Raymond/Joaquin Targetkan Bawa Pulang Medali dari Kejuaraan Dunia BWF 2026: Misi Tuntaskan Rasa Penasaran

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, memasang target tinggi pada Kejuaraan Dunia BWF 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 12 Agustus 2026, 15:30 WIB
Meski gagal merebut gelar juara, pencapaian ini merupakan final perdana yang luar biasa bagi Raymond/Joaquin di turnamen kelas dunia Super 1000. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, memasang target tinggi pada Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka berambisi membawa pulang medali dari ajang yang berlangsung di Arena Indira Gandhi, New Delhi, India, pada 17-23 Agustus 2026.

Bagi Joaquin, Kejuaraan Dunia BWF kali ini menjadi kesempatan untuk menuntaskan rasa penasaran. Sebelumnya, ia gagal meraih gelar juara dunia ketika masih tampil di level junior.

Advertisement

Pebulutangkis kelahiran Indonesia tersebut bertekad mencatatkan prestasi lebih baik pada level senior.

"Kejuaraan Dunia menurut saya salah satu turnamen yang bergengsi. Medalinya juga berbeda. Saya ingin punya juga. Dulu saat junior saya kalah di nomor individu, jadi saya ingin mencoba mengambilnya di senior," ujar Joaquin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/8/2026), seperti dikutip dari Antara

Kejuaraan Dunia BWF 2026 menjadi debut Raymond/Joaquin di panggung dunia. Keduanya mengaku telah melakukan persiapan secara maksimal selama jeda sekitar dua pekan terakhir.

 


Persiapan Berbeda

Legenda ganda putra bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, memberikan penghargaan sekaligus semangat kepada Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin setelah meraih posisi runner-up Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Minggu, (7/7/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Raymond menjelaskan persiapan menuju Kejuaraan Dunia memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan turnamen lainnya. Salah satunya adalah fokus lebih besar terhadap pola permainan bertahan.

"Kalau untuk Kejuaraan Dunia memang ada yang membedakan, paling kami lebih banyak latihan skema pertahanan. Kalau secara program mungkin hampir sama dengan yang lain, tetapi kami memang lebih diprioritaskan dulu," kata Raymond.

"Setelah kami selesai, baru mereka menjalani program sendiri untuk China Masters," sambungnya.

 

 


Momentum untuk Bangkit

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melakukan selebrasi setelah mencetak poin atas rekan senegaranya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi dalam laga semifinal Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (06/06/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Raymond/Joaquin datang ke New Delhi dengan modal sebagai runner-up Indonesia Masters 2026. Namun, performa mereka di dua turnamen terakhir belum sesuai harapan.

Mereka gagal menunjukkan hasil maksimal pada Japan Open 2026 dan China Open 2026.

Kejuaraan Dunia BWF 2026 pun menjadi momentum bagi Raymond/Joaquin untuk bangkit. Keduanya bertekad membuktikan bahwa mereka mampu tampil lebih konsisten dan melangkah jauh pada turnamen yang memasuki edisi ke-30 tersebut.

Dengan status debutan dan motivasi besar Joaquin untuk menebus kegagalan di level junior, Raymond/Joaquin berharap Kejuaraan Dunia 2026 menjadi panggung lahirnya kejutan dari ganda putra Indonesia.  

 

Berita Terkait