FIFA Hukum Leandro Paredes 10 Pertandingan, Buntut Kericuhan di Final Piala Dunia 2026

FIFA menjatuhkan hukuman berat kepada gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes, setelah terlibat kericuhan seusai final Piala Dunia 2026 kontra Spanyol.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 21 Agustus 2026, 22:46 WIB
Gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes (nomor 5), terlibat bentrokan dengan gelandang Spanyol, Gavi (nomor 9), dalam pertandingan final Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, 19 Juli 2026. (Charly TRiballeau/AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA menjatuhkan hukuman berat kepada gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes, setelah terlibat kericuhan seusai final Piala Dunia 2026 kontra Spanyol. Paredes dijatuhi sanksi larangan bermain dalam 10 pertandingan, sementara rekan setimnya, Nahuel Molina, harus absen dalam tujuh laga. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga mendapat denda total 321 ribu dolar AS atau sekitar Rp5,3 miliar.

Hukuman tersebut diumumkan FIFA pada Jumat (21/8/2026), menyusul insiden yang terjadi setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium, 19 Juli 2026

Advertisement

Kericuhan pecah beberapa saat setelah peluit panjang dibunyikan. Paredes terlihat mendorong gelandang Spanyol, Gavi, hingga terjatuh ketika para pemain pengganti La Furia Roja berhamburan ke lapangan untuk merayakan keberhasilan menjadi juara dunia.

Paredes dinilai melakukan tiga pelanggaran berupa tindakan kekerasan. Selain larangan bermain 10 pertandingan, pemain tersebut juga dijatuhi denda sebesar 90 ribu dolar AS (Rp1,58 miliar).

Sementara itu, Molina mendapat hukuman larangan tampil dalam tujuh laga dan denda dengan nominal yang sama.

 


Gavi dan Almada Juga Dihukum

Gelandang serang Argentina yang saat ini bermain di klub MLS Amerika Serikat, Atlanta United, Thiago Almada. (AFP/Eric Espada)

Kericuhan tersebut tidak hanya membuat pemain Argentina mendapat sanksi.

Thiago Almada dari Argentina dan Gavi dari Spanyol masing-masing dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan setelah dinilai melakukan tindakan tidak sportif.

Asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, juga terkena hukuman. Ayala mendapat larangan mendampingi tim dalam tiga pertandingan serta denda sebesar 30 ribu dolar AS (Rp529 juta).

Ayala sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas keterlibatannya dalam insiden tersebut.

 


Pelanggaran Kode Disiplin

Nicolas Otamendi (19) dari Timnas Argentina dan Nahuel Molina (26) berkelahi dengan Rodri dari Spanyol (16) setelah pertandingan final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Senin (20-7-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Frank Franklin II)

FIFA juga menjatuhkan denda total sebesar 321 ribu dolar AS (Rp5,6 miliar) kepada AFA akibat sejumlah pelanggaran disiplin selama Piala Dunia 2026.

Salah satu pelanggaran terjadi setelah kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal. Sejumlah pemain La Albiceleste terlihat membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" yang berarti "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina".

FIFA menilai penggunaan ajang olahraga untuk menyampaikan demonstrasi yang tidak berkaitan dengan olahraga merupakan pelanggaran terhadap kode disiplin.

AFA juga diperintahkan menggelar dua pertandingan kandang berikutnya dengan kapasitas penonton maksimal 50 persen.

Dari total denda yang dijatuhkan, FIFA menetapkan 100 ribu dolar AS harus dialokasikan untuk program pemberantasan diskriminasi.

Namun, sebagian sanksi tersebut, termasuk satu dari dua laga kandang dan denda 100 ribu dolar AS, ditangguhkan selama masa percobaan.

Seluruh keputusan FIFA tersebut masih dapat diajukan banding.  

Sumber: Reuters

Berita Terkait