Starting XI Chelsea Idaman Xabi Alonso, Makin Ganas dengan 4 Pemain Baru

Jika Alonso benar-benar memilih formasi tiga bek untuk Chelsea, lalu siapa saja yang akan mengisi setiap posisi, terutama dengan kehadiran sejumlah pemain baru?

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 13 Agustus 2026, 16:00 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Dan Mullan)

Bola.com, Jakarta - Xabi Alonso mulai bekerja sebagai manajer baru Chelsea. Pelatih asal Spanyol itu akan memimpin The Blues pada musim 2026/2027 setelah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun.

Lantas, seperti apa wajah Chelsea di bawah asuhan Alonso?

Advertisement

Fleksibilitas taktik menjadi salah satu kekuatan Alonso sehingga memiliki beberapa opsi formasi. Saat menangani tim di Spanyol, Alonso kerap menggunakan variasi formasi 4-3-3. Namun, ia justru lebih sukses menerapkan skema 3-4-3 ketika berkarier di Jerman.

Pada pramusim, Alonso sempat mengandalkan formasi 4-2-3-1. Namun, belakangan ia mulai kembali mengarah ke skema tiga bek dengan pola 3-4-3.

Jika Alonso benar-benar memilih formasi tiga bek untuk Chelsea, lalu siapa saja yang akan mengisi setiap posisi, terutama dengan kehadiran sejumlah pemain baru?    


Kiper: Robert Sanchez

Kiper Chelsea, Robert Sanchez, terbang menghalau bola saat mengamankan gawangnya dalam laga pramusim melawan AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Aksi gemilang Sanchez membantu Chelsea menjaga clean sheet dalam kemenangan 3-0 atas AC Milan lewat dua gol Joao Pedro dan satu gol Moises Caicedo. (KapanLagi.com/Budy Santoso)

Robert Sanchez menghadapi persaingan baru untuk posisi penjaga gawang utama Chelsea musim ini. Mike Penders kini menjadi pelapis Sanchez, sementara Filip Jorgensen dipinjamkan ke Strasbourg dan mengambil tempat yang sebelumnya ditempati Penders sebagai pemain pinjaman.

Sanchez mampu tampil apik dalam beberapa periode, tetapi performanya belum sepenuhnya meyakinkan semua pihak. Kehadiran Penders yang baru berusia 21 tahun bisa membuatnya harus terus menjaga performa.

Secara realistis, Penders mungkin belum cukup matang untuk langsung menghadapi tekanan bermain di Chelsea. Karena itu, Sanchez diperkirakan tetap menjadi pilihan utama di awal musim.

 


Lini Belakang

Bek Atalanta, Marco Palestra. (Isabella BONOTTO / AFP)

RCB: Maxence Lacroix

Chelsea memang sedang mencari tambahan pemain bertahan pada musim panas ini, terutama karena mereka membutuhkan kedalaman skuad yang sesuai untuk bermain dengan formasi tiga bek.

Mereka berhasil memenuhi kebutuhan tersebut setelah memenangkan persaingan untuk mendapatkan bek Crystal Palace, Maxence Lacroix, dengan kesepakatan transfer senilai 52 juta poundsterling.

Lacroix tampil impresif bersama Palace dan menjadi opsi siap pakai untuk memperkuat lini belakang Chelsea. Ia juga pernah berhadapan dengan Alonso saat keduanya masih bermain di Bundesliga, ketika Lacroix membela Wolfsburg.

CB: Wesley Fofana

Alonso membutuhkan sosok yang bisa diandalkan di jantung pertahanan. Sebelumnya, posisi tersebut menjadi milik wakil kapten Bayer Leverkusen, Jonathan Tah, yang kini bermain untuk Bayern Munchen.

Wesley Fofana dan Tosin Adarabioyo menjadi dua pemain yang sejauh ini dipercaya mengisi posisi tengah dalam skema tiga bek selama pramusim.

Fofana menjadi pemain yang paling menonjol dalam peran tersebut. Bukan tidak mungkin posisi itu akhirnya menjadi tempatnya dalam formasi baru Chelsea.

LCB: Levi Colwill

Chelsea memiliki dua bek tengah berkaki kiri yang bersaing untuk mendapatkan tempat, yakni Levi Colwill dan Jorrel Hato.

Pada musim debutnya, Hato mencatatkan 22 penampilan di Premier League. Namun, dengan usianya yang baru 20 tahun, pemain asal Belanda itu berpotensi mendapatkan peran yang lebih besar.

Tentu saja, hal tersebut bergantung pada kemampuannya memenuhi potensi besar yang diperlihatkannya sejak masih menimba ilmu di Ajax. Untuk saat ini, hal itu masih harus dibuktikan.

Chelsea lebih percaya diri dengan kemampuan Colwill. Ia hanya perlu memastikan kondisi fisiknya benar-benar pulih setelah cedera ACL membuatnya absen hampir sepanjang musim ini.

RWB: Marco Palestra

Chelsea menjadikan Marco Palestra sebagai rekrutan pertama di era Alonso. The Blues berharap sang pemain mampu melanjutkan momentum positif setelah menjalani musim terobosan bersama Cagliari.

Palestra sebelumnya hanya berstatus pemain pinjaman di Cagliari dari Atalanta. Klub pemiliknya kemudian memilih menjual sang wing-back dengan harga tinggi ketimbang membawanya kembali ke skuad.

Pemain berusia 21 tahun itu dinobatkan sebagai bek terbaik Serie A musim lalu, salah satunya berkat kontribusinya dalam membantu serangan.

Palestra mampu bermain dengan nyaman sebagai wing-back. Meski kepindahan ke klub dengan ekspektasi sebesar Chelsea menjadi tantangan besar, ia tentu berharap bisa beradaptasi dengan cepat dan menjawab tuntutan tersebut.


Lini Tengah

Morgan Rogers merayakan golnya ke gawang Manchester United, Minggu (21/12/2025) (Jacob King/PA via AP)

CM: Enzo Fernandez

Salah satu opsi lain di posisi gelandang kanan tentu saja adalah kapten Reece James. Ia memiliki sejumlah kelebihan yang bisa dimanfaatkan oleh manajer barunya.

Dalam formasi 3-4-2-1, James bisa dimainkan sebagai bek tengah kanan, wing-back, maupun gelandang bertahan.

James mendapatkan cukup banyak kesempatan bermain di lini tengah pada musim lalu. Ia bisa terus mengembangkan dirinya di posisi tersebut berkat kekuatan fisik dan kemampuan distribusi bolanya.

Namun, karena James kemungkinan harus berpindah-pindah posisi, Chelsea mungkin lebih memilih pemain spesialis yang bisa diandalkan secara reguler di lini tengah.

Jawabannya mungkin sebenarnya sudah ada di depan mata. Fernandez sempat dikaitkan dengan kepindahan dari Chelsea pada musim panas ini, tetapi peluangnya untuk bertahan tampaknya lebih besar. Jika situasi itu tidak berubah, ia akan menjadi starter.

CM: Moises Caicedo

Sebagai salah satu pemain paling berharga di skuad Chelsea, Caicedo menempati posisi ketiga dalam hal jumlah menit bermain di semua kompetisi musim lalu.

Di usianya yang baru 24 tahun, Caicedo diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Mencadangkannya karena pilihan sendiri rasanya hampir tidak terpikirkan.

LWB: Pep Chavarria

Setelah Marc Cucurella pindah ke Real Madrid, Chelsea terpaksa kembali masuk ke bursa transfer untuk mencari pengganti di posisi bek kiri.

Jika Alonso menggunakan formasi empat bek, ia bisa memainkan Hato sebagai bek kiri. Namun, apabila memilih formasi tiga bek, Hato tidak terlalu cocok untuk dimainkan sebagai wing-back.

Karena itu, Chelsea akhirnya merekrut Chavarria dari Rayo Vallecano setelah melakukan pengejaran cukup panjang.

Chavarria memang pendatang baru di Premier League. Namun, ia sudah memiliki pengalaman selama empat tahun bermain di La Liga dan berharap bisa beradaptasi dengan baik di Inggris.

AM: Cole Palmer

Apakah Palmer masih cukup meyakinkan untuk mempertahankan tempatnya dalam rencana jangka panjang Chelsea? Ia hanya mencatatkan kontribusi gol atau assist dalam delapan pertandingan liga musim lalu, sehingga sebagian pihak mungkin akan menjawab tidak.

Namun, ketika berada dalam performa terbaik dan dimainkan dalam sistem yang tepat, Palmer tetap menjadi salah satu pemain paling bertalenta di Chelsea. The Blues juga masih melihatnya sebagai bagian penting dari masa depan klub.

Palmer berpotensi diberi peran seperti Florian Wirtz dalam sistem Alonso. Namun, ia tentu berharap bisa memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan Wirtz ketika bermain di Inggris.

AM: Morgan Rogers

Chelsea mengeluarkan dana fantastis sebesar 117 juta poundsterling untuk mendapatkan Rogers setelah mengalahkan Arsenal dalam perburuan tanda tangannya.

Rogers menjadi starter saat Inggris menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 dan merupakan salah satu pemain dengan reputasi tertinggi di Premier League.

Kedatangan Rogers menjadi sebuah keberhasilan besar bagi Alonso pada pekan-pekan pertamanya di Stamford Bridge. Ia merupakan rekrutan yang diyakini mampu meningkatkan level permainan Chelsea secara keseluruhan.           

 


Lini Depan

Pemain Chelsea, Joao Pedro (tengah), berusaha melewati kepungan pemain AC Milan dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Joao Pedro beberapa kali merepotkan lini pertahanan AC Milan dan mencetak dua gol untuk membawa Chelsea meraih kemenangan 3-0 pada laga pramusim tersebut. (KapanLagi.com/Budy Santoso)

CF: Joao Pedro

Pedro menjadi salah satu dari sedikit pemain Chelsea yang mampu menutup musim lalu dengan catatan positif. Ia mencetak 20 gol pada musim debutnya bersama The Blues.

Penyerang asal Brasil itu berhasil memenangkan persaingan dengan sesama rekrutan musim panas, Liam Delap. Kini, ia harus bersiap menghadapi persaingan dari dua penyerang baru, Emmanuel Emegha dan Danny Welbeck.

Seperti yang telah disebutkan, Pedro juga bisa dimainkan di belakang penyerang utama. Namun, dengan kondisi saat ini, ia layak menjadi pilihan pertama Chelsea untuk mengawali musim baru.

Sumber: Planet Football

 

Berita Terkait