Arsenal Temukan Alexis Sanchez Baru di Sosok Christos Tzolis

Arsenal mungkin sebenarnya sudah memiliki solusi untuk meningkatkan ketajaman lini depan.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 19 Agustus 2026, 22:00 WIB
Pemain Arsenal Christos Tzolis (tengah) dan pemain Manchester City Elliot Anderson (kanan) berebut bola dalam laga final FA Community Shield antara Arsenal vs Manchester City di Cardiff, Wales, Minggu, 16 Agustus 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Di tengah tuntutan agar Arsenal mendatangkan pemain bintang pada bursa transfer musim panas 2026, The Gunners mungkin sebenarnya sudah memiliki solusi untuk meningkatkan ketajaman lini depan.

Sosok tersebut adalah Christos Tzolis. Dia bahkan disebut sebagai Alexis Sanchez baru. 

Advertisement

Hampir lima tahun lalu, Tzolis menjalani salah satu pertandingan penting dalam perjalanan Arsenal di era Mikel Arteta. Saat itu, ia masih berusia 19 tahun dan menjalani debut di Liga Inggris bersama Norwich City.

Tzolis dipercaya tampil sebagai winger kiri ketika Norwich bertandang ke Emirates Stadium.

Arsenal sedang berada dalam situasi sulit. The Gunners mengawali musim dengan tiga kekalahan beruntun tanpa mencetak gol dan terpuruk di dasar klasemen. Kekalahan dari Norwich bahkan bisa membuat masa depan Arteta sebagai pelatih berada di ujung tanduk.

Namun, Tzolis gagal memberikan ancaman berarti. Ia tidak sekalipun melepaskan tembakan dan Arsenal akhirnya mengamankan kemenangan tipis 1-0.

Arteta pun selamat dari tekanan dan sejak saat itu berhasil mengubah Arsenal menjadi salah satu tim terkuat di Inggris.

 


Dulu Kesulitan Lawan Arsenal

Arsenal memperkenalkan winger asal Yunani, Christos Tzolis. (Doc Arsenal)

Tzolis kembali merasakan sulitnya menghadapi Arsenal musim lalu saat memperkuat Club Brugge.

"Saya bisa mengatakan Arsenal adalah tim tersulit yang pernah saya hadapi untuk menyerang," ujar Tzolis pada musim panas ini, seperti dikutip dari Standard, Rabu (19/8/2026). 

"Kami menghadapi tim-tim besar lainnya, tetapi melawan Arsenal, kami paling kesulitan menciptakan peluang bersih."

Kini, Tzolis tentu lebih lega. Ia tidak lagi harus mencari cara untuk menembus pertahanan Arsenal. Tantangan tersebut justru hanya akan ia hadapi saat latihan bersama rekan-rekannya.

 


Tzolis Menjelma Jadi Senjata Baru Arsenal

Tzolis kini sudah jauh berbeda dari pemain yang gagal mencetak gol dalam 14 pertandingan Premier League bersama Norwich.

Pemain berusia 24 tahun tersebut justru menjadi penyerang paling menonjol Arsenal selama pramusim.

Tak sulit memahami alasan Arsenal rela mengeluarkan 34 juta poundsterling (sekitar Rp740 miliar) untuk merekrut Tzolis. Musim lalu bersama Club Brugge, ia mencatatkan 22 gol dan 29 assist di seluruh kompetisi.

Memang, statistik tersebut dicatatkan di Liga Belgia yang berdasarkan data Opta berada di peringkat ketujuh liga terkuat di dunia.

Namun, Arsenal melihat banyak kualitas dalam diri Tzolis. Ia mampu bermain di berbagai posisi lini depan dan sama kuat menggunakan kedua kakinya, karakter yang mengingatkan pada Leandro Trossard.

Kepribadian Tzolis juga membuat Arteta terkesan. Pihak klub menilai sang pemain bisa meningkatkan kualitas teknis para penyerang Arsenal.

Namun, kekuatan terbesar Tzolis tentu saja terletak pada produktivitasnya di depan gawang.

Ia kini selalu mencetak gol atau assist dalam 15 pertandingan kompetitif terakhirnya di level klub. Dalam periode tersebut, Tzolis membukukan 25 kontribusi gol.

 


Seperti yang Dibutuhkan Arsenal

Produktivitas seperti itu menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan Arsenal.

Musim lalu, The Gunners memang berhasil menjadi juara Liga Inggris. Namun, ketajaman sejumlah pemain depan masih menjadi sorotan.

Gabriel Martinelli hanya mencetak satu gol di Premier League sepanjang musim. Sementara itu, hanya Viktor Gyokeres yang mampu mencetak lebih dari tujuh gol di kompetisi tersebut.

Martin Odegaard menjadi pemain Arsenal dengan jumlah assist terbanyak, tetapi hanya mencatatkan enam assist.

Gaya bermain Arsenal memang terus menjadi bahan perdebatan. Namun, Arteta juga membutuhkan para pemain depannya untuk lebih efektif dalam memaksimalkan peluang.

Kehadiran Tzolis bisa menjadi jawaban atas persoalan tersebut.

Dengan produktivitas dan fleksibilitasnya, Tzolis mulai dianggap memiliki karakteristik yang mengingatkan pada Alexis Sanchez, mantan bintang Arsenal yang pernah menjadi mesin gol sekaligus kreator utama The Gunners.

Jika mampu mempertahankan performanya, Tzolis berpotensi menjadi senjata baru yang membawa lini serang Arsenal ke level berikutnya.     

Sumber: Standard

Berita Terkait