Harry Maguire Punya Keyakinan Besar Manchester United Bisa Juara Liga Inggris

Harry Maguire optimistis Manchester United mampu kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar Liga Inggris musim ini.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 20 Agustus 2026, 16:16 WIB
Pemain Manchester United, Harry Maguire, berteriak semangat setelah timnya berhasil mengalahkan Liverpool di Anfield dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (19/10/2025) malam WIB.

Bola.com, Jakarta - Harry Maguire menegaskan Manchester United menatap Liga Inggris 2026-27 dengan ambisi besar. Bek berusia 33 tahun itu yakin skuad Setan Merah memiliki kepercayaan diri untuk bersaing memperebutkan gelar.

Keyakinan tersebut lahir dari tren positif sejak Michael Carrick mengambil alih tim pada Januari musim lalu. United membukukan 12 kemenangan dan 33 gol di Premier League, lebih banyak daripada klub lain pada periode yang sama.

Advertisement

Performa itu mengantar Manchester United finis di posisi ketiga sekaligus memastikan tiket kembali ke Liga Champions. Bagi Maguire, capaian tersebut menjadi pijakan penting, namun tim tidak boleh berhenti di sana.


Keyakinan Maguire Soal Peluang Juara Liga Inggris

Pemain Manchester United, Harry Maguire melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang FC Copenhagen pada laga Grup A Liga Champions 2023/2024 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (25/10/2023) dini hari WIB. Maguire keluar sebagai salah satu penentu kemenangan tim selain Andre Onana yang berhasil menepis tendangan penalti di penghujung laga. Ia sukses mencetak satu-satunya gol pada menit ke-72. (AP Photo/Dave Thompson)

Standar di Old Trafford menuntut tim bersaing di puncak klasemen. Maguire menekankan target juara harus menjadi orientasi utama, sejalan dengan identitas klub dan ekspektasi suporter.

"Kami ingin memperbaiki pencapaian musim lalu. Semua orang tentu ingin memenangkan Premier League, dan tentu itu akan menjadi target kami karena itulah tuntutan klub ini," kata Maguire.

Ia menilai mentalitas yang terbentuk sepanjang paruh kedua musim lalu menjadi modal untuk melangkah lebih jauh. Menurutnya, United memiliki kapasitas untuk bersaing dengan siapa pun ketika tampil pada level terbaik.

"Kami memiliki keyakinan bahwa kami bisa sangat kompetitif dan kami bisa mengalahkan siapa pun pada hari yang tepat. Ini akan menjadi musim yang menarik," lanjut Maguire.


Performa Manchester United di Bawah Michael Carrick

Manchester United keok 0-2 dari West Ham United pada laga pekan ke-36 Premier League musim ini di Old Trafford, Minggu (11/5/2025) malam WIB. (AP Photo/Ian Hodgson)

Sejak Michael Carrick menangani tim pada Januari musim lalu, laju Manchester United di Premier League meningkat tajam. Catatan 12 kemenangan dan 33 gol menjadi yang terbanyak dibandingkan klub lain pada periode tersebut.

Produktivitas dan konsistensi itu terbayar dengan posisi ketiga pada akhir musim. Hasil tersebut memastikan kembalinya United ke Liga Champions, sebuah langkah yang mengembalikan klub ke habitat kompetitif di Eropa.

Tren positif di bawah Carrick memperkuat keyakinan ruang ganti bahwa tim siap bertarung di papan atas Liga Inggris musim ini. Maguire melihat momentum tersebut harus dimaksimalkan sejak pekan-pekan awal.

Memasuki musim kedelapan di Old Trafford, Maguire menilai kontinuitas kerja menjadi kunci. Ia menggarisbawahi pentingnya mempertahankan standar performa yang sudah dibangun sejak paruh kedua musim lalu.


Kekompakan Skuad dan Ambisi Musim 2026-27

Harry Maguire dari Manchester United menyapa para suporter seusai pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester United di Anfield, Minggu, 19 Oktober 2025. (AP Photo/Ian Hodgson)   

Maguire juga menyoroti aspek kebersamaan sebagai salah satu kekuatan utama tim saat ini. Waktu bersama di kamp latihan dan rangkaian kemenangan diyakini memperkuat koneksi antarpemain.

"Selama berada di klub ini, kami pernah memiliki beberapa kelompok yang sangat dekat. Tidak diragukan lagi, ini adalah salah satu yang paling kompak," ujar Maguire.

Ia menambahkan bahwa kohesi tim terbentuk dari proses, bukan sekadar hasil sesaat. Kemenangan mempererat, tetapi pelajaran dari kekalahan tetap menjadi bagian dari perjalanan tim.

"Menghabiskan waktu bersama dan memenangkan pertandingan sepak bola membuat sebuah tim semakin dekat. Kekalahan di final Liga Europa, finis di posisi ke-15 lalu naik ke posisi ketiga dan membawa klub kembali ke Liga Champions, itu adalah musim yang bagus, tetapi kami tidak boleh berhenti sampai di sini," tegas Maguire.


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Berita Terkait