Liverpool Sudah Temukan Pembelian Terbaik Musim Panas: Bukan Bradley Barcola, tapi Jeremy Jacquet

The Reds memang hanya mendatangkan tiga pemain secara permanen pada musim panas, tetapi tetap menjadi klub dengan pengeluaran bersih terbesar di Premier League.

Bola.com, Jakarta - Liverpool tampaknya sudah menemukan pembelian terbaik mereka pada bursa transfer musim panas 2026. Bukan Bradley Barcola yang didatangkan dengan harga fantastis, melainkan bek muda Jeremy Jacquet.

The Reds memang hanya mendatangkan tiga pemain secara permanen pada musim panas, tetapi tetap menjadi klub dengan pengeluaran bersih terbesar di Premier League.

Barcola jadi penyebab utama setelah Liverpool mengeluarkan 123 juta pound untuk memboyong winger Prancis tersebut dari Paris Saint-Germain (PSG).

Selain Barcola, Liverpool juga merekrut Victor Munoz dari Osasuna dengan mengaktifkan klausul pelepasan 34,5 juta pound.

Sementara itu, Jacquet sudah mencapai kesepakatan dengan Liverpool sejak Januari setelah transfer senilai 60 juta pound dari Rennes disepakati.

Ronald Araujo juga bergabung dengan status pinjaman dari Barcelona pada Agustus.

Seperti dilansir Liverpool Echo, berikut evaluasi terhadap aktivitas transfer Liverpool dan melihat kebutuhan yang mungkin perlu dipenuhi pada bursa Januari.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Jeremy Jacquet Jadi Rekrutan Terbaik Liverpool

Jacquet sejauh ini menjadi pemain baru yang paling menonjol di Liverpool. Bek tengah berusia 21 tahun itu bahkan sudah mendapatkan tempat di Timnas Prancis berkat performa impresif sejak bergabung dengan The Reds.

Pelatih Prancis, Zinedine Zidane, juga memberikan pujian tinggi kepada Jacquet setelah bermain imbang 1-1 melawan Italia.

"Bagus. Sangat, sangat bagus. Berani. Dia tidak takut untuk maju jauh. Sangat bagus dalam duel. Sekali lagi, dia sangat bagus. Saya sudah mengatakannya empat kali," ujar Zidane.

Jacquet juga menjadi pasangan ideal bagi Virgil van Dijk di jantung pertahanan. Kombinasi keduanya berperan penting dalam catatan tiga clean sheet beruntun Liverpool sebelum jeda internasional.

Van Dijk pun meminta publik tidak terburu-buru memberikan tekanan kepada rekan mudanya.

"Dia menjalani awal yang luar biasa, tetapi kami baru berada di September. Saya ingin dia terus bekerja dan terus belajar," kata Van Dijk.

Kemampuan Jacquet dalam menguasai bola juga menjadi salah satu kelebihannya.

Latar belakang sebagai gelandang membuat sang bek percaya diri membawa bola, mengalirkan umpan ke lini tengah, hingga melakukan penetrasi untuk memecah garis pertahanan lawan.

Barcola Masih Butuh Waktu untuk Bersinar

Jika Jacquet langsung memberikan dampak, situasi berbeda dialami Barcola. Didatangkan dengan harga 123 juta pound, ekspektasi terhadap winger Prancis tersebut tentu sangat tinggi.

Barcola merupakan bagian penting dari skuad PSG yang meraih dua gelar Liga Champions secara beruntun, tapi penampilannya dalam beberapa pekan pertama bersama Liverpool masih relatif tenang.

Barcola baru tampil selama 248 menit. Ia memang sudah memperlihatkan kecepatan luar biasa dan sentuhan berkualitas, tetapi masih membutuhkan waktu untuk benar-benar beradaptasi.

Minimnya persiapan pramusim bersama PSG sebelum kepindahannya ke Liverpool juga membuat proses adaptasi Barcola berjalan lebih lambat.

Legenda Arsenal, Thierry Henry, yang pernah menangani Barcola di Timnas Prancis U-21, meminta publik bersabar.

"Ini bukan tempat yang mudah untuk memulai, dan dia tidak meminta harga tersebut, tetapi label harga itu melekat di punggungnya," ujar Henry.

Menurut Henry, kemampuan Barcola dalam situasi satu lawan satu dan kecepatannya sudah tidak perlu diragukan. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi aspek yang perlu dikembangkan.

Liverpool Belum Tambah Gelandang, Lamine Camara Jadi Opsi

Satu pertanyaan besar yang muncul dari aktivitas transfer Liverpool adalah keputusan mereka untuk tidak mendatangkan gelandang baru.

The Reds kehilangan Curtis Jones yang pindah ke Inter Milan dengan nilai 30 juta pound. Namun, Liverpool memilih tidak mencari pengganti langsung dan mempercayakan peran itu kepada pemain muda Trey Nyoni.

Masalahnya, Nyoni baru mendapatkan 38 menit bermain di Premier League sejauh ini.

Situasi itu bisa membuat Liverpool kembali mempertimbangkan perekrutan gelandang pada Januari. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Lamine Camara dari AS Monaco.

Liverpool disebut memiliki pengagum terhadap gelandang tersebut. Menariknya, Camara sebenarnya hampir pindah ke Chelsea pada hari terakhir bursa transfer musim panas.

Kesepakatan senilai 47 juta pound bahkan telah tercapai antara Monaco dan Chelsea pada 1 September 2026.

Namun, transfer itu batal pada menit-menit terakhir dan membuat pihak Chelsea dilaporkan sangat kecewa dengan keputusan AS Monaco.

Transfer 47 Juta Pound Bisa Jadi Peluang Liverpool

Kegagalan transfer Camara ke Chelsea berpotensi membuka pintu bagi Liverpool. AS Monaco dikabarkan mendapat kritik keras dari Chelsea karena cara membatalkan kesepakatan itu.

Situasi itu kini membuat masa depan Camara kembali terbuka, termasuk kemungkinan pindah pada bursa Januari.

Liverpool harus menentukan apakah kebutuhan mereka di lini tengah cukup mendesak untuk kembali mengeluarkan dana besar.

Jika The Reds akhirnya mengejar Camara, angka 47 juta pound yang sebelumnya disepakati AS Monaco dan Chelsea bisa menjadi patokan.

Dengan belum adanya pengganti Curtis Jones dan minimnya menit bermain Nyoni, perekrutan gelandang baru dapat menjadi prioritas Liverpool pada musim dingin.

Sementara Jacquet sudah menunjukkan bahwa investasi besar Liverpool bisa langsung membuahkan hasil, Barcola masih membutuhkan waktu.

Kini, pertanyaan berikutnya adalah apakah Lamine Camara akan menjadi tambahan penting berikutnya bagi skuad Arne Slot.

Sumber: Liverpool Echo

Video Populer

Foto Populer