Cerita Kiper Muda PSM, Athaullah Daib: Berawal Idolakan Thibaut Courtois hingga Tembus Skuad Senior Laskar Mataram

Promosi ke skuad senior PSIM Yogyakarta menjadi pencapaian istimewa bagi Athaullah Daib.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 13 Agustus 2026, 07:00 WIB
Penjaga gawang muda PSIM Yogyakarta Athaullah Daib. (Doc PSIM).

Bola.com, Yogyakarta - Promosi ke skuad senior PSIM Yogyakarta menjadi pencapaian istimewa bagi Athaullah Daib. Kiper berusia 16 tahun itu mendapat kesempatan bergabung dengan tim utama Laskar Mataram untuk Super League 2026/2027.

Daib merupakan produk Elite Pro Academy (EPA) PSIM. Pelajar kelas XI SMA Negeri 2 Playen, Gunungkidul, Yogyakarta tersebut merasa bersyukur atas pencapaian yang diraihnya.

Advertisement

"Pertama-tama, saya mengucapkan Alhamdulillah karena sudah bisa masuk ke dalam tim senior PSIM Jogja pada usia 16 tahun ini," ujar Athaullah Daib pada Rabu (12/8/2026).

"Dulu selalu terbawa ke dalam mimpi. Saya sering bermimpi bisa bermain di tim senior dan Alhamdulillah sekarang mimpi tersebut menjadi kenyataan," kenang Daib.

 


Kagumi Thibaut Courtois

Kiper Real Madrid asal Belgia #01, Thibaut Courtois, bereaksi setelah memenangkan pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Real Madrid dari Spanyol dan Borussia Dortmund dari Jerman di stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, Minggu dini hari WIB (6-7-2025). (JUAN MABROMATA/AFP)

Sebagai seorang penjaga gawang, Daib memiliki sosok idola yang menjadi panutan. Ia mengagumi kiper asal Belgia, Thibaut Courtois, yang saat ini memperkuat Real Madrid.

Kesempatan berlatih bersama pemain senior juga jadi pengalaman penting bagi Daib. Apalagi, ia mendapat kesempatan menimba ilmu dari tim pelatih PSIM yang dipimpin Jean-Paul van Gastel.

"Bagi saya pribadi, saya cukup senang bisa dilatih oleh pelatih asing asal Eropa yang membawa budaya sepak bola Eropa ke Indonesia," kata Daib.

Pengalaman bermain di luar negeri turut membentuk ambisinya. Pada 2023, pemain kelahiran 9 April 2010 itu sempat mengikuti pertandingan ke Swedia bersama Tim Barati.

Pengalaman itu semakin memotivasinya untuk mengejar level lebih tinggi. Salah satu target yang ingin ia wujudkan ialah membela Timnas Indonesia. "Kalau target untuk masuk tim nasional itu pasti ada," ucapnya.

 


Memiliki Potensi Besar

Penjaga gawang muda PSIM Yogyakarta Athaullah Daib. (Doc PSIM).

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menyambut positif kehadiran Athaullah Daib. Arsitek asal Belanda itu memang punya pengalaman panjang dalam pembinaan pemain muda saat menangani akademi Feyenoord Rotterdam.

"Saya sangat senang bekerja dengan talenta-talenta muda. Kami mengundang anak ini berlatih bersama kami karena ia baru berusia 16 tahun dan performanya cukup baik. Jadi, kami memutuskan untuk mempertahankan dan mencoba mengembangkan potensinya," tuturnya.

Selama menjalani masa observasi bersama tim senior, Daib mendapatkan perhatian khusus dari pelatih kiper PSIM, Mario Capece. Tim pelatih melihat potensi besar yang dimiliki penjaga gawang muda tersebut.

"Tim pelatih merekomendasikannya kepada kami. Kemudian, Mario melatihnya secara khusus dan saya sempat memantau beberapa kali. Saya melihat anak ini memiliki potensi yang sangat besar," ungkap Van Gastel.

"Ini sekaligus jadi sinyal positif bagi akademi kami bahwa para pemain muda memiliki masa depan cerah di klub. Kami juga sedang mempertimbangkan apakah ada pemain berbakat lainnya yang dapat kami promosikan ke tim utama," pungkasnya.

Berita Terkait