Bola.com, Jakarta - Liverpool harus menghadapi persoalan terkait status Ifeanyi Ndukwe. Bek berusia 18 tahun itu mencuri perhatian saat The Reds kalah 2-3 dari AS Monaco di Anfield, Minggu (9-8-2026).
Namun, Ndukwe ternyata belum dapat memperkuat Liverpool dalam pertandingan kompetitif musim ini.
Ndukwe hanya masih berpeluang tampil sekali lagi bersama Liverpool, yakni saat menghadapi Como dalam laga uji coba pramusim, Minggu (16-8-2026).
Pemain asal Austria itu sebenarnya tampil selama 45 menit ketika Liverpool menghadapi AS Monaco. Ndukwe terlihat tenang saat menguasai bola sebelum digantikan Wataru Endo.
Penampilan tersebut menjadi satu di antara sisi positif bagi Andoni Iraola dalam pertandingan pertamanya menangani Liverpool di Anfield. Selain Ndukwe, Lewis Koumas mendapat sorotan setelah tampil mengesankan.
Terkendala Izin Kerja
Ndukwe yang memiliki tinggi 6 kaki 6 inci bergabung dengan Liverpool dari Austria Wien pada Januari lalu dengan nilai transfer 2,6 juta paun.
Namun, ia tidak mencapai jumlah poin yang dibutuhkan untuk memperoleh izin kerja di Inggris.
Dalam beberapa tahun sebelumnya, pemain seperti Ndukwe masih bisa mendapatkan tempat melalui skema Elite Significant Contribution (ESC) yang diberikan lewat Governing Body Exemption (GBE).
Akan tetapi, perubahan aturan membuat penilaian untuk klub-klub Premier League kini mempertimbangkan penampilan pemain di level internasional senior dan junior, selain sejumlah kriteria lainnya.
Data Analyst and Scout Unique Sports Group, Liam Henshaw, menjelaskan bahwa pemain dari luar negeri membutuhkan izin untuk bekerja di Inggris.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) memberikan GBE apabila seorang pemain memenuhi standar yang ditetapkan. Klub kemudian menggunakan dokumen tersebut untuk mengurus izin kerja melalui Home Office dengan sistem berbasis poin.
Auto Pass
Pemain bisa mendapatkan Auto Pass jika tampil untuk negara dengan kekuatan yang memenuhi ketentuan.
Penilaiannya didasarkan pada persentase penampilan dalam pertandingan internasional kompetitif dibandingkan dengan peringkat FIFA negara tersebut.
Pemain yang tidak memperoleh Auto Pass harus mengumpulkan sedikitnya 15 poin dari sejumlah kriteria.
Perhitungannya mencakup menit bermain di liga domestik dan kompetisi Eropa, penampilan internasional, posisi akhir klub di liga, serta pencapaian di kompetisi Eropa.
Henshaw menjelaskan, pemain yang mengumpulkan 10 hingga 14 poin masih dapat mengajukan kasusnya melalui Exceptions Panel independen.
Namun, jika perolehan poin di bawah 10, peluang mendapatkan izin kerja pada jendela tersebut pada umumnya berakhir.
Solusi Lewat Peminjaman
Satu di antara cara bagi Ndukwe untuk memenuhi persyaratan tersebut adalah menjalani masa peminjaman di liga yang masuk Band 1 atau Band 2.
Dengan mendapatkan menit bermain, Ndukwe secara teori dapat mengumpulkan poin yang dibutuhkan untuk memperoleh GBE dari FA dan kemudian membantu Liverpool mendapatkan izin kerja untuknya.
Liga Band 1 terdiri dari Premier League, Bundesliga, La Liga, Serie A, dan Ligue 1. Sementara itu, Band 2 mencakup Primeira Liga Portugal, Eredivisie, Belgian First Division A, Serie A Brasil, serta Championship Inggris.
Menurut Henshaw, menit bermain di liga domestik menjadi satu di antara faktor terbesar dalam pengumpulan poin.
Jumlah poin ditentukan berdasarkan persentase menit yang dimainkan dari total menit yang tersedia dan disesuaikan dengan kategori liga.
Bermain 90 hingga 100 persen dari menit yang tersedia bernilai 12 poin di liga Band 1 dan 10 poin di Band 2. Nilainya kemudian turun menjadi delapan poin di Band 3, enam poin di Band 4, empat poin di Band 5, dan dua poin di Band 6.
Jumlah poin tersebut kembali berkurang seiring turunnya persentase menit bermain, sedangkan pemain yang tampil kurang dari 30 persen menit tidak mendapatkan poin.
Namun, Liverpool sudah memiliki pemain lain yang dilaporkan mengambil slot ESC yang tersedia, yakni Mor Talla Nidaye.
Situasi tersebut membuat Ndukwe diperkirakan tidak dapat memperkuat Liverpool setidaknya hingga 2027.
Sumber: Sportbible