Bola.com, Jakarta - Mikel Arteta mengkhawatirkan perubahan aturan Premier League terkait penggunaan handuk akan mengurangi efektivitas lemparan jauh Arsenal.
Meriam London akan mengawali musim pada Minggu malam ini dengan menghadapi Manchester City dalam Community Shield 2026.
Arsenal sebelumnya memanfaatkan Ben White dan Declan Rice untuk melakukan lemparan jauh.
Namun, mulai musim baru, pemain tidak lagi diperbolehkan menggunakan handuk untuk mengeringkan bola sebelum melakukan lemparan ke dalam.
"Tak bisa menggunakan handuk saja sudah menjadi perubahan besar," ujar Arteta.
Sebelumnya, penggunaan handuk dalam pertandingan harus disepakati kedua tim sebelum laga dimulai.
Aturan tersebut pernah menjadi perhatian ketika Arsenal menghadapi Newcastle musim lalu.
Penggunaan Handuk
Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, ketika itu mencoba mengambil handuk yang berada di dekat gawang Nick Pope untuk mengeringkan bola sebelum melakukan lemparan ke dalam.
Namun, wasit Jarred Gillett menghentikannya dan mengambil handuk tersebut karena kedua tim tidak menyepakati penggunaannya.
Mantan pelatih Nottingham Forest, Sean Dyche, juga pernah mengkritik penggunaan handuk pada musim lalu. Menurutnya, kebiasaan tersebut memberikan keuntungan yang tidak adil.
Arteta mengaku akan mencari cara lain agar pemain Arsenal tetap bisa melakukan lemparan jauh. Ia bahkan bercanda akan meminta pemain memakai topi sehingga memiliki sesuatu untuk mengeringkan tangan.
"Melihat nanti apa yang kami lakukan. Mungkin kami akan bermain dengan memakai topi!" kata Arteta.
Sambut Aturan Baru
Kendati perubahan aturan tersebut berpotensi memengaruhi Arsenal, Arteta justru menilai perubahan regulasi secara keseluruhan akan membuat pertandingan lebih menarik.
Premier League dan perangkat wasit telah menjelaskan aturan-aturan baru kepada klub. Arsenal juga mendapat kesempatan untuk mencoba dan merasakan penerapannya selama pramusim.
"Kami sudah mendapatkan penjelasan dari Premier League dan para wasit. Mereka menjelaskan dan membahas semuanya bersama kami," ujar Arteta.
"Pada pramusim, kami memiliki kesempatan untuk melihat dan merasakan beberapa aturan tersebut," lanjutnya.
Arteta mengatakan Arsenal masih perlu melihat bagaimana aturan baru itu diterapkan ketika kompetisi resmi dimulai.
Menurutnya, tim juga harus mengetahui bagian mana yang dapat dilakukan dan bagian mana yang perlu disesuaikan.
"Kami harus melihat ketika musim dimulai, bagaimana semuanya berjalan, apa yang lebih mudah dilakukan dan apa yang lebih sulit, serta apa yang perlu kami adaptasi," katanya.
Menghadirkan Dinamika Baru
Perubahan tersebut mencakup aturan untuk mengurangi pemborosan waktu.
Dalam pertandingan musim baru, akan diterapkan hitung mundur untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam, batas waktu pergantian pemain, serta aturan yang membuat pemain yang mendapat perawatan harus meninggalkan lapangan selama satu menit.
Jika seorang kiper meminta perawatan dari tim medis, pemain nonkiper juga harus meninggalkan lapangan selama satu menit.
Arteta menilai perhatian lebih besar terhadap waktu dalam situasi bola mati akan menghadirkan dinamika baru dalam pertandingan.
"Kami tahu semua orang sangat memperhatikan detail, semua restart dan hitung mundur. Itu akan membawa sesuatu yang berbeda, dinamika yang berbeda, momentum yang berbeda," ujarnya.
Bagaimana Dampaknya
Itulah mengapa, Arteta ingin melihat secara langsung bagaimana aturan-aturan tersebut memengaruhi pertandingan.
"Saya sangat penasaran melihatnya. Aturan-aturan ini sangat bagus karena yang kami lakukan adalah mencoba meningkatkan waktu bermain dan kelancaran pertandingan, yang lebih baik, dan semoga itu berhasil," tutur Arteta.
Penerapan aturan baru tersebut juga menarik karena Arsenal sebelumnya kerap mendapat kritik terkait upaya memperlambat permainan ketika mempertahankan keunggulan.
Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, pernah mengkritik kiper Arsenal, David Raya, setelah sang penjaga gawang tiga kali mendapat perawatan ketika Arsenal berusaha mempertahankan kemenangan 1-0 dalam pertandingan Premier League.
Sumber: The Sun