Ferry Paulus Ungkap FIFA Restui Suporter Awaydays di Super League Musim Depan: Kecuali Laga Persib-Persija dan Persebaya-Arema FC

Direktur Utama ILeague, Ferry Paulus, mengatakan bahwa FIFA telah memberikan lampu hijau kepada suporter untuk tur tandang di Super League musim 2026/2027.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 11 Agustus 2026, 18:15 WIB
Relasi Bonek dan The Jakmania yang sangat baik terlihat dalam duel antara Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta dalam laga pekan 11 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (22/11/2024). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta - Direktur Utama ILeague, Ferry Paulus, mengatakan FIFA telah memberikan lampu hijau kepada suporter untuk tur tandang di Super League musim 2026/2027.

Akibat tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, PSSI memberlakukan larangan awaydays yang berlandaskan dengan kesepakatan transformasi sepak bola Indonesia bersama FIFA dan pemerintah.

Advertisement

Artinya, kebijakan itu telah berlaku selama tiga musim, namun bakal dicabut PSSI dan Ileague mulai kompetisi yang akan datang.

"Iya, perjalanan panjang ya. Perjalanan panjang yang sudah terus kami deliver, terutama tahun terakhir ini, bisa dibilang beberapa persoalan-persoalan kaitannya dengan suporter away ini bisa dibilang sangat minim," ujar Ferry setelah konferensi pers Indonesia Women's League 2026/27 di Kantor I.League, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8/2026).

"Nah, dengan dasar itu, kami coba propose ke FIFA, dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan," jelas Ferry.


Penjelasan Ferry Paulus

Bobotoh dan Aremania. (Bola.com/Muhammad Adi Yaksa/Vidio Sports).

Ferry menegaskan bahwa lampu hijau dari FIFA untuk mengizinkan kembali suporter tandang tidak diberikan tanpa syarat. Menurutnya, suporter dan klub harus mematuhi seluruh ketentuan serta larangan yang telah berulang kali disosialisasikan agar keberlangsungan awaydays dapat terus terjaga.

"Dengan catatan, ini mungkin yang harus teman-teman suporter, klub, bukan mensiasati, tapi mematuhi segala apa yang sudah beberapa kali kita sampaikan ke semua klub," terang Ferry.

"Jadi klub-klub itu kita sudah sampaikan apa-apa saja barrier-barrier yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dijaga, sehingga kontinuitas daripada suporter away ini bisa terus terjaga," paparnya.


Diserahkan ke Kepolisian

The Jakmania membentangkan koreografi raksasa Macan memeluk trofi saat laga Persija Jakarta vs PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. (Bola.com/M Iqbal Ichsan).

Ferry menjelaskan bahwa keputusan terkait keberadaan suporter tandang tetap berada di tangan para pemangku kepentingan, terutama kepolisian sebagai pemberi izin keamanan.

Oleh sebab itu, partai yang melibatkan klub dengan rivalitas tinggi atau memiliki risiko berdasarkan informasi intelijen dapat dibatasi.

"Iya, jadi catatan utamanya adalah bahwa semua kebijakan diserahkan kepada pemangku kepentingan, dalam arti perizinan kepolisian," ucap Ferry.

"Jadi memang digarisbawahi khusus klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi ya, termasuk juga yang ada indikasi dari sisi apa namanya intelijen, ya dilarang untuk dilakukan misalnya," tuturnya.


Laga Arema FC-Persebaya dan Persija-Persib

Ferry memberikan contoh laga yang beraroma rivalitas seperti Arema FC melawan Persebaya serta Persija Jakarta kontra Persib Bandung tetap tidak akan diizinkan untuk dihadiri suporter tamu.

Selain itu, bukan tidak mungkin ada pertandingan lain yang juga terkena pembatasan, tergantung keputusan yang dikeluarkan oleh kepolisian.

"Ya, terutama misalnya seperti Arema FC melawan Persebaya, Persija sama Persib, itu tetap di-lock," terang Ferry.

"Nah, bisa jadi ada kebijakan-kebijakan lain yang juga melarang, tetapi indikatornya, basic-nya adalah dari informasi atau keputusan dari keputusan kepolisian," imbuhnya.

Berita Terkait