Bola.com, Jakarta - Davide Frattesi resmi kembali ke Roma setelah merampungkan kepindahan ke Lazio dengan status pinjaman dari Inter Milan. Gelandang 24 tahun itu menyambut kembalinya ke kota tempat ia tumbuh dengan antusias, menatap musim Liga Italia dengan peran yang lebih besar.
Lazio mendapatkan Frattesi lewat skema pinjaman berbayar senilai 5 juta euro. Dalam kesepakatan tersebut, terdapat opsi pembelian permanen 10 juta euro berikut bonus berbasis performa.
Inter turut menyertakan klausul 50 persen keuntungan dari penjualan berikutnya untuk menjaga kepentingan jangka panjang klub. Proses administrasi sempat menghambat transfer, namun Frattesi kini siap memulai tantangan baru setelah kesulitan mendapat menit bermain reguler di Inter.
Frattesi yang besar di kawasan Giustiniana kembali ke lingkungan yang akrab baginya. Kepulangannya ke ibu kota diharapkan memberi ruang berkompetisi yang lebih konsisten di tim utama Lazio.
Kepindahan dan Detail Kesepakatan
Kepindahan Frattesi ke Lazio mengakhiri periode singkat penuh ketidakpastian imbas kendala administratif. Setelah semua prosedur rampung, gelandang Timnas Italia itu resmi bergabung untuk memperkuat lini tengah klub ibu kota.
Nilai pinjaman disepakati sebesar 5 juta euro, dengan opsi tebus 10 juta euro plus bonus tergantung performa. Inter juga memasukkan klausul 50 persen dari keuntungan penjualan berikutnya, memastikan nilai jangka panjang dari aset mereka tetap terjaga.
Bagi Frattesi, kesepakatan ini membuka peluang untuk tampil lebih sering di Liga Italia. Situasi di Inter yang membatasi menit bermainnya menjadi salah satu latar yang membuat sang gelandang mencari peran lebih sentral di skuat baru.
Frattesi Nikmati Proses Kepulangannya ke Roma
Kembali ke Roma memberi nuansa personal bagi Frattesi, yang pernah berlatih di Giustiniana saat masih pemain muda. Suasana kota dan tempat-tempat yang dikenalnya sejak kecil menambah makna dari proses transfer ini.
"Saya menjalaninya dengan baik. Ketika hari-hari seperti ini terjadi, Anda harus melalui proses yang naik turun, tetapi penantian ini dijalani dengan penuh keinginan," ujar Frattesi.
"Memang melelahkan, tetapi juga indah. Semua itu sepadan," lanjut Frattesi.
Meski sempat tertahan urusan administratif, Frattesi menekankan rasa lega dan gembira karena akhirnya bisa mengenakan seragam Lazio. Ia melihat fase penantian itu sebagai bagian dari perjalanan pulang ke kota yang membentuknya.
Tanggung Jawab Baru di Kota Tempat Ia Tumbuh
Frattesi menegaskan ia kembali ke Roma dengan kematangan yang berbeda dibanding masa mudanya. Pengalaman di level tinggi membawanya pada kesiapan untuk memikul tanggung jawab lebih besar di tim.
"Ketika saya tiba, saya mengenali jalan-jalan yang dulu saya lewati saat masih kecil, ketika saya berlatih di Giustiniana. Saya kembali dengan rasa tanggung jawab yang berbeda dan kematangan yang lebih besar," ungkap Frattesi.
"Saya pikir sekarang waktunya bagi saya untuk mengambil tanggung jawab penting, dan saya sangat senang melakukannya," tegas Frattesi.
Dalam kerangka proyek olahraga Lazio, Frattesi memandang fase ini sebagai momentum untuk mengukuhkan perannya. Harapannya jelas: stabilitas menit bermain dan kontribusi yang konsisten untuk membantu tim di kompetisi domestik.
Ingin Jadi Bagian Pusat Proyek Lazio
Alasan utama Frattesi memilih Lazio adalah kebutuhan untuk kembali merasa berada di pusat sebuah proyek. Di Inter, hubungannya dengan suporter tetap baik meski kesempatan tampil tidak selalu datang.
"Di Inter pun saya sudah memiliki hubungan yang baik dengan para penggemar, meski saya tidak banyak bermain. Ada pasang surut, tetapi kami selalu memiliki hubungan yang baik," kata Frattesi.
"Keterlibatan dari para penggemar Lazio ini sangat menyenangkan bagi saya. Saya perlu merasa berada di pusat sebuah proyek lagi, dan sambutan ini sangat menyemangati saya," tambah Frattesi.
Sambutan hangat dari para pendukung Biancocelesti semakin menegaskan pilihannya. Frattesi berharap energinya kembali penuh untuk bersaing dan memberi dampak nyata di lini tengah Lazio sepanjang musim Liga Italia.