Scott Redding Ungkap Alasan Marc Marquez Dapat Dukungan Lebih Besar di MotoGP

Mantan pembalap MotoGP dan WorldSBK, Scott Redding, bicara dukungan besar Marc Marquez di MotoGP.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Agustus 2026, 18:30 WIB
Pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengikuti sesi Latihan Bebas 2 MotoGP pada hari kedua akhir pekan Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, tanggal 8 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Scott Redding mengungkap perbedaan dukungan yang diterimanya dengan Marc Marquez saat keduanya sama-sama berusaha menembus MotoGP.

Redding menjadi satu di antara dari sedikit pembalap yang mampu secara rutin bersaing dengan Marquez ketika keduanya masih berlaga di kelas-kelas junior.

Advertisement

Persaingan di lintasan itu ternyata tidak diikuti dukungan dengan level yang sama di luar lintasan.

Marquez mendapat sokongan dari dua perusahaan besar yang memiliki keterkaitan kuat dengan MotoGP, yakni Repsol dan Red Bull, sejak usia yang relatif muda. Redding tidak memperoleh dukungan serupa.

Hingga 2026, ia menilai pembalap dari negaranya seharusnya mendapat sokongan lebih besar dari perusahaan-perusahaan domestik. 

Mantan pembalap MotoGP dan WorldSBK itu kini berkompetisi di British Superbike Championship bersama Hager PBM Racing Team.


Status Pembalap Inggris

Pembalap Ducati Aruba Racing Scott Redding melayani permintaan tanda tangan penggemarnya usai WSBK Mandalika di Sirkuit Mandalia, Lombok, NTB, Minggu (21/11/2021). (foto: Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Dalam podcast "Scruff Bags", Redding menceritakan pengalamannya ketika berhadapan dengan Marquez di kelas 125cc dan 250cc.

Saat ditanya apakah statusnya sebagai pembalap Inggris turut memengaruhi minimnya kesempatan yang didapat, Redding mengakui hal tersebut memang pernah menjadi pembahasan.

"Hal itu selalu menjadi sesuatu yang dibicarakan dan memang berperan. Namun, bagian terbesarnya adalah uang dan pendanaan yang didapat Marc Marquez, sementara Scott Redding tidak," ujar Redding.

Redding mengenang persaingannya dengan Marquez pada 2008, ketika dirinya membela tim kelas tiga di ajang 125cc.

"Saya membalap untuk tim kelas tiga dan memenangi Grand Prix Inggris, sementara saat itu Marc Marquez membalap untuk Repsol KTM, yang merupakan tim pabrikan," ungkap Redding.

Menurut Redding, dukungan tersebut menjadi pembeda penting dalam perjalanan karier Marquez.

Ketika naik ke Moto2, Marquez mendapat dukungan Repsol dan bahkan memiliki tim serta kru sendiri yang kemudian ikut bersamanya ke MotoGP.

"Itulah awalnya. Itulah perbedaannya, dia mendapat banyak pendanaan," imbuhnya.


Pembalap Inggris Absen di MotoGP

Pembalap MLav Racing asal Inggris, Eddie O'Shea, melewati tikungan saat balapan Moto3 Grand Prix MotoGP Australia di Phillip Island pada 20 Oktober 2024. (Izhar KHAN/AFP)

Inggris belum menghasilkan juara dunia kelas premier sejak era MotoGP masih dikenal sebagai kelas Grand Prix 500cc.

Barry Sheene tercatat sebagai pembalap Inggris terakhir yang merebut gelar tersebut, yakni pada 1977.

Dibandingkan sejumlah negara lain, Inggris juga kesulitan mempertahankan kehadiran pembalapnya di MotoGP. Persoalan tersebut tidak hanya terjadi di kelas premier.

Saat ini, tidak ada pembalap Inggris yang berstatus pembalap penuh waktu di MotoGP. Inggris juga tidak memiliki wakil di Moto2 setelah Jake Dixon pindah ke WorldSBK pada musim ini.

Saat ini, Eddie O'Shea dan Scott Ogden menjadi dua pembalap Inggris yang tampil di Moto3. 

O'Shea membalap untuk tim MLav Racing milik Michael Laverty, sedangkan Ogden memperkuat CIP Green Power.


Dukungan Perusahaan

Pembalap Team Aruba.It Racing - Ducati Scott Redding dari Inggris melaju saat sesi latihan bebas pertama balapan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (19/11/2021). Gelaran balap WSBK Mandalika 2021 diikuti oleh 23 pembalap dari 12 tim. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Situasi tersebut kembali memunculkan persoalan mengenai dukungan finansial terhadap pembalap Inggris maupun sistem pembinaan dari level akar rumput yang dinilai belum mampu menyamai negara-negara lain.

Redding menilai alasan mengenai paspor Inggris kerap digunakan sebagai dalih. Menurutnya, persoalan yang lebih besar adalah kurangnya dukungan perusahaan yang sebenarnya dapat membantu membiayai perjalanan karier para pembalap.

"Saya tidak berpikir paspor Inggris menjadi seluruh persoalannya. Menurut saya, paspor hanya menjadi alasan yang digunakan orang untuk menjelaskan mengapa kita tidak melakukan lebih banyak untuk pembalap kita," tutur Redding.

"Kenapa tidak ada perusahaan besar Inggris yang mengatakan, 'Kita memiliki salah satu pembalap Inggris terbaik di dunia, dia telah memenangi Grand Prix Inggris, masa depannya sangat besar, jadi mari kita bawa dia ke motor pabrikan Red Bull itu?'" sentilnya.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait