Galatasaray Tolak Tawaran Klub Arab Saudi, Arsenal Punya Kans Rekrut Victor Osimhen?

Arsenal dikabarkan membahas Victor Osimhen dengan Galatasaray. Al-Hilal menawar 130 juta euro namun ditolak. Osimhen terikat kontrak hingga 2029.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 15 Agustus 2026, 21:50 WIB
Pada laga itu, Osimhen menjadi salah satu pemain kunci dalam kemenangan 1-0 Galatasaray atas Liverpool. Ia berkontribusi atas gol Mario Lemina pada menit ketujuh dengan mencetak assist melalui sundulannya. (AP Photo/Khalil Hamra)

Bola.com, Jakarta - Arsenal dikabarkan menjajaki kemungkinan merekrut Victor Osimhen dari Galatasaray, menyusul komunikasi yang sedang terjalin antara kedua klub. Pembahasan ini muncul ketika bursa transfer musim panas 2026 memasuki fase akhir.

Menurut The Telegraph, Direktur Olahraga Arsenal Andrea Berta membahas situasi penyerang asal Nigeria tersebut saat berkomunikasi dengan raksasa Turki itu. Topik Osimhen disebut ikut mengemuka di sela diskusi tentang dua potensi transfer lain.

Advertisement

Di sisi lain, Galatasaray telah menolak tawaran verbal senilai 130 juta euro dari Al-Hilal untuk Osimhen, sebagaimana dilaporkan jurnalis Florian Plettenberg. Sang striker masih terikat kontrak hingga musim panas 2029.


Arsenal Bahas Osimhen dengan Galatasaray

Selebrasi striker Galatasaray, Victor Osimhen, usai menjebol gawang Liverpool di Ali Sami Yen Stadium di matchday 2 league phase Liga Champions 2025/2026, Rabu (01/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Francisco Seco)

Arsenal dan Galatasaray tengah berkomunikasi karena ketertarikan klub Turki tersebut terhadap dua pemain The Gunners, yakni Ethan Nwaneri dan Gabriel Martinelli. Percakapan soal ketersediaan Osimhen kemudian turut masuk dalam agenda.

Belum diketahui pihak mana yang pertama kali mengangkat nama Osimhen dalam negosiasi itu. Namun, pembahasan mengenai penyerang berusia 27 tahun tersebut sudah terjadi di antara kedua belah pihak.

Arsenal diketahui mengagumi Osimhen, meski kabarnya ia belum menjadi opsi utama untuk peran penyerang tengah. Klub asal London itu disebut masih menempatkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid di atas Osimhen dalam daftar prioritas.

Barcelona juga dikabarkan memantau Alvarez. Kendati begitu, masih harus dilihat apakah ada klub yang mampu meyakinkan Atletico Madrid untuk melepas penyerang asal Argentina tersebut.

Situasi ini membuat diskusi Arsenal dan Galatasaray seputar Osimhen bergerak dinamis, terlebih dengan beberapa target lain yang juga menjadi perhatian di akhir jendela transfer.


Kontrak, Performa, dan Situasi Bursa Osimhen

Osimhen bergabung dengan Galatasaray pada 2024 dan langsung menegaskan perannya di lini depan. Sejak itu, ia menjadi salah satu pemain paling penting dalam skuat raksasa Turki tersebut.

Dalam 74 penampilan kompetitif, Osimhen telah mencetak 59 gol. Produktivitas tersebut menempatkannya sebagai tumpuan utama serangan klub di berbagai kompetisi.

Musim ini akan menjadi musim ketiganya bersama Galatasaray. Meski demikian, masa depannya masih menjadi tanda tanya menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026.

Kontrak Osimhen bersama Galatasaray berjalan hingga musim panas 2029, sebuah durasi yang memberi posisi tawar kuat bagi klub jika ada pendekatan dari tim lain.


Galatasaray Tolak Tawaran 130 Juta Euro dari Al-Hilal

Jika Arsenal serius mengejar Osimhen, mereka berpotensi menghadapi persaingan dari klub-klub lain, termasuk Al-Hilal. Menurut Florian Plettenberg, Al-Hilal telah menyodorkan tawaran verbal senilai 130 juta euro kepada Galatasaray.

Galatasaray menolak proposal tersebut dan menunjukkan keengganan untuk membuka pembicaraan penjualan. Sikap ini menegaskan komitmen klub menjaga asetnya di tengah performa sang penyerang yang konsisten.

Dengan kontrak yang masih panjang hingga 2029, Galatasaray tidak berada dalam tekanan untuk menjual. Kondisi itu memperkuat posisi negosiasi raksasa Turki ketika ada penawaran yang masuk.

Dalam lanskap seperti ini, langkah Arsenal—jika berlanjut—harus memperhitungkan dinamika persaingan dan sikap tegas Galatasaray, terlebih tawaran besar dari Arab Saudi saja telah ditolak.

Berita Terkait