Rafael Leao Dinilai Tak Konsisten, Legenda AC Milan: Saya Akan Menarik Rambut Gimbalnya!

RRafael Leao dinilai tak konsisten, legenda AC Milan punya cara unik untuk menyadarkannya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Agustus 2026, 20:30 WIB
Pemain AC Milan, Rafael Leao, merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Genoa di Milan, Italia, Kamis, 8 Januari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Legenda AC Milan, Roberto Donadoni, memberikan pandangannya mengenai Rafael Leao yang dinilai belum tampil konsisten. Donadoni bahkan mengungkapkan cara yang akan dilakukannya jika menjadi rekan setim Leao di ruang ganti.

"Saya akan menarik gimbalnya sesekali, membuatnya memahami bahwa sudah waktunya mencoba melakukan sesuatu yang berbeda juga," ujar Donadoni, dikutip dari Football Italia.

Advertisement

Leao saat ini dikabarkan ingin meninggalkan Milan pada musim panas ini.

Sang winger disebut sudah siap mencari tantangan baru setelah bersama Rossoneri, sementara performanya yang tidak konsisten membuat para pendukung Milan frustrasi.

Situasi tersebut juga disebut menjadi satu di antara alasan mengapa tawaran besar untuk Leao belum berdatangan.

Sejauh ini, klub-klub Turki seperti Galatasaray, Fenerbahce, dan Besiktas menjadi pihak yang benar-benar menunjukkan minat, tetapi tidak ada yang bersedia memenuhi harga yang dipatok Milan sebesar 50 juta euro plus tambahan.

MilanNews kemudian meminta pendapat Donadoni mengenai bagaimana dirinya akan menangani pemain seperti Leao jika berada dalam satu tim.


Soroti Konsistensi Leao

Ekspresi Rafael Leao saat gawang AC Milan dijebol Atalanta di laga pekan ke-36 Liga Italia 2025/2026 di San Siro, Senin (11/05/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)

Donadoni mengakui bahwa sulit memahami situasi secara utuh tanpa berada langsung di dalamnya.

Namun, dari apa yang terlihat dari luar, Leao lebih sering menjadi sorotan karena hal-hal yang tidak dilakukannya dibandingkan kontribusi yang diberikan.

"Kalian benar-benar harus berada di dalam sebuah situasi untuk memahaminya, tetapi dari apa yang bisa kami lihat dari luar, Leao sering dibicarakan karena apa yang tidak dia lakukan daripada apa yang dia lakukan," kata Donadoni.

Menurut Donadoni, Leao memiliki bakat dan kualitas di atas rata-rata. Namun, ia menilai konsistensi merupakan aspek penting yang masih kurang dari pemain Timnas Portugal tersebut.

"Dia tentu saja pemain yang memiliki talenta dan kualitas di atas rata-rata, tetapi konsistensi adalah komponen fundamental dan dia benar-benar kurang dalam hal itu," lanjutnya.

Donadoni berharap Leao bisa mengambil pelajaran dari berbagai situasi yang sedang dihadapinya dan menunjukkan potensi terbaiknya secara lebih konsisten.

"Saya berharap semua situasi ini akhirnya membuatnya sadar akan hal itu dan dia bisa menjadi juara seperti yang sesekali kita lihat ketika dia melakukan hal-hal luar biasa tersebut," tuturnya. 


Sistem Milan dan Posisi Leao

Pemain AC Milan, Rafael Leao, merayakan gol dalam pertandingan Serie A melawan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Pelatih Milan, Ruben Amorim, dinilai mungkin lebih cocok dengan karakter Leao dibandingkan pelatih sebelumnya, Max Allegri. Namun, muncul pertanyaan apakah formasi 3-4-2-1 sesuai karakteristik sang winger.

Donadoni kemudian menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi pemain Milan. Menurutnya, seorang pemain harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan tim, termasuk bermain di posisi yang berbeda.

"Saya adalah pemain Milan. Ada pemain yang sangat bagus di posisi tertentu, sedangkan saya cenderung beradaptasi di mana pun saya dibutuhkan, di kanan, kiri, maupun tengah," ungkap Donadoni.

Gelandang Milan periode 1986-1996 dan 1997-1999 itu kemudian menyinggung pengalamannya saat masih bermain untuk Milan. Ia mengaku tidak terpaku pada satu posisi dan bersedia menjalankan peran yang dibutuhkan tim.

"Jika ada seseorang yang lebih baik daripada Anda di posisi itu, Anda akan kesulitan mendapatkan kesempatan. Jadi, Anda harus bekerja keras dan berusaha menjadi seserbaguna mungkin, untuk membantu diri sendiri dan tim," katanya.

Bagi Donadoni, Milan tidak seharusnya mengubah sistem permainan hanya untuk menyesuaikannya dengan satu pemain.

Jika kita berada di sini untuk membahas apakah Milan perlu mengubah sistem agar lebih cocok untuk Leao, berarti kita sudah kalah," ucap pria yang kini berusia 62 tahun itu.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait