Bola.com, Jakarta - Klub-klub yang baru promosi ke Liga Inggris (Premier League) biasanya harus bergerak agresif di bursa transfer demi meningkatkan kualitas skuad.
Namun, menggelontorkan dana besar tidak selalu menjadi jaminan mereka mampu bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Ipswich Town menjadi contoh terbaru. Menjelang musim 2026/2027, The Tractor Boys telah menghabiskan sekitar 178,35 juta euro (Rp3,42 triliun) untuk mendatangkan sejumlah pemain. Angka tersebut membuat Ipswich menjadi salah satu klub promosi dengan pengeluaran terbesar dalam sejarah Premier League.
Namun, Ipswich belum menjadi klub promosi dengan belanja terbesar. Rekor tersebut masih dipegang Sunderland yang menghabiskan 188,7 juta euro (Rp3,62 triliun) pada musim panas 2025.
1. Sunderland
Sunderland masih berada di posisi teratas setelah menghabiskan 188,7 juta euro (Rp3,62 triliun) pada musim panas 2025.
Belanja besar tersebut terbukti sangat efektif. Setelah sebelumnya hanya finis di posisi keempat Championship dan terpaut 24 poin dari Burnley serta Leeds United, Sunderland melakukan perombakan besar-besaran.
Salah satu rekrutan penting mereka adalah Granit Xhaka.
Investasi tersebut membuahkan hasil luar biasa. Sunderland bukan hanya mampu bertahan di Premier League, tetapi juga berhasil mengamankan tiket tampil di kompetisi Eropa pada musim berikutnya.
Kini, Ipswich punya kesempatan untuk mengikuti jejak Sunderland. Dengan belanja lebih dari 3,4 triliun rupiah, The Tractor Boys berharap investasi besar mereka kali ini benar-benar mampu mengantarkan klub bertahan di Premier League.
2. Ipswich Town
Ipswich kembali menunjukkan ambisi besar setelah promosi ke Premier League untuk musim 2026/2027.
Di bawah asuhan Gary O'Neil, The Tractor Boys menggabungkan pemain muda dengan sejumlah nama yang sudah berpengalaman di Premier League.
Sasa Lukic dan Issa Diop didatangkan dari Fulham, sedangkan Florentino Luis bergabung dari Burnley. Ipswich juga mendatangkan Emersonn dan Abdul Fatawu.
Julio Enciso menjadi salah satu rekrutan terbaru sekaligus pemain termahal Ipswich pada musim panas ini.
Dengan total pengeluaran 178,35 juta euro (Rp3,42 triliun), Ipswich kini hanya berjarak sekitar 10,35 juta euro (Rp199 miliar) dari rekor klub promosi dengan belanja terbesar.
3. Nottingham Forest
Nottingham Forest mengeluarkan 155,2 juta euro (Rp2,98 triliun) setelah promosi pada 2022.
Forest melakukan perekrutan pemain dalam jumlah besar demi memperkuat skuad. Strategi tersebut pada akhirnya berhasil karena mereka mampu bertahan di Premier League dengan keunggulan empat poin dari zona degradasi.
4. Aston Villa
Aston Villa menghabiskan 148,6 juta euro (Rp2,85 triliun) pada musim panas 2019 setelah kembali ke Premier League.
Villa melakukan perombakan besar-besaran dengan mendatangkan sejumlah pemain seperti Ezri Konsa, Douglas Luiz, Matt Targett, Tyrone Mings, dan Wesley Moraes.
Strategi tersebut nyaris gagal. Villa hanya mampu bertahan satu poin di atas zona degradasi. Namun, mereka kemudian berkembang dan finis di posisi ke-11 pada musim berikutnya.
5. Burnley
Burnley mengeluarkan 131,5 juta euro (Rp2,52 triliun) pada musim panas 2025 untuk memperkuat skuad setelah promosi ke Premier League.
The Clarets bahkan mendatangkan tiga pemain Chelsea, yakni Lesley Ugochukwu, Armando Broja, dan Bashir Humphreys. Namun, investasi besar tersebut tidak mampu menyelamatkan Burnley dari degradasi.
Mereka kembali turun kasta dan menjadi klub yang dua kali terdegradasi dalam empat musim.
Sumber: Planet Football