Omar Artan Ungkap Perasaannya Jelang Pimpin Piala Super UEFA: Saya Sangat Bangga

Wasit Somalia Omar Artan bangga pimpin Piala Super UEFA setelah gagal tampil di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Agustus 2026, 08:30 WIB
Wasit Somalia, Omar Abdulkadir Artan, memberi isyarat selama pertandingan Grup D Piala Afrika (CAN) 2024 antara Mauritania dan Aljazair di Stade de la Paix di Bouake pada 23 Januari 2024. (KENZO TRIBOUILLARD/AFP)

Bola.com, Jakarta - Wasit asal Somalia, Omar Artan, mengaku sangat bangga mendapat kesempatan memimpin pertandingan Piala Super UEFA antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Salzburg, Austria, Rabu atau Kamis (13-8-2026) dini hari WIB.

Penunjukan tersebut datang setelah ia melewati periode yang disebutnya sangat berat karena tidak dapat memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.

Advertisement

Artan, 34 tahun, sebelumnya terpilih sebagai satu dari 52 wasit pertandingan untuk Piala Dunia 2026 yang ditunjuk FIFA.

Namun, ia ditolak masuk ke Amerika Serikat ketika tiba di Bandara Internasional Miami pada 6 Juni.

Pemerintahan Donald Trump menyebut Artan memiliki keterkaitan dengan anggota yang diduga merupakan bagian dari organisasi teroris.

Artan kemudian dipulangkan ke Istanbul, Turki, sebelum kembali ke Somalia.

The Athletic sebelumnya melaporkan FIFA tetap akan membayarkan secara penuh bayaran yang seharusnya diterima Artan selama Piala Dunia 2026.


Terima Kasih

Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, batal memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 karena tak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. (AFP/Issouf SANOGO)

Kini, Artan mendapat kepercayaan untuk memimpin duel antara PSG selaku juara Liga Champions dan Aston Villa yang berstatus kampiun Liga Europa.

UEFA menyebut Artan sebagai salah satu wasit terbaik di dunia. Ia juga akan menjadi wasit non-Eropa pertama yang memimpin pertandingan Piala Super UEFA.

Menjelang pertandingan tersebut, Artan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diterimanya setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat. Ia mengakui periode tersebut menjadi satu di antara masa yang sangat sulit baginya.

"Itu adalah periode yang sangat berat. Banyak orang bersimpati kepada saya karena ketika seseorang telah bekerja bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, kemudian tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang. Namun, saya sangat menghargai dukungan yang saya terima dari seluruh dunia. Saya sangat bersyukur," ujar Artan.


Kebanggaan dalam Perjalanan Hidup

Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, batal memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 karena tak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. (AFP/Khaled DESOUKI)

Artan menambahkan, kesempatan memimpin Piala Super UEFA merupakan sesuatu yang membahagiakan bagi dirinya dan keluarga. Ia juga mengaku bangga bisa berada di posisi tersebut setelah melalui perjalanan hidup yang tidak mudah.

"Saya beruntung, tetapi saya telah bekerja sangat keras untuk berada di sini dan saya benar-benar bangga. Seperti yang bisa Anda bayangkan, saya tumbuh dalam situasi yang sulit, tetapi hal itu tidak menghalangi saya untuk mengejar impian," ungkapnya.

Artan mengatakan kabar penunjukannya sebagai wasit Piala Super UEFA juga disambut sangat bahagia oleh keluarganya.

Ia menyebut keberadaan komunitas Somalia yang besar di Eropa dan Austria membuat masyarakat Somalia di sana turut merasakan kebahagiaan atas kesempatan yang didapatnya.

"Ketika kami mendapat kabar ini, bagi saya dan keluarga, itu benar-benar momen yang sangat, sangat membahagiakan. Ada komunitas Somalia yang besar di Eropa dan Austria, dan mereka sangat gembira melihat saya memimpin pertandingan seperti ini," tutur Artan. 


Penjelasan Pemerintah AS

Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026 dan Agen Khusus FBI yang Bertanggung Jawab, Doug Olson, Pejabat Koordinator Senior untuk Piala Dunia 2026, berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dengan anggota pers di Pusat Kerja Sama Kepolisian Internasional untuk Piala Dunia 2026 di Pusat Konferensi Nasional di Leesburg, Virginia pada 29 Juni 2026. (Kent Nishimura/AFP)

Setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat, Artan sebelumnya mengatakan kepada The New York Times bahwa ia telah memiliki dokumen dan visa yang sesuai sebelum berangkat ke AS.

Ia juga mengantongi akreditasi FIFA sebagai ofisial pertandingan.

Seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat di Gedung Putih mengatakan kepada The Athletic bahwa Artan ditolak masuk dan diberikan dokumen imigrasi yang mencantumkan dasar hukum untuk proses pemulangan cepat.

Pemerintahan Trump, menurut pejabat tersebut, tidak akan mengizinkan ancaman keamanan masuk ke Amerika Serikat.


Komentar FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga sempat ditanya mengenai persoalan tersebut. Ia mengakui FIFA menghadapi sejumlah tantangan yang sebenarnya tidak ingin mereka hadapi.

"Benar, kami menghadapi tantangan yang sebenarnya tidak ingin kami hadapi. Kami harus menghadapinya. Terkadang kami bisa menyelesaikannya dan terkadang tidak," kata Infantino ketika itu.

Mengenai Artan secara khusus, Infantino menyayangkan apa yang terjadi kepada wasit asal Somalia tersebut. Namun, ia menegaskan FIFA tidak dapat mengendalikan segala sesuatu.

"Sayang sekali apa yang terjadi kepada Omar, wasit dari Somalia. Tetapi, sekali lagi, kami tidak mengendalikan semuanya," ujar Infantino.

 

Sumber: The Athletic via NY Times

Berita Terkait