Status Spesial Xavi Hernandez, Pelatih Asing Pertama Timnas Belanda Sejak 1978

Xavi Hernandez pelatih kelahiran luar negeri pertama yang menangani Timnas Belanda sejak Ernst Happel pada 1977-1978.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 13 Agustus 2026, 14:30 WIB
Setelah pembicaraan lebih lanjut dengan petinggi Barcelona, Xavi memutuskan pada 25 April 2024 untuk bertahan hingga masa kerjanya berakhir. (LLUIS GENE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Xavi Hernandez resmi menjadi pelatih kepala Timnas Belanda pada Kamis (13/8/2026). Pria berusia 46 tahun itu menjadi pelatih kelahiran luar negeri pertama yang menangani Timnas Belanda sejak Ernst Happel pada 1977-1978.

Xavi menandatangani kontrak yang berlaku hingga Piala Dunia 2030. Ia menggantikan Ronald Koeman yang meninggalkan jabatannya setelah menjalani kampanye Piala Dunia yang mengecewakan.

Advertisement

Belanda tersingkir lebih awal setelah Maroko mengeliminasi mereka melalui adu penalti pada babak 32 besar.

Xavi mengatakan dirinya memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda yang terbentuk selama berada di akademi Barcelona.

Legenda Belanda seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels memberikan pengaruh besar terhadap sistem pembinaan pemain muda klub asal Catalunya tersebut.

"Anda bisa mengatakan bahwa saya adalah sedikit bagian dari anak sepak bola Belanda," kata Xavi, seperti dikutip dari Outlook India

 


Pengaruh Van Gaal dan Frank Rijkaard

Barcelona memastikan Xavi Hernandez akan meninggalkan posisi pelatih usai laga terakhir LaLiga 2023/2024 melawan Sevilla, Senin (27/5/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Ia juga menyebut Louis van Gaal, yang memberinya debut bersama Barcelona, serta Frank Rijkaard sebagai sosok yang memberikan pengaruh besar dalam kariernya.

"Keduanya memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih," tutur Xavi. 

Xavi memuji gaya bermain Timnas Belanda sebagai sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan.

"Tentu saja, tujuan terpenting adalah dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan bisa dinikmati orang-orang. Potensi untuk melakukan itu ada, begitu juga fondasi yang kuat untuk dibangun," ujar Xavi.

 


Pujian untuk Xavi

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez tercatat menjadi pelatih termuda keempat pada Liga Champions 2023/2024. Saat ini juru taktik yang mulai menangani Blaugrana sejak awal musim 2021/2022 menginjak usia 43 tahun. Hingga kini ia telah mencatatkan 62 kali menang, 18 imbang dan 19 kali kalah dalam 99 laga di semua ajang kompetisi. Pada matchday pertama Liga Champions 2023/2024 Barcelona menang telak 5-0 atas FC Antwerp. (AFP/Javier Soriano)

Nigel de Jong, mantan lawan Xavi pada final Piala Dunia 2010 yang kini menjabat sebagai direktur sepak bola elite di federasi Belanda, memuji visi Xavi. Dia menyebut Xavi memiliki gaya sepak bola dominan dan atraktif, yang dipadukan dengan fleksibilitas yang dibutuhkan sepak bola elite modern.

"Xavi percaya pada prinsip-prinsip dasar tersebut, menerima visi itu, dan menjadikannya miliknya sendiri," kata De Jong.

Ia juga menilai Xavi memiliki kemampuan untuk terhubung dengan para pemain dan mengeluarkan kemampuan terbaik dari sebuah kelompo".

Xavi menghabiskan 17 tahun sebagai pemain Barcelona sebelum mengakhiri karier bermainnya bersama Al Sadd.

Ia kemudian langsung beralih ke dunia kepelatihan. Xavi menangani klub Qatar tersebut pada 2019 hingga 2021, sebelum melatih Barcelona sampai Mei 2024.

Menariknya, Xavi memiliki sejarah tersendiri dengan Timnas Belanda yang kini menjadi tim asuhannya. Ia merupakan bagian dari skuad Spanyol yang mengalahkan Belanda pada final Piala Dunia 2010, sekaligus menjadi kekalahan ketiga Belanda di partai final Piala Dunia.    

 

Berita Terkait