7 Pemain yang Dijual MU Terlalu Cepat: Masalah dengan Manajer hingga Gagal Adaptasi

7 Pemain yang Pernah Dijual MU Terlalu Cepat: Masalah dengan pelatih, hingga gagal adaptasi.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 14 Agustus 2026, 08:15 WIB
Bek Brasil AC Milan #22, Emerson Royal, berebut bola dengan gelandang Napoli Skotlandia #08, Scott Mc Tominay, selama pertandingan Serie A Italia Ac Milan vs Napoli di stadion San Siro Meazza di Milan, Rabu dini hari WIB (30/10/2024). (Gabriel BOUYS/AFP)

Bola.com, Jakarta -  Manchester United memiliki sejumlah keputusan transfer yang kemudian disesali setelah pemain yang mereka lepas justru tampil gemilang bersama klub lain. Beberapa di antaranya bahkan berkembang menjadi bintang setelah meninggalkan Old Trafford.

Setidaknya, ada 10 pemain yang dinilai dijual Manchester United terlalu cepat pada era Premier League. Keputusan tersebut membuat Setan Merah kehilangan sejumlah pemain yang kemudian mampu menunjukkan kualitasnya bersama klub lain.

Advertisement

Menariknya, beberapa pemain dalam daftar tersebut berhasil meraih trofi bersama klub barunya. Ada pula yang justru membuat klub barunya mendapatkan keuntungan besar setelah Manchester United melepasnya dengan harga relatif murah.

Berikut 10 pemain yang dianggap Manchester United dijual terlalu cepat pada era Premier League, seperti dilansir Planet Football.

Berikut tujuh pemain yang dianggap dilepas Manchester United terlalu cepat:


1. Jaap Stam

5. Jaap Stam - Pemain berkepala plontos ini bergabung dengan Manchester United pada 1998. Ketangguhannya di lini belakang membuat para penyerang lawan kerepotan. Di musim perdananya dia sukses mempersembahkan treble winners untuk MU. (AFP/Adrian Dennis)

Jaap Stam menikmati tiga tahun yang sangat sukses bersama Manchester United. Bek asal Belanda itu membantu MU meraih tiga gelar Premier League, Liga Champions, Piala FA, Piala Interkontinental, serta dua penghargaan UEFA Defender of the Year.

Namun, Stam dijual ke Lazio pada 2001 dengan nilai sekitar 16,5 juta pounds ketika berusia 29 tahun.

Keputusan tersebut kemudian menjadi salah satu penyesalan Sir Alex Ferguson. Stam justru tampil impresif di Italia dan membantu Lazio meraih Coppa Italia sebelum kemudian mencapai final Liga Champions 2005 bersama AC Milan.


2. Diego Forlan

Diego Forlan. Striker Uruguay yang kini berusia 43 tahun dan telah pensiun pada Agustus 2019 bersama Kitchee ini menjadi satu-satunya pemain Uruguay yang mampu meraih trofi juara Premier League. Ia melakukannya bersama Manchester United pada musim 2002/2003, yaitu di musim keduanya bersama Setan Merah yang diperkuatnya selama 3 musim mulai tengah musim 2001/2002 hingga akhir musim 2003/2004 usai didatangkan dari Independiente. Gelar lain yang diraihnya adalah Piala FA 2003/2004 dan Community Shield tahun 2003. Bersama Setan Merah ia total tampil dalam 97 laga di semua ajang dengan torehan 17 gol dan 9 assist. (AFP/Paul Barker)

Diego Forlan kesulitan mendapatkan tempat utama selama memperkuat Manchester United. Ia hanya mencetak 17 gol dalam 98 penampilan di seluruh kompetisi.

Setelah pindah ke Villarreal, karier Forlan berubah drastis. Striker asal Uruguay itu berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa.

Forlan dua kali memenangkan European Golden Shoe setelah menjadi pencetak gol terbanyak La Liga. Ia juga sukses bersama Atletico Madrid dengan memenangkan Liga Europa 2010.


3. Gerard Pique

Gerard Pique bergabung ke Manchester United saat berusia 17 tahun dari akademi Barcelona. Performanya sebagai bek tengah sebenarnya baik, namun kalah bersaing dengan Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Sempat dipinjamkan, Pique akhirnya memutuskan untuk kembali ke Barcelona. (AFP/Andrew Yates)

Gerard Pique sempat digadang-gadang sebagai bek masa depan Manchester United. Namun, setelah membuat kesalahan dalam kekalahan 0-1 dari Bolton Wanderers pada 2007, kepercayaan Ferguson kepadanya mulai menurun.

MU akhirnya melepas Pique ke Barcelona pada 2008 dengan nilai sekitar 5 juta pounds.

Keputusan tersebut menjadi bumerang. Pique kemudian berkembang menjadi salah satu bek terbaik generasinya dan membantu Barcelona mengalahkan Manchester United di final Liga Champions 2009 dan 2011.


4. Danny Welbeck

Danny Welbeck. Striker asli Inggris ini mencetak gol debutnya di Liga Inggris dalam usia 17 tahun 355 hari saat Manchester United menang 5-0 atas Stoke City pada November 2008. Ia mencetak gol melalui sepakan kaki kanan di luar kotak penalti. (AFP/Ben Stansall)

Danny Welbeck merupakan produk akademi Manchester United dan mencatatkan 29 gol dalam 142 penampilan untuk tim utama.

Namun, kedatangan Louis van Gaal membuat posisinya terpinggirkan. Welbeck kemudian dilepas ke Arsenal pada deadline day musim panas 2014.

Kariernya memang sempat terganggu cedera, tetapi ia kemudian bangkit bersama Brighton. Welbeck bahkan menjadi pencetak gol terbanyak Brighton di era Premier League sebelum melanjutkan karier ke Chelsea.


5. Angel Di Maria

2. Angel Di Maria (75 juta euro) - Gelandang PSG ini tercatat pernah menjadi pemain Argentina dengan transfer termahal saat diboyong Manchester United dari Real Madrid. Di Maria didatangkan Manchester United pada 2014 dengan transfer 75 juta euro. (AFP/Paul Ellis)

Manchester United mendatangkan Angel Di Maria dari Real Madrid pada 2014 dengan rekor transfer Inggris saat itu.

Namun, pemain asal Argentina tersebut hanya bertahan satu musim di Old Trafford. Hubungannya dengan Van Gaal tidak berjalan baik sehingga Di Maria akhirnya dilepas ke Paris Saint-Germain.

Di PSG, Di Maria kembali menunjukkan kualitasnya. Ia mencetak 92 gol dan menyumbangkan 120 assist dalam 295 pertandingan untuk klub Prancis tersebut.


6. Anthony Elanga

Anthony Elanga menjadi pemain muda terakhir Manchester United yang akhirnya dilepas permanen setelah gagal bersaing. Ia yang dipromosikan ke tim utama Manchester United sejak tengah musim 2021/2022 nyatanya hanya tampil 55 laga dan mayoritas sebagai pemain pengganti. Menjelang musim 2023/2024 berjalan, ia dilepas permanen ke Nottingham Forest dengan mahar 17,5 juta euro. (AFP/Oli Scarff)

Anthony Elanga sempat mendapat kesempatan menembus tim utama Manchester United dan mencetak gol penting di Liga Champions melawan Atletico Madrid.

Namun, kedatangan Antony membuat menit bermain Elanga semakin terbatas. MU akhirnya menjualnya ke Nottingham Forest dengan harga sekitar 15 juta pounds.

Di Forest, Elanga berkembang pesat dengan mencatatkan 11 gol dan 21 assist dalam 82 penampilan. Forest kemudian menjualnya ke Newcastle United pada 2025 dengan harga 55 juta pounds.


7. Scott McTominay

Ketangguhan Pickford akhirnya bisa diruntuhkan MU pada menit 36. Gelandang Scott McTominay memecah kebuntuan setelah meneruskan umpan manis dari Jadon Sancho. (AP Photo/Dave Thompson)

Scott McTominay merupakan pemain akademi Manchester United yang mencatatkan 255 penampilan bersama tim utama.

Pada 2024, MU melepasnya ke Napoli dengan nilai sekitar 25 juta pounds. Keputusan tersebut sempat dipertanyakan karena McTominay langsung tampil luar biasa di Italia.

Ia membantu Napoli menjuarai Serie A 2024/2025 sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A pada musim debutnya.

McTominay pun menjadi salah satu contoh paling jelas bahwa Manchester United mungkin terlalu cepat mengambil keputusan untuk melepas pemainnya.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait