klub untuk mempersiapkan skuad menghadapi musim baru. Namun, sejumlah pemain justru memilih tidak mengikuti latihan pramusim karena ingin memuluskan kepindahan ke klub lain.

Keputusan untuk mangkir dari pramusim tentu bukan langkah yang biasa dilakukan pemain.

Advertisement

Dalam beberapa kasus, sikap tersebut berujung pada denda atau latihan terpisah, tetapi ada pula yang akhirnya berhasil mewujudkan keinginannya untuk pindah klub.

Dalam dua dekade terakhir, setidaknya ada enam nama terkenal yang mengambil langkah tersebut.

Beberapa di antaranya bahkan kemudian meraih kesuksesan bersama klub yang mereka tuju, termasuk Luka Modric yang menjadi satu di antara kisah paling menarik dari daftar ini.


Luka Modric

Selebrasi gelandang Tottenham Hotspur Luka Modric usai menjebol gawang Liverpool dari titik penalti di laga lanjutan EPL di Anfield Stadium, 15 Mei 2011. Spurs unggul 2-0.

Luka Modric menjadi satu di antara nama paling mengejutkan dalam daftar ini. Pada musim panas 2012, Modric berusaha meninggalkan Tottenham Hotspur di tengah ketertarikan dari klub lain.

Gelandang asal Kroasia itu bahkan menolak ikut dalam tur pramusim Tottenham ke Amerika Serikat. Modric kemudian meminta maaf atas sikap tersebut.

Tottenham selanjutnya meminta Modric berlatih bersama tim cadangan setelah sang pemain berusaha mendorong kepindahannya ke Real Madrid.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Modric bergabung dengan Real Madrid dengan nilai transfer sekitar 30 juta paun.

Setelah itu, kariernya bersama Real Madrid berkembang sangat sukses. Modric memenangkan enam gelar Liga Champions, empat trofi La Liga, dan satu Ballon d'Or.


Raheem Sterling

Pemain Chelsea, Raheem Sterling melakukan selebrasi setelah mencetak gol melalui tendangan bebas pada laga putaran ketiga Piala FA 2023/2024 melawan Preston di Stamford Bridge, London, Minggu (07/01/2024) WIB. (AP Photo/PA/Bradley Collyer)

Raheem Sterling juga pernah menggunakan cara serupa ketika masih memperkuat Liverpool.

Pada 2015, Sterling menolak mengikuti tur pramusim Liverpool ke Thailand, Australia, dan Malaysia karena berusaha mendapatkan kepindahan ke Manchester City.

Liverpool sebelumnya telah menolak dua tawaran dari Man City untuk pemain Timnas Inggris tersebut. Sterling juga disebut menolak perpanjangan kontrak dengan bayaran 100 ribu paun per pekan pada musim sebelumnya.

Liverpool akhirnya menerima tawaran senilai 49 juta paun. Sterling kemudian menandatangani kontrak lima tahun bersama Man City.

Selama memperkuat The Citizens, Sterling mencetak 131 gol dalam 339 pertandingan dan memenangkan empat gelar Premier League.


Diego Costa

Diego Costa. Striker asal Spanyol berusia 34 tahun yang kini membela Wolverhampton sejak awal musim 2022/2023 ini tercatat pernah berseragam Chelsea selama 3 musim mulai 2014/2015 hingga 2016/2017 setelah didatangkan dari Atletico Madrid dengan nilai transfer 38 juta euro. Bersama Chelsea Diego Costa total tampil dalam 120 laga di semua ajang dengan torehan 59 gol dan 23 assist. Tiga gelar juara sukses dirahnya bersama Chelsea, yaitu dua gelar Premier League musim 2014/2015 dan 2016/2017 serta gelar Piala Liga Inggris 2014/2015. (AFP/Ian Kington)

Diego Costa mengambil langkah berbeda pada musim panas 2017. Penyerang tersebut tidak kembali mengikuti latihan pramusim Chelsea dan akibatnya didenda dua pekan gaji atau sekitar 300 ribu paun, 

Saat itu, Antonio Conte telah memberi tahu Costa bahwa dirinya tidak lagi masuk rencana Chelsea. Costa kemudian menuduh klub memperlakukannya seperti seorang "kriminal" setelah diminta berlatih bersama tim cadangan.

Costa menolak dan tetap berada di Brasil. Ia juga merasa Chelsea menghalangi kepindahannya ke Atletico Madrid.

Tak lama kemudian, Costa akhirnya bergabung dengan Atletico Madrid melalui transfer senilai 57 juta paun.


Thibaut Courtois

Kiper Real Madrid asal Belgia #01, Thibaut Courtois, bereaksi setelah memenangkan pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Real Madrid dari Spanyol dan Borussia Dortmund dari Jerman di stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, Minggu dini hari WIB (6-7-2025). (JUAN MABROMATA/AFP)

Thibaut Courtois juga pernah mangkir dari pramusim Chelsea ketika berusaha mendapatkan kepindahan ke Real Madrid pada 2018.

Kiper asal Belgia itu tidak datang ke latihan pramusim Chelsea demi mendorong transfer ke Madrid. Cara tersebut bukan kali pertama dilakukan Courtois.

Sebelumnya, ia juga pernah melakukan hal serupa ketika masih bermain untuk klub Belgia, Genk, untuk mendapatkan kepindahan ke Chelsea.

Perwakilan Courtois, Christophe Henrotay, mengatakan sang pemain mengejar kepindahan ke Real Madrid karena alasan keluarga. Dua anak Courtois saat itu tinggal di Spanyol.


Neymar

Barcelona melepas Neymar ke PSG pada awal musim 2017/2018 dengan nilai transfer sebesar 222 juta euro. Selama 4 musim berseragam Blaugrana, ia total tampil dalam 186 laga di semua ajang dengan torehan 105 gol dan 76 assist. (AFP/Anne-Christine Poujoulat)

Neymar menjadi nama lain yang pernah absen dari awal pramusim ketika masa depannya sedang menjadi sorotan.

Pada 2019, Neymar tidak hadir pada hari pertama latihan pramusim Paris Saint-Germain di tengah rumor dirinya ingin kembali ke Barcelona.

PSG sebelumnya berharap Neymar kembali berlatih setelah sang penyerang absen dari Copa America karena cedera pergelangan kaki.

Klub Prancis tersebut kemudian menyatakan akan mengambil "tindakan yang sesuai". Neymar akhirnya menerima denda sebesar 340 ribu paun.

Meski demikian, Neymar tetap bertahan di PSG selama empat tahun berikutnya sebelum akhirnya bergabung dengan Al Hilal.


Laurent Koscielny

Laurent Koscielny merupakan salah satu bek tengah terbaik di Liga Inggris pada masanya. Ia menjadi salah satu pemain yang berjasa mengakhiri paceklik gelar Liga Inggris pada 2014 sejak sembilan tahun lalu. Namun, siapa sangka jika laga debut Koscielny diwarnai dengan kartu merah. Ia mendapatkan akumulasi dari dua kartu kuning saat menghadapi Liverpool. Saat itu, laga berakhir imbang 1-1. (AFP/Olly Greenwood)

Laurent Koscielny menjadi pemain lain yang mengambil sikap serupa. Saat berstatus kapten Arsenal, Koscielny menolak ikut dalam tur pramusim klub ke Amerika Serikat pada 2019 karena ingin meninggalkan Arsenal.

Bek asal Prancis itu disebut ingin kembali bermain di negaranya dan meminta Arsenal membebaskannya dari kontrak.

Arsenal kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyebut mereka kecewa terhadap tindakan Koscielny karena bertentangan dengan instruksi klub.

"Kami sangat kecewa dengan tindakan Laurent yang bertentangan dengan instruksi jelas dari kami," kata Arsenal ketika itu.

Merima London berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan, tetapi tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Sekitar sebulan kemudian, Koscielny akhirnya meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan klub Ligue 1, Bordeaux.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait