Jose Mourinho Bongkar Aksi Roman Abramovich Veto Transfer Samuel Eto’o ke Chelsea: Yang Datang Malah Shevchenko

Jose Mourinho mengungkap kisah di balik bursa transfer Chelsea pada 2006, yang melibatkan aksi Roman Abramovich.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 15 Agustus 2026, 08:45 WIB
Roman Abramovich dan Dasha Zhukova bertepuk tangan saat final Liga Champions antara Bayern Munich dan Chelsea, Jerman pada 19 Mei 2012. Abramovich dan Zhukova mengumumkan perceraiannya setelah 10 tahun menikah. (AP Photo/Matt Dunham)

Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho mengungkap kisah di balik bursa transfer Chelsea pada 2006. Mantan pelatih The Blues itu menyebut Roman Abramovich pernah memveto keinginannya untuk merekrut Samuel Eto’o.

Mourinho menjadi bagian dari era keemasan Chelsea setelah membawa klub asal London tersebut meraih dua gelar Premier League secara beruntun pada 2005 dan 2006.

Advertisement

Selama tiga tahun menangani Chelsea, The Special One juga menjadi sosok penting dalam sejumlah transfer besar. Didier Drogba, Arjen Robben, dan Michael Essien merupakan beberapa pemain top yang didatangkannya ke Stamford Bridge.

Namun, hubungan Mourinho dan Abramovich mulai mengalami masalah pada awal musim ketiganya. Salah satunya terkait perekrutan pemain.

Abramovich saat itu mendorong Chelsea untuk mendatangkan Andriy Shevchenko karena memiliki hubungan dengan sang pemain dan agen. Mourinho mengaku sebenarnya tidak pernah menginginkan striker asal Ukraina tersebut.

Sebaliknya, Mourinho justru ingin Chelsea mendatangkan Samuel Eto’o yang ketika itu sedang berada di puncak performa bersama Barcelona. Eto’o baru saja mencetak 34 gol sebelum memasuki musim 2006/2007.

 


Abramovich Ingin Rekrut Shevchenko

Andriy Shevchenko (AC Milan) - Terkenal sebagai predator di kotak penalti lawan saat berseragam AC Milan membuat Chelsea meminangnya pada 2006. Namun sayang striker asal Ukraina ini gagal beradaptasi dengan sepak bola Inggris. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Dalam dokumenter Netflix berjudul Mourinho, pelatih asal Portugal yang kini berusia 63 tahun itu mengungkapkan kisah tersebut.

"Abramovich memiliki gairah luar biasa terhadap sepak bola, tetapi dia sama sekali tidak memahami situasinya," ujar Mourinho, seperti dikutip The Sun, Jumat (14/8/2026). 

"Shevchenko berada di meja negosiasi karena hubungannya dengan pemilik, hubungannya dengan para agen. Saya tidak pernah ingin merekrutnya, tetapi saya tidak pernah mengatakan hal itu kepada siapa pun. Itu juga menjadi tanggung jawab saya."

Mourinho kemudian mengungkap pemain yang sebenarnya ingin direkrutnya. "Ingin tahu siapa pemain yang saya inginkan? Samuel Eto'o."

Chelsea akhirnya tetap mendatangkan Shevchenko dari AC Milan dengan mahar 30 juta poundsterling pada Mei 2006. Namun, kariernya di Stamford Bridge tidak berjalan sesuai harapan.

Shevchenko hanya mencetak empat gol di Premier League pada musim pertamanya 2006/2007. Meski demikian, ia masih mampu mengoleksi 14 gol di seluruh kompetisi.

Mourinho kemudian meninggalkan Chelsea sekitar setahun setelahnya dan melanjutkan karier bersama Inter Milan.

 

 


Balas Dendam Mourinho

Salah satu ekspresi pelatih Chelsea Jose Mourinho, pada konferensi pers, di Stoke D'Abernon, 31 Juli 2015. (AFP PHOTO / GLYN KIRK)

Di klub Italia tersebut, Mourinho akhirnya mendapat kesempatan melatih Eto'o. Sang striker mencetak 16 gol dan membantu Inter meraih trofi Liga Champions.

Dalam perjalanan menuju kesuksesan tersebut, Inter asuhan Mourinho juga menyingkirkan Chelsea dengan kemenangan agregat 3-1 di babak 16 besar Liga Champions.

Menariknya, Mourinho mengaku pertandingan tersebut menjadi momen balas dendam terhadap Abramovich.

"Sejujurnya, saya bermain melawan Roman pada pertandingan itu. Saya bermain melawan orang yang memecat saya. Saya pulang dengan bahagia dan dia pulang dengan kecewa," kata Mourinho.

"Saya tahu betapa dia mencintai Chelsea dan betapa dia mencintai kemenangan. Tetapi saya membutuhkan balas dendam."

"Sepak bola adalah milik orang-orang seperti saya. Yang lain adalah penyusup yang tidak seharusnya berada di sana. Sepak bola adalah milik pemain, pelatih, dan fans. Sepak bola akan selalu menjadi milik kami."

Mourinho akhirnya kembali bekerja sama dengan Eto'o di Chelsea ketika kembali ke Stamford Bridge pada 2013. Namun, saat itu usia sang striker sudah tidak lagi berada di masa keemasannya.

Eto'o hanya mencetak sembilan gol di Premier League dan 13 gol di seluruh kompetisi pada musim tersebut. Chelsea finis di posisi ketiga sebelum sang striker meninggalkan klub untuk bergabung dengan Everton.    

Sumber: The Sun

Berita Terkait