Gianni Infantino Tertekan, Donald Trump Pasang Badan: Bisa Jadi Kesalahan Besar jika Dia Diganti!

Presiden AS, Donald Trump, beri peringatan, akan jadi kesalahan besar jika Gianni Infantino disingkirkan dari jabatannya sebagai Presiden FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Agustus 2026, 19:30 WIB
Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan Spanyol merayakan kemenangan setelah mengalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Andrew Harnik/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan FIFA agar tidak mengganti Gianni Infantino dari posisi Presiden FIFA. Menurut Trump, langkah tersebut akan menjadi "kesalahan yang sangat besar".

Infantino sedang menghadapi tekanan setelah rencananya menjual sebagian saham Piala Dunia putra kepada investor swasta mendapat penolakan.

Advertisement

Di tengah situasi itu, Trump memberikan dukungannya kepada Infantino melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Selasa pagi waktu setempat.

Trump menilai FIFA akan melakukan kesalahan besar jika mempertimbangkan untuk mengganti Infantino.

"FIFA akan melakukan kesalahan yang sangat besar jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump.


Puji Infantino

Presiden AS, Donald Trump, berpose dnegan jersey yang diberikan presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pertemuan di Oval Office Gedung Putih, Selasa (28/8). Presiden FIFA bertemu Trump untuk membahas kesiapan Piala Dunia 2026. (AFP/Mandel Ngan)

Trump juga memuji kinerja Infantino selama memimpin FIFA. Ia menyebut Infantino sebagai sosok luar biasa yang baru saja memimpin penyelenggaraan Piala Dunia paling sukses sepanjang sejarah.

"Dia fantastis, setelah baru saja memimpin Piala Dunia paling sukses, empat kali lipat, yang pernah diselenggarakan. Jika dia pergi, Piala Dunia tidak akan pernah sesukses atau menguntungkan itu lagi!" lanjut Trump.

Dukungan Trump datang ketika Infantino mendapat tekanan dari sejumlah konfederasi sepak bola.

UEFA bersama AFC dan Concacaf bahkan telah melakukan pembicaraan awal mengenai kemungkinan menggelar kompetisi mereka sendiri.

UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Concacaf yang menaungi sepak bola di kawasan Karibia, Amerika Utara, dan Amerika Tengah, menuduh Infantino melakukan penipuan.


Tuntut Mundur

Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

Ketiga konfederasi tersebut disebut ingin memberikan kesempatan kepada Infantino untuk mengundurkan diri dan meninggalkan jabatannya secara terhormat tanpa mencalonkan diri kembali pada Maret tahun depan.

Namun, UEFA, AFC, dan Concacaf juga ingin memastikan mereka tidak ikut terseret dalam krisis yang sedang terjadi di FIFA.

UEFA sebelumnya juga pernah mengancam akan memboikot kompetisi FIFA.

Tekanan terhadap Infantino muncul setelah rencananya membentuk Fifa Forward Enterprise (FFE) mendapat sorotan.

Perusahaan tersebut dirancang untuk menangani aspek komersial dan operasional turnamen FIFA, dengan rencana menjual sekitar 20 persen sahamnya kepada investor swasta.

Infantino kemudian meminta maaf atas proposal tersebut.


Surat Terbuka

AFC, CONCACAF dan UEFA menantang FIFA pimpinan Gianni Infantino.

Namun, para pimpinan UEFA, AFC, dan Concacaf menandatangani surat terbuka yang mendesak FIFA melakukan peninjauan independen terhadap rencana Infantino.

Dalam surat itu, ketiga konfederasi tidak menyebut nama Infantino secara langsung.

"Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan. Kepemimpinan bukan tentang memegang atau menuntut kekuasaan untuk dipertahankan. Kepemimpinan adalah tugas untuk melayani keluarga sepak bola yang telah memberikan kepercayaan," bunyi surat tersebut.

"Ketika kepercayaan dirusak melalui penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kelompok yang telah memberinya wewenang, tugas tersebut telah ditinggalkan," lanjut pernyataan bersama UEFA, AFC, dan Concacaf.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait