Garuda International Cup 2026 Diikuti 72 Klub dari 13 Negara, Dipantau 2 Mantan Asisten Pelatih Timnas Indonesia

Garuda International Cup (GIC) 2026 resmi dibuka di ASIOP Training Ground, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (20-8-2026).

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 21 Agustus 2026, 10:20 WIB
Garuda International Cup (GIC) 2026 resmi dibuka di ASIOP Training Ground, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). (Bola.com/Garuda International Cup).

Bola.com, Bogor - Garuda International Cup (GIC) 2026 resmi dibuka di ASIOP Training Ground, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (20/8/2026), dengan menghadirkan 72 tim dari 13 negara yang bersaing dalam lima kategori usia.

Lima kategori tersebut meliputi U-10 Boys, U-12 Boys, U-15 Boys, U-15 Girls, dan U-17 Boys.

Advertisement

Meski GIC 2026 telah dimulai sehari sebelumnya, seremoni pembukaan baru digelar dengan pertandingan kategori U-15 Boys antara ASIOP dan Zhejiang.

GIC telah menjadi turnamen sepak bola usia muda internasional sejak pertama kali diselenggarakan pada 2015, sebelum sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 dan kembali digelar secara rutin mulai 2022.

Setelah berlangsung pada 2022, 2023, 2024, dan 2025, GIC kembali hadir pada 2026 dengan jumlah peserta yang makin bertambah.

Perkembangan jumlah negara peserta terlihat dari setiap edisinya, yakni tiga negara pada 2015, lima negara pada 2022, tujuh negara pada 2023, delapan negara pada 2024, 12 negara pada 2025, dan kini mencapai 13 negara pada 2026.

Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, Sri Lanka, Pakistan, Jepang, dan China menjadi negara peserta tahun ini.

Seluruh partai GIC 2026 dipusatkan di dua lokasi yang berada di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yaitu ASIOP Training Ground dan AYO Arena.

Kehadiran tim-tim dari berbagai negara membuat turnamen ini mempertemukan akademi dan klub dari sejumlah negara dengan tradisi pembinaan sepak bola usia muda.


Peserta Internasional

Garuda International Cup (GIC) 2026 resmi dibuka di ASIOP Training Ground, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). (Bola.com/Garuda International Cup).

Beberapa peserta yang ambil bagian di antaranya Shonan Bellmare dari Jepang, Zhejiang (China), dan PT Prachuap (Thailand).

Selain itu, akademi asal Vietnam, PVF, juga tampil pada kategori U-12 Boys dan dikenal sebagai salah satu akademi yang memasok pemain ke Timnas Vietnam di berbagai kelompok usia hingga level senior.

Sejumlah nama yang selama ini berkecimpung dalam pembinaan sepak bola usia muda Indonesia hadir pada pembukaan GIC 2026, di antaranya Indra Sjafri dan Fakhri Husaini, serta mantan asisten pelatih Timnas Indonesia pada era Luis Milla, Eduardo Perez Moran.

Eduardo Perez menilai penyelenggaraan GIC yang menghadirkan peserta dari banyak negara menjadi bagian penting dalam pengembangan sepak bola usia muda Indonesia.

Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu menyebut turnamen tersebut sebagai pesta sepak bola usia muda dan berharap ajang internasional serupa makin banyak digelar.

"GIC adalah pesta sepak bola usia muda. 13 negara berkompetisi di sini. Bisa dilihat sendiri keseruannya. Sangat bagus untuk Indonesia. Event internasional seperti ini harus diperbanyak," ujar Edu, panggilannya.

"Kompetisi usia muda itu adalah fondasi masa depan tim nasional sehingga penting untuk terus dilaksanakan. Terlebih sekarang GIC juga menambah kategori putri. Sebuah gebrakan yang bagus untuk perkembangan sepak bola di Indonesia," tuturnya.


Kesempatan Berharga

Technical Advisor GIC 2026, Indra Sjafri, melihat persaingan tahun ini makin menarik karena jumlah negara peserta meningkat menjadi 13 negara.

Menurut eks asisten pelatih Timnas Indonesia era Shin Tae-yong itu, kehadiran klub-klub internasional memberikan kesempatan bagi pemain muda Indonesia untuk merasakan pertandingan melawan lawan dari negara lain tanpa harus menjalani perjalanan ke luar negeri.

"Total 72 tim dari 13 negara berkumpul di sini. Pemain-pemain Indonesia mendapat kesempatan berharga menghadapi negara lain tanpa harus bepergian ke luar negeri," ucap Indra Sjafri.

"Sejatinya sepak bola itu butuh proses. Tidak bisa instan. GIC menjadi salah satu rangkaian dalam proses tersebut. Menempa pemain muda Indonesia melalui kompetisi bertaraf internasional," jelasnya.

Berita Terkait