Cesc Fabregas Terkesan dengan Arsenal, Tetap Percaya Mikel Arteta di Masa Sulit

Pelatih Como yang juga mantan kapten Arsenal, Cesc Fabregas, melontarkan pujian tinggi kepada The Gunners dan Mikel Arteta.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 14 Agustus 2026, 05:30 WIB
Pelatih Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, memperhatikan jalannya pertandingan Serie A Italia antara Como dan Inter Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como pada 12 April 2026. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Como yang juga mantan kapten Arsenal, Cesc Fabregas, melontarkan pujian tinggi kepada The Gunners dan Mikel Arteta. 

Ia menilai kesabaran serta konsistensi menjadi kunci keberhasilan The Gunners hingga mampu merebut gelar Premier League musim lalu.

Advertisement

Fabregas kembali ke markas mantan klubnya pada Rabu (12/8/2026) malam WIB. Ia memimpin Como dalam laga uji coba menghadapi Arsenal di Emirates Stadium. Pertandingan berakhir 1-1 pada waktu normal sebelum Arsenal menang lewat adu penalti.

Arsenal kini bersiap menjalani musim baru dengan status sebagai juara bertahan. Tim besutan Arteta akan lebih dulu menghadapi Manchester City dalam ajang Community Shield pada Minggu (16/8/2026), sebelum memulai kiprah di Premier League dengan menjamu Coventry City pada 21 Agustus 2026.

Fabregas yang pernah mencatatkan 303 penampilan bersama Arsenal mengaku terkesan dengan perkembangan klub dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ia menyebut Como berusaha meniru sejumlah nilai yang telah dibangun Arsenal.

“Selamat kepada klub ini, terutama sejak tujuh atau delapan tahun lalu ketika mereka memulai proyek tersebut,” ujar Fabregas, seperti dikutip dari Metro, Kamis (13/8/2026). 

 


Punya Kesabaran dan Komitmen

Para pemain Arsenal berdiri dengan trofi Liga Premier setelah upacara penyerahan di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Crystal Palace dan Arsenal di Selhurst Park di London selatan pada 24 Mei 2026. Arsenal menjadi juara liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 2004, memenangkan liga dengan selisih tujuh poin. (Adrian Dennis/AFP)

Menurut Fabregas, Arsenal menunjukkan sesuatu yang jarang terlihat dalam sepak bola modern, yakni kesabaran dan komitmen terhadap sebuah proyek meski menghadapi periode sulit.

“Saya pernah mengatakan kepada Edu dan Andrea Berta ketika datang ke sini tahun lalu untuk pertandingan Liga Champions. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh klub karena kesabaran mereka, tetap bersatu, dan tetap berpegang pada rencana,” lanjutnya.

Fabregas mengingat bagaimana Arsenal sempat melalui periode sulit. The Gunners finis di posisi kedelapan selama tiga musim beruntun sebelum perlahan memperbaiki posisi hingga akhirnya kembali bersaing di papan atas.

“Selama tiga tahun berturut-turut mereka finis di posisi kedelapan. Kemudian musim berikutnya hampir lolos ke Liga Champions, tetapi itu menjadi kekecewaan besar. Tottenham datang dan mereka finis kelima. Namun, mereka terus melangkah karena memiliki rencana, tujuan, dan perkembangan,” tutur Fabregas.

 


Fabregas Puji Mikel Arteta

Perjalanan Mikel Arteta saat melatih Arsenal di musim ini bisa mengalami pasang surut. Sempat terpuruk di awal musim, Arteta akhirnya menemukan formula terbaiknya untuk membalikkan keadaan. Terbukti, saat ini The Gunners berhasil menempati peringkat ke-4 klasemen Liga Inggris. (AFP/Pool/Tim Keeton)

Fabregas menilai kesabaran seperti yang ditunjukkan Arsenal sangat sulit ditemukan di sepak bola modern. Ia menyindir kebiasaan klub yang mudah mengganti pelatih ketika hasil buruk mulai datang.

“Hal seperti ini sudah jarang kita lihat dalam sepak bola saat ini. Anda kalah tiga pertandingan, pelatih langsung diganti. Sebelumnya bermain dengan satu gaya, kemudian berganti ke gaya lain. Saya tidak terlalu percaya dengan cara seperti itu,” kata Fabregas.

Mantan gelandang Arsenal tersebut kini tengah membangun proyek bersama Como. Meski mengakui level dan sejarah klubnya tidak sebesar Arsenal, Fabregas berusaha menerapkan prinsip yang sama, terutama dalam hal stabilitas, nilai, dan budaya klub.

“Saya sangat beruntung berada dalam sebuah proyek, tentu dengan level yang jauh lebih rendah dalam hal sejarah dan segala sesuatunya. Namun, kami mencoba melihat stabilitas yang dimiliki Arsenal, nilai-nilai serta budaya yang mereka bangun,” ujarnya.

Fabregas juga memberikan kredit khusus kepada Arteta. Ia menilai sang manajer telah melakukan pekerjaan luar biasa dan berhasil membuat para pemain Arsenal percaya penuh terhadap rencana yang diterapkan.

“Saya pikir Mikel telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka,” kata Fabregas.

“Sebagian besar pemain di dalam skuad ini, ketika Anda berbicara dengan mereka, mereka adalah orang-orang baik. Mereka ingin memainkan sepak bola yang bagus, mereka menghormati satu sama lain, dan Anda bisa melihat bagaimana mereka selalu berpegang pada rencana.”

Sumber: Metro

 

Berita Terkait