Bola.com, Jakarta - Piala AFF 2026 yang kini telah mencapai babak semifinal sedang diguncang skandal match-fixing alias pengaturan skor yang menjerat satu di antara pesertanya, yakni Timnas Laos.
Dalam berbagai laporan media di kawasan ASEAN, Federasi Sepak Bola Laos (LFF) mendesak penyelidikan tingkat tinggi atas dugaan pengaturan skor, suap, dan judi ilegal, yang melibatkan pemain Timnas Laos.
Menurut laporan media Malaysia, News Straits Times, LFF menduga adanya sejumlah kejanggalan yang diperlihatkan para pemain Timnas Laos selama mereka berjuang di fase penyisihan Grup B Piala AFF 2026.
"Dalam surat permohonan resmi kepada Departemen Kepolisian Imigrasi Kementerian Keamanan Publik negara tersebut, LFF meminta penyelidikan segera menyusul serangkaian penampilan mencurigakan selama turnamen Piala AFF yang sedang berlangsung," bunyi laporan News Straits Times.
Lakukan Investigasi Internal
NST melaporkan, jajaran petinggi LFF sudah menggelar penyelidikan internal terhadap seluruh pemain Timnas Laos.
Dari hasil interogasi awal, ditemukan indikasi yang mengarah pada manipulasi hasil laga yang disengaja.
"Berdasarkan dokumen yang diperoleh Timesport, pimpinan LFF menggelar interogasi internal darurat pada 2 Agustus dan 6 Agustus, dengan memanggil seluruh anggota skuad tim nasional untuk dimintai keterangan," bunyi pemberitaan NST.
"Peninjauan awal terhadap data pertandingan, pernyataan pemain, dan bukti internal dilaporkan telah menemukan 'sebab yang cukup serta informasi mencurigakan' yang mengarah pada manipulasi yang disengaja," lanjutnya.
Dari hasil penyelidikan itu, LFF secara khusus telah menandai empat pemain Timnas Laos yang memiliki indikasi kuat terlibat match-fixing. Namun, nama-nama pemainnya sampai saat ini masih dirahasiakan.
Dokumen Investigasi Beredar
Dugaan skandal pengaturan skor alias match-fixing ini mencuat setelah dokumen investigasi LFF beredar di media sosial.
Dalam dokumen tertanggal 7 Agustus 2026 itu, LFF melaporkan kepada pimpinan lembaga kepolisian di bawah Kementerian Keamanan Publik dan Penegakan Hukum Laos.
"Surat tersebut juga mengutip ketentuan dalam hukum Laos, termasuk yang berkaitan dengan Undang-Undang Keolahragaan dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sebagai dasar permohonan penyelidikan. Namun, perlu ditekankan bahwa LFF belum menyimpulkan bahwa ada pemain yang telah melakukan tindak pidana," bunyi laporan Soha.
"Dokumen tersebut tidak secara terbuka menyebutkan nama pemain yang dicurigai, tidak pula mengonfirmasi bahwa pertandingan tertentu telah diatur (match-fixing). Sebaliknya, LFF meminta agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah informasi yang telah dikumpulkan oleh Federasi cukup untuk mendukung klaim tersebut," lanjut laporan media Vietnam tersebut.
Indikasi yang Terlihat
Langkah LFF melakukan penyelidikan ini tidak terlepas dari performa buruk yang dialami oleh Timnas Laos di Piala AFF 2026. Tim berjuluk Thim Xad itu menelan kekalahan di semua pertandingan di Grup B.
Mereka tercatat tumbang dari Thailand (0-5), Malaysia (0-4), Filipina (1-4), dan Myanmar (2-7). Dengan kata lain, skuad asuhan Vladica Grujic itu kebobolan total 20 gol, dan hanya menghasilkan empat gol di semua laga.
Hasil buruk ini bukan satu-satunya yang mengecewakan. Masalahnya terletak pada yang terjadi di lapangan. Dari empat laga, Laos mendapatkan tiga kartu merah dan 12 kartu kuning.
Phetdavanh Somsanith bahkan mendapatkan dua kartu merah di dua laga yang berbeda.
Selain itu, ada juga Safyon Keohanam yang diusir karena mendapatkan kartu merah ketika menghadapi Myanmar. Padahal, di laga itu, dia baru bermain enam menit sebagai pemain pengganti karena menyikut pemain Myanmar, Maung Maung Lwin.
Yang juga tak kalah menjadi perhatian ialah penampilan Viengxay Sydavong. Dia melakukan dua gol bunuh diri pada dua laga yang berbeda di Grup B Piala AFF 2026, yakni saat bersua Malaysia dan Filipina.
Sumber: NST, Soha