Como Ditekuk Frosinone, Cesc Fabregas Kecewa Berat: Ini Penampilan Terburuk Kami dalam 5 Bulan

Cesc Fabrregas kecewa usai anak asuhnya dipaksa bertekuk lutut di markas Frosinone 2-0.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Como, Cesc Fabregas, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai anak asuhnya dipaksa bertekuk lutut di markas Frosinone pada laga pekan kelima Serie A 2026/2027.

Bertanding di Stadion Benito Stirpe, Minggu (20-9-2026), Como menyerah dengan skor 0-2 dari tim tuan rumah.

Dua gol kemenangan Frosinone masing-masing dicetak oGiacomo Caio pada menit ke-14 dan Giorgio Kvernadze menjelang turun minum pada menit ke-45.

Hasil mengejutkan ini membuat posisi kedua tim di papan klasemen Serie A kini sejajar dengan mengoleksi 10 poin dari lima pertandingan yang telah dilakoni.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kritik Performa Anak Asuhnya

Usai laga, Fabregas secara terbuka mengkritik performa para pemainnya yang dinilai gagal memahami strategi serta besarnya ancaman dari Frosinone.

Meski begitu, juru taktik asal Spanyol tersebut juga memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada lawan yang dinilainya tampil sempurna sepanjang laga.

"Saya sudah menjelaskan pada sesi prapertandingan tentang tim seperti apa Frosinone itu. Mungkin saya yang kurang baik dalam memastikan para pemain benar-benar memahaminya," ujar Cesc Fabregas pada sesi konferensi pers seusai pertandingan.

Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu menilai timnya sebenarnya memiliki peluang untuk meraih hasil yang lebih baik.

Menurut Fabregas, penampilan gemilang kiper tuan rumah, Lorenzo Palmisani, menjadi benteng utama yang menghalangi Como untuk mencetak gol di pertandingan tersebut.

Posisi Alami Nico Paz

Di sela-sela wawancara, Fabregas juga menepis anggapan dirinya perlu menggeser posisi gelandang muda berbakat, Nico Paz, ke peran yang lebih dalam di lini tengah.

Ia menegaskan akan tetap mempertahankan Paz di posisi alaminya demi menjaga efektivitas permainan sang pemain.

"Saya tidak setuju dengan gagasan itu. Kami sudah menguji dan mencobanya, tetapi Nico tampil paling baik saat berada lebih ke depan. Saya sudah mengenalnya sejak dia berusia 15 tahun. Saya adalah orang pertama yang ingin belajar dan mencoba hal baru, tetapi saya yakin dia tidak memberikan potensi terbaiknya jika dimainkan di posisi tersebut," jelasnya.

Menutup pernyataannya, Fabregas meminta publik untuk tidak terburu-buru menilai peta persaingan klasemen karena kompetisi baru berjalan lima pekan.

"Hari ini adalah permainan buruk pertama kami dalam lima bulan terakhir, sejak semifinal Coppa Italia melawan Inter. Hari ini adalah masterpiece dari Frosinone. Sangat jelas apa yang ingin ditunjukkan Frosinone dan mereka layak mendapatkannya," ujar Fabregas.

 

Sumber: Football Italia

Video Populer

Foto Populer