Bola.com, Jakarta - Pierre-Emerick Aubameyang membuat kejutan di bursa transfer musim panas 2026. Striker asal Gabon itu tiba-tiba menerima pinangan dari Deportivo De A Coruna, klub yang dahulu dikenal dengan Deportivo La Coruna.
Pierre-Emerick Aubameyang, 37 tahun, sebenarnya masih menarik minat dari klub-klub lain, terutama dari kawasan Jazirah Arab yang menjanjikan kontrak dengan gaji besar.
Namun, Pierre-Emerick Aubameyang percaya diri menerima tawaran untuk memperkuat Deportivo De A Coruna.
Auba ingin membantu mengembalikan kejayaan klub yang menyandang julukan Super Depor itu.
"Tentu saja kami harus melangkah selangkah demi selangkah, tetapi hal pertama yang terlintas di pikiran adalah kami harus mempertahankan klub di LALIGA, itu sudah pasti," katanya dalam wawancara daring yang dihadiri Bola.com baru-baru ini.
Melangkah ke Level Selanjutnya
Pierre-Emerick Aubameyang menyatakan Deportivo De A Coruna memilki ambisi besar. Mereka ingin melangkah ke level selanjutnya sebagai sebuah klub.
Namun, Pierre-Emerick Aubameyang tidak mau terlalu memikirkan hal itu. Pemain asal Gabon itu hanya mencoba sekuat tenaga untuk sebanyak mungkin mendapatkan laga yang bagus.
"Ini adalah tujuan utamanya, tapi pada saat yang sama kami juga ingin menampilkan permainan yang bagus, sepak bola yang berkualitas, dan tentu saja, saya berharap di akhir musim nanti saya bisa berkata, 'Oke, kami telah melangkah maju,' dan saya akan merasa senang jika benar-benar bisa membantu tim mencapai tahap tersebut," tutur Aubameyang.
Kejayaan 2000-an Awal
Pada awal abad ke-21, Deportivo La Coruna menjelma menjadi kekuatan sepak bola Spanyol dan Eropa yang disegani dengan julukan Super Depor.
Di bawah arahan pelatih Javier Irureta, klub asal Galicia ini mengukir sejarah manis dengan meraih gelar La Liga pertama dan satu-satunya pada musim 1999/2000, mengungguli raksasa seperti Barcelona dan Real Madrid.
Kejayaan domestik berlanjut lewat trofi Copa del Rey 2002 melalui laga bersejarah "Centenariazo", mengalahkan Real Madrid di Santiago Bernabeu, tepat saat ulang tahun ke-100 Real Madrid.
Di panggung Liga Champions Eropa, Deportivo La Coruna juga menembus semifinal musim 2003/2004 setelah melakoni comeback spektakuler, menggilas AC Milan 4-0 di Riazor, diperkuat deretan bintang seperti Roy Makaay, Diego Tristan, Juan Carlos Valeron, dan Mauro Silva.
Namun, beban finansial dan kegagalan regenerasi pemain memicu kemerosotan panjang sejak pertengahan 2000-an. Deportivo perlahan kehilangan daya saing hingga akhirnya terdegradasi dari La Liga pada musim 2017/2018.
Terendah dan Bangkit
Titik terendah dalam sejarah modern klub terjadi pada 2020 ketika mereka terperosok lebih jauh ke kasta ketiga sepak bola Spanyol (Primera RFEF).
Selama empat musim berturut-turut, klub pemilik Estadio Riazor ini harus berjuang keras di kompetisi kasta bawah sebelum akhirnya melangkah maju dan mengamankan promosi ke Segunda Division tahun 2024.
Proses kebangkitan Deportivo mencapai puncaknya pada Segunda Division musim 2025/2026 di bawah asuhan pelatih Antonio Hidalgo.
Mengandalkan pertahanan solid dan performa gemilang deretan pemain seperti Yeremay Hernandez dan penyerang Zakaria Eddahchouri, Deportivo tampil konsisten di papan atas.
Pada 25 Mei 2026, kemenangan 2-0 atas Real Valladolid mengunci posisi runner-up Segunda Division sekaligus mengamankan tiket promosi otomatis.
Setelah penantian panjang selama delapan tahun, Deportivo La Coruna resmi kembali berlaga di LALIGA EA SPORTS 2026/2027.